BANDUNG, iNewsBandungRaya.id - Laga panas antara Dewa United FC dan Persib Bandung pada lanjutan Super League 2025/26 masih menyisakan perdebatan, terutama terkait kepemimpinan wasit Yoko Supriyanto.
Namun, pelatih Persib Bojan Hodak memilih tidak mempermasalahkan keputusan wasit dan justru menyoroti kesalahan para pemainnya sendiri.
Dalam pertandingan tersebut, gol pertama Dewa United sempat memicu protes pemain Persib yang mengangkat tangan karena menganggap bola sudah keluar lapangan saat dikuasai Alexis Messidoro sebelum menghasilkan assist untuk gol Alex Martins.
Namun, wasit tetap mengesahkan gol tersebut karena menilai bola belum sepenuhnya melewati garis.
Sesuai aturan, bola dinyatakan keluar jika seluruh bagian bola telah melewati garis lapangan. Ketiadaan teknologi garis gawang atau sistem pendukung penuh membuat keputusan hanya mengandalkan pengamatan wasit dan tayangan ulang VAR.
Bojan Hodak Kritik Mentalitas Pemain Persib
Alih-alih fokus pada kontroversi keputusan wasit Yoko Supriyanto, Bojan Hodak justru menilai Persib kehilangan konsentrasi pada momen penting.
“Gol pertama seperti anak-anak. Kami berhenti bermain karena menganggap bola sudah keluar,” ujar Bojan Hodak.
Dia menyampaikan, gol kedua juga terjadi akibat kesalahan individu yang seharusnya bisa dihindari.
“Kami melakukan sejumlah kesalahan yang seharusnya tidak terjadi,” tegasnya.
Laga Tetap Menarik, Tapi Banyak Kesalahan
Meski kecewa dengan hasil dan performa timnya, Bojan Hodak tetap menilai pertandingan berjalan menarik dengan banyak peluang dan gol dari kedua tim.
“Pertandingan menarik, banyak peluang, banyak gol, banyak situasi menarik. Secara pertahanan kami membuat beberapa kesalahan yang tidak seharusnya terjadi,” ujarnya.
Persaingan Klasemen Super League Makin Panas
Hasil imbang ini membuat Persib Bandung masih bertahan di puncak klasemen dengan 65 poin. Namun posisi mereka belum aman karena Borneo FC Samarinda terus menempel di peringkat kedua dengan 63 poin, sementara Persija Jakarta berada di posisi ketiga dengan 58 poin.
Dengan selisih hanya dua poin antara Persib dan Borneo FC, persaingan gelar juara diprediksi akan berlangsung hingga pekan terakhir musim.
Persib Wajib Menang Lawan Arema FC
Situasi ini membuat Persib Bandung wajib meraih kemenangan saat menjamu Arema FC di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) pada Jumat, 24 April 2026.
Hasil imbang atau kekalahan bisa membuka peluang Borneo FC untuk merebut posisi puncak, terlebih mereka akan menghadapi laga yang relatif lebih ringan melawan Semen Padang FC pada pekan yang sama.
Sementara itu, Persija Jakarta juga masih menjaga asa juara saat bertandang ke markas PSIM Yogyakarta.
Laga Persib vs Dewa United tidak hanya menyisakan hasil imbang, tetapi juga menjadi evaluasi penting bagi Maung Bandung.
Fokus, konsentrasi, dan minimnya kesalahan menjadi kunci dalam menghadapi sisa pertandingan yang semakin krusial di perebutan gelar Super League 2025/26.
Editor : Rizal Fadillah
Artikel Terkait
