BANDUNG, iNewsBandungRaya.id - Perayaan Tahun Baru Imlek bukan hanya tentang lampion merah, angpau dan hidangan khas. Bagi banyak keluarga Tionghoa, momen ini juga menjadi waktu refleksi dan penataan ulang energi di dalam rumah.
Salah satu tradisi yang kerap dilakukan menjelang Imlek adalah membersihkan rumah secara menyeluruh, yang diyakini sebagai simbol membuang hal-hal lama dan membuka pintu rezeki di tahun baru.
Selain tradisi bersih-bersih, terdapat pula sejumlah pantangan yang masih dipercaya dalam feng shui. Beberapa benda dianggap dapat menghambat aliran energi positif jika dibiarkan berada di dalam rumah saat memasuki tahun baru.
Meski tidak semua orang memercayainya secara mutlak, pantangan ini tetap hidup sebagai bagian dari warisan budaya yang diturunkan lintas generasi.
Berikut lima benda yang menurut feng shui sebaiknya disingkirkan dari rumah sebelum perayaan Imlek.
1. Barang Pecah dan Rusak, Simbol Energi Negatif
Benda yang retak, terkelupas, atau rusak sering kali luput dari perhatian karena masih dianggap bisa digunakan. Namun dalam feng shui, kondisi tersebut dipercaya mencerminkan energi yang tidak utuh.
Dr. Jenelle Kim, pendiri JBK Wellness Labs, menjelaskan bahwa barang rusak dapat menjadi simbol stagnasi dan ketidakstabilan. Keberadaannya diyakini menghambat aliran energi baik di dalam rumah.
Barang yang sudah rusak sebaiknya segera diperbaiki atau diganti. Salah satu alternatif menarik adalah teknik kintsugi, seni Jepang yang memperbaiki benda pecah dengan sentuhan estetika, sehingga justru memberi makna baru pada barang tersebut.
2. Tanaman Kering dan Mati, Tanda Stagnasi
Tanaman hias memang kerap digunakan untuk mempercantik ruangan. Namun, kondisi tanaman menjadi faktor penting dalam feng shui. Tanaman yang layu, kering, atau mati justru dianggap membawa simbol kurangnya pertumbuhan.
Joy Tan, konsultan feng shui, menyarankan agar rumah diisi dengan tanaman yang sehat dan segar. Tanaman hidup dipercaya mampu meningkatkan vitalitas dan menghadirkan energi positif, terutama menjelang pergantian tahun.
3. Air Tergenang dan Akuarium Kotor
Air melambangkan aliran energi dan rezeki dalam feng shui. Namun, air yang tergenang justru dimaknai sebagai energi yang terperangkap.
Fitur air seperti akuarium atau air mancur perlu dirawat secara rutin. Air yang keruh atau tidak mengalir dipercaya dapat menghambat keharmonisan dan membawa kesan stagnan. Menjelang Imlek, memastikan air tetap bersih dan mengalir menjadi salah satu bentuk persiapan simbolis yang penting.
4. Kaktus dan Tanaman Berduri di Dalam Rumah
Tidak semua tanaman hidup dianggap membawa energi baik. Kaktus, misalnya, sering dikaitkan dengan energi agresif karena bentuknya yang tajam.
Michelle Justice, seorang praktisi spiritual, menyebut bahwa benda runcing dalam feng shui dapat memunculkan energi sha chi yang kurang harmonis. Jika ingin tetap memelihara kaktus, sebaiknya diletakkan di luar rumah atau di area yang jarang digunakan.
5. Cermin Menghadap Tempat Tidur
Cermin memiliki fungsi penting dalam rumah, tetapi penempatannya perlu diperhatikan. Dalam feng shui, cermin yang menghadap langsung ke tempat tidur dipercaya dapat memantulkan energi berlebihan dan mengganggu ketenangan.
Efeknya bisa berupa rasa gelisah hingga kualitas tidur yang menurun. Sebagai pengganti, kamar tidur disarankan dihiasi elemen dekorasi yang menenangkan, seperti lukisan atau warna lembut yang mendukung suasana istirahat.
Warisan Budaya di Balik Pantangan Imlek
Pantangan-pantangan ini tidak selalu dimaknai secara literal. Bagi sebagian orang, feng shui lebih dipahami sebagai simbol keseimbangan dan kesadaran untuk merawat lingkungan tempat tinggal.
Menjelang Imlek, menata ulang rumah, baik secara fisik maupun simbolis, menjadi cara untuk memulai tahun baru dengan perasaan lebih ringan, rapi, dan penuh harapan. Terlepas dari kepercayaan masing-masing, tradisi ini tetap menjadi bagian menarik dari kekayaan budaya yang terus hidup hingga kini.
Editor : Rizal Fadillah
