BANDUNG, iNewsBandungRaya.id - Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, memastikan pengendalian harga bahan kebutuhan pokok di Kota Bandung masih berada dalam rentang yang terkendali sesuai parameter inflasi daerah.
Menurutnya, stabilitas harga sangat bergantung pada kelancaran rantai pasok, khususnya untuk bahan pangan. Selama distribusi berjalan baik dan stok tersedia, inflasi dapat ditekan dalam batas yang sehat.
“Pengendalian harga bahan kebutuhan pokok ini betul-betul berada dalam rentang harga yang terkendali sesuai parameter inflasi daerah. Mudah-mudahan kita masih bisa memastikan rantai pasok yang baik khusus untuk bahan pangan,” ujarnya Farhan, Senin (9/2/2026).
Ia optimis, dengan rantai pasok yang terjaga, inflasi Kota Bandung akan tetap terkendali. Saat ini, angka inflasi Kota Bandung tercatat sebesar 0,269 persen.
“Kita mempertahankan angka inflasi di angka 0,269. Sedikit lebih tinggi daripada inflasi Jawa Barat, tapi jauh di bawah angka inflasi rata-rata nasional. Masih dalam rentang yang sangat baik antara 1,5 sampai 3,5,” jelas Farhan.
Menurutnya, capaian tersebut juga mendapat apresiasi dalam rapat evaluasi bersama Bank Indonesia dan Wakil Gubernur Jawa Barat di Kuningan.
Ia menyebut dukungan dari berbagai pihak terhadap pengendalian inflasi Kota Bandung sejauh ini cukup baik.
Selain menjaga distribusi pangan, Pemkot Bandung juga menggelar bazar murah di sejumlah wilayah. Farhan menjelaskan, bazar murah memiliki dampak langsung bagi masyarakat di lokasi pelaksanaan, sementara untuk skala kota lebih bersifat psikologis.
“Bazar murah untuk wilayah ada efek langsungnya, tapi untuk keseluruhan kota itu efek psikologis. Bahwa kita masih punya buffer untuk stok barang yang harganya terjangkau,” katanya.
Ia menilai, keberadaan buffer stok menjadi penting untuk menjaga kepercayaan publik bahwa pemerintah memiliki cadangan dan strategi dalam menghadapi potensi gejolak harga.
Dalam kesempatan itu, Farhan juga menyinggung soal evaluasi satu hingga dua tahun kepemimpinannya. Ia menyebut salah satu hal yang paling memuaskan adalah keterbukaan terhadap kritik.
“Yang paling memuaskan adalah tidak ada satu pun kritik yang saya bungkam. Ini adalah pemerintahan paling demokratis. Siapapun boleh mengkritik,” tegasnya.
Farhan menambahkan, bahkan ketika kritik disampaikan dengan nada keras, ia memilih untuk tidak membalas dengan sikap represif. Baginya, menjaga ruang demokrasi adalah bagian dari integritas dalam menjalankan amanah.
Editor : Abdul Basir
Artikel Terkait
