BANDUNG, iNewsBandungRaya.id - Langkah nyata untuk mendukung masyarakat yang ingin memulai lembaran hidup baru kembali dihadirkan oleh Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Jawa Barat. Melalui program penghapusan tato tanpa dipungut biaya, lembaga ini berkomitmen mendampingi warga yang tengah berproses hijrah sekaligus membantu mereka membuka akses yang lebih luas di dunia kerja.
Aksi sosial yang menyasar masyarakat marginal ini dilaksanakan di Pondok Pesantren Anak Jalanan Attamur, Kabupaten Bandung, Kamis (2/7/2026). Program ini menjadi bukti bagaimana dana zakat, infak, dan sedekah dapat dikelola secara produktif untuk menyentuh langsung aspek sosial dan dakwah.
Dorong Kemandirian Ekonomi Tanpa Stigma
Wakil Ketua III Baznas Jawa Barat, Zaki Hilmi, M.A., mengungkapkan bahwa kehadiran tato di tubuh kerap kali menjadi dinding penghalang yang tidak kasat mata bagi sebagian orang, terutama saat mereka mencoba mencari nafkah secara formal.
"Kita ingin memfasilitasi saudara-saudara kita yang ingin melakukan kebaikan, ingin hijrah. Yang kedua juga ingin mendapatkan kesempatan bekerja, karena memang diakui selama ini lapangan kerja bagi mereka agak terkendala ketika memiliki tato," ujar Zaki.
Antusiasme warga terbilang luar biasa. Dari kuota awal yang dipatok untuk 20 orang, tercatat ada 22 peserta yang datang dan berhasil diakomodasi. Pembatasan ini terpaksa dilakukan mengingat metode medis yang digunakan memerlukan ketelitian tinggi serta memakan durasi yang tidak sebentar, tergantung pada ukuran dan kerumitan gambar pada kulit peserta.
Proses Bertahap Selama Tiga Bulan
Menghilangkan pigmen tinta di dalam kulit bukanlah perkara instan. Zaki memaparkan bahwa setiap peserta harus melewati sedikitnya tiga fase tindakan medis yang terjadwal selama kurun waktu tiga bulan berturut-turut agar hasilnya maksimal dan aman bagi kesehatan.
"Tahap pertama yang sekarang dilakukan untuk menghapus warna hitam atau dasar tato. Bulan berikutnya untuk tato berwarna, kemudian tahap ketiga penghalusan sisa-sisa tato yang masih ada," jelasnya.
Lebih dari sekadar tindakan medis, esensi utama dari gerakan ini adalah memutus rantai pandangan miring dari lingkungan sekitar. Dengan kulit yang kembali bersih, para peserta diharapkan bisa kembali memupuk rasa percaya diri mereka di tengah masyarakat.
"Salah satu dampak yang ingin kita capai adalah menghapus stereotipe terhadap mereka yang selama ini bertato agar bisa mendapatkan lapangan pekerjaan karena tidak memiliki tato lagi," katanya.
Jangkau Peserta Luar Daerah, Program Siap Diperluas
Menariknya, gaung dari program kebaikan ini ternyata terdengar hingga ke pelosok Jawa Barat. Mereka yang datang ke lokasi acara tidak hanya berdomisili di kawasan Bandung Raya saja, melainkan ada yang rela menempuh perjalanan jauh dari Sukabumi, Kuningan, Bogor, hingga Kabupaten Bekasi.
Merespons tingginya harapan dan permintaan dari masyarakat luas, Baznas Jawa Barat memberi sinyal hijau untuk segera menduplikasi kegiatan serupa ke berbagai kota dan kabupaten lain dalam waktu dekat.
"Baznas Jabar akan merencanakan kegiatan berikutnya lagi karena atensi dari berbagai daerah cukup banyak. Kemungkinan kegiatan selanjutnya kami akan menyambangi lokasi-lokasi yang memang banyak permintaan untuk fasilitasi penghapusan tato," pungkasnya.
Editor : Agung Bakti Sarasa
Artikel Terkait
