BANDUNG, iNewsBandungRaya.id - Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) kini tidak hanya dipenuhi tensi tinggi persaingan lapangan hijau. Menjelang bentrokan sengit antara Persib Bandung dan Arema FC yang dijadwalkan kick-off pukul 19.00 WIB, suasana justru terasa menyejukkan berkat kehadiran para suporter tamu yang mengusung semangat persaudaraan.
Kehadiran sejumlah Aremania di jantung kota Bandung menjadi pemandangan yang menarik perhatian. Meski kedua klub memiliki sejarah rivalitas yang panjang, kedatangan para pendukung tim Singo Edan kali ini disambut dengan tangan terbuka.
Rizal, seorang Aremania yang menempuh perjalanan dari Banjarnegara, Jawa Tengah, mengungkapkan rasa syukurnya bisa menginjakkan kaki di Bandung dan berbaur dengan pendukung tuan rumah.
“Alhamdulillah senang sekali bisa bertemu dengan saudara kita yang di Bandung. Ini momentum yang harus dijaga oleh seluruh elemen suporter di Indonesia, khususnya Bobotoh, Viking, dan juga Aremania,” ujarnya.
Rizal meyakini bahwa jalinan komunikasi yang harmonis antar suporter adalah fondasi utama bagi kemajuan sepak bola tanah air. Ia menilai kedekatan emosional seperti ini memberikan warna positif bagi olahraga ini.
“Persaudaraan seperti ini yang bisa menciptakan keindahan dalam sepak bola Indonesia,” tambahnya.
Ia pun tak segan memuji keramahan warga Bandung dalam menyambut kedatangan para pendukung dari luar daerah.
“Alhamdulillah, warga Bandung menyambut kami dengan cukup baik,” katanya.
Meski menjunjung tinggi perdamaian, sebagai loyalis, Rizal tetap menaruh harapan agar Arema FC mampu mencuri poin penuh, namun dengan tetap mengedepankan sportivitas.
“Mudah-mudahan Arema bisa mendapatkan tiga poin. Tapi yang terpenting kedua tim bisa bermain dengan suportif,” ujarnya.
Senada dengan Rizal, Luqman yang datang jauh-jauh dari Malang menegaskan bahwa tujuan utama mereka bertandang ke Bandung bukan sekadar melihat skor akhir, melainkan untuk mempererat tali persaudaraan dengan kelompok suporter Viking.
“Terima kasih kepada saudara-saudara kita Viking. Kita datang ke sini bersilaturahmi,” ucapnya.
Luqman menyadari bahwa setiap suporter pasti mendambakan kemenangan bagi timnya, namun hasil di lapangan tidak boleh merusak hubungan baik di luar stadion.
“Mungkin kami mau menang, teman-teman Bandung juga mau menang. Tapi mengingat ini pertandingan, semua harus happy ending,” katanya.
Pertarungan Persib melawan Arema FC malam ini menjadi bukti bahwa kedewasaan suporter sedang diuji. Lebih dari sekadar perebutan posisi di klasemen, laga ini menjadi panggung pembuktian bahwa perdamaian dalam sepak bola Indonesia bukanlah hal yang mustahil untuk diwujudkan.
Editor : Agung Bakti Sarasa
Artikel Terkait
