BANDUNG, iNewsBandungRaya.id - Langkah nyata menuju standarisasi kualitas nasional kembali ditunjukkan oleh Program Studi S1 Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI), Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK). Selama tiga hari berturut-turut, terhitung sejak 28 hingga 30 April 2026, prodi ini resmi merampungkan agenda asesmen lapangan yang dipandu langsung oleh Lembaga Akreditasi Mandiri Sosial, Politik, Administrasi dan Komunikasi (LAMSPAK).
Kegiatan ini bukan sekadar rutinitas birokrasi, melainkan sebuah tonggak krusial bagi KPI untuk mempertegas posisi mereka sebagai program studi yang kompetitif dan memiliki kredibilitas tinggi di mata publik.
Sinergi Akademisi dan Praktisi dalam Penilaian
Proses visitasi kali ini diawasi ketat oleh dua pakar di bidang komunikasi Islam yang bertugas sebagai asesor, yakni Prof. Dr. H. Abdul Basit, M.Ag. serta Dr. Yopi Kusmiati, S.Sos.I., M.Si. Kehadiran mereka disambut langsung dengan penuh antusiasme oleh Rektor UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Prof. Dr. H. Rosihon Anwar, M.Ag., didampingi Dekan FDK, Prof. Dr. H. Enjang, M.Si., M.Ag.
Bedah Kualitas Selama Tiga Hari
Agenda asesmen disusun secara sistematis untuk memotret kondisi riil di lapangan:
Hari Pertama: Fokus pada penyelarasan visi, misi, dan profil institusi. Tim asesor melakukan pembedahan terhadap dokumen Formulir Evaluasi Diri (FED) guna mencocokkan data administratif dengan capaian yang telah diraih.
Hari Kedua: Menjadi fase paling intens. Para asesor melakukan wawancara mendalam dengan berbagai stakeholder, mulai dari dosen, staf, mahasiswa, hingga alumni. Tak berhenti di situ, mereka juga meninjau langsung kesiapan laboratorium dakwah, perpustakaan, hingga ruang kelas.
- Baca Juga:
Hari Ketiga: Tahap finalisasi yang diisi dengan klarifikasi temuan. Seluruh rangkaian ditutup dengan exit meeting guna menyampaikan catatan penting terkait hasil penilaian sementara.
Refleksi Menuju Dakwah Kontemporer
Bagi jajaran pimpinan fakultas, proses akreditasi ini menjadi ajang "berkaca" untuk melihat sejauh mana kurikulum yang ada mampu menjawab tantangan zaman.
Dekan FDK, Prof. Dr. H. Enjang, menekankan bahwa adaptasi adalah kunci utama dalam pendidikan.
“Asesmen lapangan bukan sekadar pemenuhan regulasi akreditasi, melainkan momentum refleksi untuk terus menyelaraskan kurikulum dengan dinamika industri komunikasi digital dan kebutuhan dakwah kontemporer,” ungkap Prof. Dr. H. Enjang, M.Si., M.Ag.
Harapan Besar untuk Hasil Terunggul
Dengan berakhirnya proses ini, Prodi S1 KPI berkomitmen untuk tidak berhenti berbenah. Fokus pengembangan ke depan akan diarahkan pada penguatan riset, pengabdian masyarakat yang berdampak, serta memperluas kolaborasi dengan dunia industri.
Seluruh sivitas akademika berharap hasil dari penilaian LAMSPAK ini akan membuahkan akreditasi “Unggul”, yang menjadi bukti autentik atas dedikasi mereka dalam melayani pendidikan umat dan mencetak tenaga profesional di bidang penyiaran Islam.
Editor : Agung Bakti Sarasa
Artikel Terkait
