BANDUNG, iNewsBandungraya.id – Di balik gemerlap pesta juara dan lautan biru yang mengepung Kota Kembang, ruang ganti Persib Bandung menyimpan kisah emosional yang mendalam.
Keberhasilan Maung Bandung mengunci gelar juara Super League 2025/2026 secara dramatis menyisakan tangis haru, terutama dari dua pilar lini tengah mereka, Adam Alis dan Beckham Putra Nugraha.
Pernyataan emosional kedua pemain ini pasca-laga penentu kontra Persijap Jepara di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Sabtu (23/5/2026) kemarin, langsung viral dan menyentuh hati jutaan Bobotoh.
Perjuangan Menguras Mental, Adam Alis: Ini Musim Terberat Saya
Bagi Adam Alis, trofi juara musim ini terasa sangat menguras energi dan mental. Gelandang elegan kepunyaan Persib ini tidak bisa menyembunyikan rasa emosionalnya saat ditemui awak media di koridor ruang ganti pemain. Dengan mata yang berkaca-kaca, Adam mengaku bahwa persaingan musim ini adalah yang paling melelahkan sepanjang karier profesionalnya.
"Jujur, ini adalah salah satu musim terberat dalam karier sepak bola saya. Tekanan dari luar dan dalam luar biasa besar. Terutama tekanan konstan dari Borneo FC di papan atas klasemen yang tidak membiarkan kami bernapas lega sedikit pun," ungkap Adam Alis sembari menyeka keringatnya.
Adam menambahkan, setiap pekan dirasakan bak partai final karena margin poin yang sangat tipis dengan rival terdekat. "Setiap malam kami kepikiran, tidak boleh ada salah sedikit pun. Tapi alhamdulillah, kerja keras dan kekompakan tim ini dibayar tuntas dengan piala ini. Trofi ini bukti kalau kami tidak goyah oleh tekanan," tegasnya.
Mentalitas Juara hingga Detik Akhir, Beckham Persembahkan untuk Jawa Barat
Senada dengan sang senior, wonderkid sekaligus motor serangan Persib, Beckham Putra Nugraha, juga terlihat sangat emosional. Pemain bernomor punggung 7 ini langsung bersujud syukur di lapangan begitu peluit panjang berbunyi, sebelum akhirnya larut dalam pelukan tim pelatih.
Bagi Beckham, keberhasilan meraih hattrick juara liga ini adalah pembuktian atas mentalitas baja yang dimiliki skuad asuhan Bojan Hodak. Meskipun di laga pamungkas kemarin mereka harus puas ditahan imbang 0-0 oleh Persijap, fokus dan ketenangan tim tetap terjaga hingga detik akhir kompetisi.
"Kami tahu beban sejarah ada di pundak kami. Tapi mentalitas juara tim ini benar-benar teruji. Kami tidak panik, kami saling percaya di lapangan sampai detik terakhir," kata Beckham dengan suara bergetar menahan haru.
Secara khusus, pemain asli binaan Persib ini mempersembahkan keberhasilan historis ini untuk seluruh masyarakat Jawa Barat yang tidak pernah berhenti memberikan dukungan, baik di saat tim menang maupun terpuruk.
"Trofi bergengsi ini khusus saya persembahkan untuk seluruh masyarakat Jawa Barat dan Bobotoh di mana pun berada. Kalian adalah energi kami. Tanpa doa dan spanduk dukungan kalian di stadion, kami tidak akan kuat berdiri di sini sebagai juara," pungkas Beckham.
Bandung Membiru Sambut Sang Pahlawan
Ungkapan haru dari ruang ganti ini seolah menjadi bahan bakar emosional bagi ratusan ribu Bobotoh yang siang ini, Minggu (24/5/2026), memadati rute konvoi juara dari Gedung Sate menuju Gedung Merdeka.
Pernyataan Adam dan Beckham kini ramai dikutip di berbagai platform media sosial dan menjadi simbol bahwa trofi Super League 2025/2026 ini bukan sekadar piala biasa, melainkan buah dari air mata, ketangguhan mental, dan cinta yang mendalam untuk pasundan.
Editor : Vitrianda Hilba Siregar
Artikel Terkait
