Buntut Lagu Erika yang Kontroversial, HMT ITB Minta Maaf dan Hapus Semua Konten OSD

Aga Gustiana
Viral lagu Erika ITB. (Foto: Ist)

BANDUNG, iNewsBandungRaya.id - Belum reda gelombang kecaman publik terhadap kasus asusila yang menyeret belasan mahasiswa Hukum UI, jagat maya kembali dihebohkan oleh konten kontroversial dari kampus ternama lainnya. Kali ini, sebuah cuplikan video penampilan Orkes Semi Dangdut (OSD) milik Himpunan Mahasiswa Tambang (HMT) ITB memicu kemarahan netizen lantaran lagu Erika liriknya dianggap merendahkan martabat perempuan.

Video yang viral tersebut memperlihatkan aksi panggung dengan lirik yang dinilai tidak pantas bagi kalangan terpelajar. Warganet menilai, status mahasiswa sebagai kaum intelektual seharusnya menjadi benteng etika, bukan justru melanggengkan narasi pelecehan meski dikemas dalam bentuk hiburan atau lagu.

Klarifikasi dan Permohonan Maaf Terbuka HMT-ITB

Menanggapi polemik yang memanas, pengurus HMT-ITB segera merilis pernyataan resmi guna meredam keresahan masyarakat. Mereka mengakui adanya kekeliruan dalam pemilihan materi lagu yang dibawakan.

"Kami menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya atas beredarnya lagu yang menimbulkan keresahan publik. Kami sangat memahami dan menyadari sensitivitas isu ini dan menyampaikan keprihatinan serta empati kepada masyarakat, khususnya perempuan," tulis pernyataan resmi organisasi tersebut yang dilansir melalui laman ITB.

Pihak himpunan menjelaskan bahwa grup OSD merupakan unit lama yang sudah ada sejak era 1970-an. Sementara itu, lagu berjudul "Erika" yang menjadi akar masalah ternyata diciptakan pada tahun 1980-an. Mereka mengakui adanya kegagalan dalam menyaring budaya organisasi agar tetap relevan dengan standar moral masa kini.

Sikap Tegas: Hapus Konten dan Evaluasi Total

HMT-ITB menegaskan bahwa konten lagu tersebut sebenarnya sangat bertolak belakang dengan nilai-nilai akademik yang mereka junjung tinggi. Mereka menyatakan tidak ada ruang bagi tindakan yang merendahkan pihak mana pun.

"Kami dengan tegas mengakui bahwa konten dalam penampilan tersebut tidak mencerminkan nilai-nilai yang seharusnya dijunjung oleh lingkungan akademik dan organisasi kemahasiswaan. HMT-ITB dengan tegas menyatakan bahwa kami tidak membenarkan segala bentuk tindakan yang merendahkan martabat individu atau kelompok manapun," tegas mereka dalam rilis yang sama.

Sebagai langkah konkret, pihak kampus dan himpunan telah berkoordinasi untuk melakukan pembersihan digital (take down) terhadap semua video dan audio terkait di berbagai platform, termasuk dokumentasi lama dari tahun 2020.

Ke depannya, organisasi ini berkomitmen melakukan perombakan internal guna memastikan kejadian serupa tidak terulang.

"Kami melakukan evaluasi internal secara komprehensif terhadap konten, pelaksanaan, serta pengawasan kegiatan atas lagu terkait dan lagu yang mengandung unsur serupa, serta meninjau kembali standar dan pedoman kegiatan organisasi agar selaras dengan nilai-nilai etika yang berkembang di lingkungan Kampus ITB dan dalam masyarakat. Bandung, 15 April 2026 Himpunan Mahasiswa Tambang ITB," tutup pernyataan tersebut.

Kasus ini menjadi pengingat bagi seluruh elemen mahasiswa bahwa tradisi organisasi yang tidak selaras dengan norma kesusilaan harus segera ditinggalkan di era modern ini.

Editor : Agung Bakti Sarasa

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network