BANDUNG, iNewsBandungRaya.id - Total korban bencana longsor Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB) yang berhasil dievakuasi tim SAR gabungan, sejak operasi pencarian hari pertama hingga hari ke-10, Senin (2/2/2026) sebanyak 79 jenazah.
Sedangkan pada operasi pencarian hari ke-10 hari ini, tim SAR berhasil mengevakuasi sebanyak 3 kantong jenazah.
Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Hendra Rochmawan mengatakan, berdasarkan data dari Pos Disaster Victim Identification (DVI) Biddokes Polda Jabar hingga Minggu (1/2/2026) siang, total kantong jenazah yang masuk mencapai 76.
“Update hari ke-10 pencarian, dari laporan Pos DVI hari ini sekitar pukul 11.30 WIB, jumlah kantong jenazah bertambah tiga dari sebelumnya 76, menjadi 79,” kata Kabid Humas, Senin (2/2/2026).
Kombes Hendra menjelaskan, dari total 79 jenazah itu, tim DVI telah berhasil mengidentifikasi 58 jenazah. Namun, terdapat penyesuaian data.
Sebab, jelas Kombes Hendra, dua kantong jenazah diketahui merupakan bagian tubuh dari satu korban yang sama.
“Selain itu, terdapat satu kantong jenazah berisi bagian paha dan kaki yang setelah diperiksa merupakan korban lama dari permakaman keluarga di sekitar lokasi,” ujar Kombes Hendra.
Saat ini, tutur Kabid Humas, masih terdapat 21 kantong jenazah yang belum teridentifikasi.
"Proses identifikasi terus dilakukan dengan metode postmortem dan antemortem secara berkelanjutan," tuturnya.
Kendala Identifikasi Jenazah
Menurut Kombes Hendra, kendala utama yang dihadapi tim DVI Polda Jabar dalam mengidentifikasi korban, adalah karena kondisi jenazah telah mengalami perubahan signifikan.
"Sebagian besar jenazah yang ditemukan telah berada di lokasi lebih dari enam hari menyebabkan pembusukan dan perubahan jaringan, sehingga menjadi tantangan dalam proses identifikasi,” ucap Kombes Hendra.
Walaupun begitu, tegas Kabid Humas, proses identifikasi tetap berjalan dengan berbagai metode forensik.
“Sejauh ini belum ada kendala yang tidak bisa diatasi. Tim antemortem dan postmortem masih bisa menggunakan berbagai teknik untuk menggali data identitas fisik korban,” ujarnya.
Saat ini, sebanyak 16 kantong jenazah berada di RSUD Cibabat dan RS Sartika untuk pencarian data postmortem berupa DNA pembanding.
Sementara tiga kantong jenazah lainnya masih dalam tahap identifikasi awal dan pembersihan.
“Biasanya sore hari tim DVI akan melakukan rekonsiliasi data antemortem dan postmortem sebelum mengumumkan identitas korban,” tutur Kombes Hendra.
Editor : Agus Warsudi
Artikel Terkait
