Gubernur Lemhannas Ceramah di Masjid Salman ITB, Tegaskan Ketahanan Nasional Fondasi Kemajuan Bangsa

Agus Warsudi
Gubernur Lemhannas RI Tubagus Ace Hasan Syadzily ceramah di Masjid Salman ITB, Jalan Ganesa, Kota Bandung. (FOTO: ISTIMEWA)

BANDUNG, iNewsBandungRaya.id - Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia (Lemhannas RI) Tubagus Ace Hasan Syadzily memberikan ceramah Ramadhan di Masjid Salman Intitut Teknologi Bandung (ITB), Selasa (10/3/2026) malam.

Dalam ceramah bertema “Ketahanan Nasional dan Kepemimpinan Berbasis Nilai” itu, Gubernur Lemhannas RI menegaskan, ketahanan nasional merupakan fondasi utama bagi keberlanjutan dan kemajuan bangsa.

Ceramah tersebut dihadiri Rektor ITB Prof Dr Ir Tatacipta Dirgantara MT, pengurus Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Salman ITB, dan ratusan jamaah.

Gubernur Lemhannas sekaligus Ketua DPD Partai Golkar Jabar yang akrab disapa Kang Ace itu mengatakan, ketahanan nasional tidak hanya dimaknai sebagai kekuatan militer, tetapi mencakup seluruh daya tahan bangsa dalam menghadapi berbagai tantangan global.

“Ketahanan nasional itu bukan hanya soal pertahanan militer. Ia meliputi ideologi yang kuat, ekonomi kuat, sosial budaya kokoh, teknologi maju, sumber daya alam terkelola baik, hingga kondisi geografis, menjadi kekuatan strategis bangsa,” kata  Gubernur Lemhannas yang juga menjabat Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar.

Kang Ace menjelaskan, dalam kajian strategis ketahanan nasional dikenal konsep Astagatra, yakni delapan unsur yang menentukan kekuatan suatu bangsa. 

"Unsur tersebut mencakup geografi, kekayaan alam, demografi, ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya, serta pertahanan dan keamanan," ujar Kang Ace.

Dia menuturkan, bahwa ketahanan nasional merupakan prasyarat penting bagi terciptanya kesejahteraan masyarakat.

“Kalau kita ingin mencapai masyarakat makmur dan sejahtera, ada prasyaratnya, yaitu, stabilitas keamanan, stabilitas politik, stabilitas ekonomi, dan stabilitas ideologi. Tanpa itu, kesejahteraan sulit dicapai,” tutur Gubernur Lemhannas.

Kang Ace mengutip kaidah ushul fiqh yang menegaskan tentang menjadi prasyarat bagi tercapainya tujuan wajib, maka menjaga prasyarat tersebut juga menjadi kewajiban.

“Di dalam kaidah ushul fiqh disebutkan, ‘Ma la yatimmul wajibu illa bihi fahuwa wajib.’ Jika sebuah tujuan tidak bisa tercapai tanpa sesuatu hal, maka hal itu menjadi wajib. Karena itu menjaga ketahanan nasional juga menjadi kewajiban kita bersama,” ucap Kang Ace.

Kepemimpinan Pilar Ketahanan Bangsa

Kang Ace menegaskan, ketahanan bangsa hanya dapat terwujud melalui kepemimpinan yang kuat dan berintegritas. 

Menurutnya, dalam masyarakat yang besar dan beragam seperti Indonesia, kepemimpinan menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas dan mengarahkan pembangunan bangsa.

“Kita tidak mungkin menciptakan stabilitas keamanan, memperkokoh ideologi kebangsaan, atau menghadirkan kesejahteraan ekonomi tanpa adanya kepemimpinan yang mampu mengorkestrasi semua potensi bangsa,” kata Kang Ace.

Gubernur Lemhannas mengutip hadis Nabi Muhammad SAW tentang tanggung jawab kepemimpinan.

“Rasulullah SAW bersabda, ‘Kullukum ra’in wa kullukum mas’ulun an ra’iyyatihi’. Setiap kalian adalah pemimpin dan setiap kalian akan dimintai pertanggungjawaban atas apa yang dipimpinnya,” ucapnya.

Dalam Islam, ujar Kang Ace, kepemimpinan selalu berkaitan dengan konsep amanah, yaitu tanggung jawab untuk melindungi dan menjaga masyarakat yang dipimpin.

“Dalam tradisi Islam, kepemimpinan itu selalu linier dengan amanah. Amanah berasal dari kata ‘amn’ yang berarti rasa aman. Maka tugas utama pemimpin adalah menciptakan rasa aman bagi masyarakatnya,” ujar Ace Hasan.

“Rasulullah pernah berkata kepada Abu Dzar, ‘Ya Aba Dzar, innaka dha’if wa innaha amanah. Wa innaha yaumal qiyamah khizyun wa nadamah.’ Wahai Abu Dzar, engkau adalah orang yang lemah dan kepemimpinan itu adalah amanah. Pada hari kiamat, ia bisa menjadi kehinaan dan penyesalan,” katanya.

Hadis tersebut, tutur Kang Ace, mengingatkan bahwa amanah bukanlah fasilitas atau kehormatan otomatis, melainkan tanggung jawab yang berat. 

“Amanah bukan fasilitas. Amanah adalah tanggung jawab besar yang harus diperoleh melalui proses yang benar dan dijalankan dengan sebaik-baiknya,” sambungnya.

Empat Nilai Kepemimpinan Nabi

Ace Hasan juga menegaskan bahwa kepemimpinan berbasis nilai dapat merujuk pada empat sifat utama Nabi Muhammad SAW, yaitu shiddiq, amanah, fathonah, dan tabligh.

Shiddiq berarti kejujuran dan konsistensi antara ucapan dan tindakan. “Pemimpin yang shiddiq tidak boleh siang berkata A lalu sore berkata Z. Tidak boleh ada jarak antara kata dan perbuatan,” ujar Kang Ace.

Amanah berarti dapat dipercaya dan menjaga tanggung jawab yang diberikan oleh Allah maupun masyarakat.

Fathonah berarti kecerdasan dalam memahami persoalan serta kemampuan mengambil keputusan yang tepat berdasarkan analisis yang matang. 

"Sedangkan tabligh berarti kemampuan menyampaikan kebijakan dengan baik sehingga masyarakat memahami dan merasakan manfaat dari kepemimpinan tersebut," kata Kang Ace alumnus Pondok Pesantren Cipasung Tasikmalaya dan sejumlah pesantren terkemuka di Jawa Barat dan Yogyakarta itu.

Dia mengingatkan bahwa ketahanan nasional Indonesia saat ini diuji oleh dinamika geopolitik global yang semakin kompleks.

“Ketahanan nasional tidak hanya soal kekuatan militer. Sebuah bangsa juga harus memiliki ketahanan energi, ketahanan pangan, dan ketahanan ekonomi,” ujarnya.

Di akhir ceramahnya, Ace Hasan menyampaikan harapan agar Indonesia senantiasa menjadi negara yang aman, makmur, dan diridai Allah SWT.

“Semoga Indonesia menjadi baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur, negeri yang baik, negeri yang makmur, yang selalu berada dalam naungan ridha dan ampunan Allah SWT,” kata Kang Ace.

Dia berharap pesan Ramadhan tersebut dapat menjadi pengingat bagi seluruh masyarakat tentang pentingnya menjaga ketahanan nasional serta menghadirkan kepemimpinan yang berbasis nilai demi kemajuan bangsa.

Editor : Agus Warsudi

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network