Persebaya Juara Piala Presiden 2026, Penantian Panjang Selama 22 Tahun

Deni Mulyana
Persebaya Surabaya tampil sebagai juara Piala Presiden 2026, setelah di final mengalahkan Persib Bandung lewat adu penalti dengan skor 6-5 (1-1), Selasa (6/8/2026) malam. (Foto: Dok. Piala Presiden 2026).

GIANYAR, iNewsBandungRaya.id – Tim Persebaya Surabaya tampil sebagai juara Piala Presiden 2026, setelah di partai final mengalahkan Persib Bandung lewat adu penalti dengan skor 6-5 (1-1) di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar Bali, Kamis (6/8/2026) malam.

Babak adu penalti digelar setelah kedua tim bermain imbang 1-1 selama waktu normal 2x45 menit plus babak tambahan 2x15 menit. Di waktu normal 90 menit, tim Bajul Ijo memimpin skor terlebih dulu lewat gol Ramadhan Sananta pada menit 20. Sananta berhasil menjebol gawang Persib, dengan tendangan first time-nya memanfaatkan umpan silang dari Rachmat Irianto.

Namun selang 4 menit, Maung Bandung berhasil menyamakan kedudukan lewat gol Patricio Matricardi, memanfaatkan umpan heading Uilliam Barros dalam sebuah kemelut di kotak penalti, yang berawal dari umpan Luciano Guaycochea. Skor 1-1 pun bertahan hingga turun minum.

Memasuki babak kedua, Pelatih Persib Igor Tolic memasukkan Al Hamra Hehanussa menggantikan Ikhwan Ali Tanaman. Sedangkan dari kubu Persebaya, Pelatih Bernardo Tavares menganti kiper Ernando Ari oleh M Reza Pratama.

Pergantian pemain kembali dilakukan Coach Tolic pada menit 54, dengan menarik Luciano yang mengalami cedera digantikan Dedi Kusnandar. Sementara Persebaya melakukan 3 pergantian pemain sekaligus pada menit 64. Toni Firmansyah, Yann Kevin Mabella, dan Rciky Pratama masuk menggantikan Rachmat Irianto, Malik Risaldi, dan Arief Catur Pamungkas.

Lalu pada nenit 71, dari kubu Persib, masuk Julio Cesar dan Mariano Peralta menggantikan Gabriel Mutomba dan Luka Menalo. Sedangkan di tim Bajul Ijo, Coach Tavares memasukkan Gledson Paixao menggantikan Sananta. Namun sejumlah pergantian pemain tersebut tak mampu mengubah skor. Hingga akhir babak kedua, kedudukan masih tetap sama kuat 1-1, hingga laga harus dilanjutkan dengan babak tambahan.

Guna memulihkan kekuatan timnya, Coach Tolic kembali melakukan pergantian di babak pertama waktu tambahan. Di menit 100, 3 pemain dimasukkan, yakni M Adzikry Fadillah, Nazriel Alfaro, dan Ramon Tanque. Ketiganya menggantikan Adam Alis, Gakuto Notsuda, dan Balsa Sekulic. Sayangnya memasuki menit 113, Persib harus bermain dengan 10 orang, setelah Peralta mendapatkan kartu merah langsung. Sementara Coach Tavares menarik Francisco Rivera digantikan Diogo Sa Ramalho di menit 114.

Selanjutnya di masa injury time babak kedua tambahan, tepatnya di menit 120+2, Coach Tolic melakukan spekulasi dengan mengganti kiper Teja Paku Alam oleh Fitrah Maulana untuk dipersiapkan menghadapi adu penalti. Babak tambahan waktu pun berakhir dan skor tetap sama kuat 1-1.

 

Dua Penendang Persib Gagal, Persebaya Juara

Karena skor tetap imbang, laga pun harus diselesaikan lewat adu penalti. Persib yang mendapat giliran menendang pertama, gagal menjebol gawang Persebaya, setelah tendangan Uilliam Barros bisa diblok Reza Arya. Sementara penendang pertama Persebaya, Miguel Angelo sukses memperdaya Fitrah Maulana. Skor awal pun menjadi 1-0 untuk keunggulan Persebaya.

Selanjutnya 3 penendang dari kedua tim sukses melakukan tugasnya. Dari kubu Persib, ketiganya yakni Matricardi, Ramon Tanque, dan Kakang Rudianto. Sedangkan dari kubu Persebaya, yakni Risto Mitrevski, Yann Kevin Mabella, dan Diogo Sa Tamalho. Sehingga skor menjadi 4-3, masih untuk keunggulan tim Bajul Ijo.

Memasuki penendang kelima atau terakhir, kedudukan menjadi sama kuat 4-4, setelah tendangan Yuran Fernandes berhasil diblok Fitrah. Sementara penendang keempat Persib, Julio Cesar berhasil menggetarkan jala gawang tim Bajul Ijo.

Karena kedudukan sama kuat, adu penalti pun dilanjutkan ke penendang berikutnya hingga salah satu tim lebih unggul. Memasuki penendang keenam, kedudukan masih imbang dengan skor 5-5, setelah Dedi Kusnandar dari Persib, dan Jose Walber Mota sama-sama sukses mencetak gol.

Laga pun dilanjutkan ke penendang keenam. Giliran keenam inilah yang akhirnya Persebaya berhasil memenangi laga, setelah tendang Al Hamra Hehanussa dari Persib, berhasil digagalkan Reza Arya, sementara tendangan pemain Persebaya Gledson Paixao behasil merobek gawang Fitrah.

Skor akhir pun menjadi 6-5 untuk kemenangan Persebaya. Tim Bajul Ijo pun ditasbihkan sebagai juara Piala Presiden 2026, dan berhak atas hadiah sebesar Rp8 miliar.

 


Penyerang Persebaya Ramadhan Sananta merayakan golnya ke gawang Persib pada laga final Piala Presiden 2026 di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar Bali, Kamis (6/8/2026) malam. (Foto: Dok. Piala Presiden 2026).
 

Trofi Pertama Piala Presiden setelah Puasa Gelar sejak 2004

Kemenangan ini pun disambut rasa gembira dan haru dari seluruh anggota tim Bajul Ijoa. Betapa tidak, trofi Piala Presiden 2026 ini ibarat melepas dahaga Persebaya yang sudah 22 tahun puasa gelar. Bajul Ijo terakhir kali meraih trofi juara pada Liga Indonesia 2004. Trofi Piala Presiden tahun ini pun menjadi yang pertama bagi Persebaya. Keberhasilan itu sekaligus membalas kegagalan mereka pada final edisi 2019 ketika dikalahkan Arema FC. Sebelumnya, dalam 7 edisi yang telah digelar, titel juara masing-masing disandang oleh Persib, Persija Jakarta, dan Port FC dengan 1 gelar, serta Arema 4 kali juara.

Seusai laga, Coach Bernardo Tavares menyampaikan rasa bahagia dan terima kasihnya atas prestasi yang diraih timnya di masa pramusim ini. "Saya sangat bangga dengan tim dan para pemain saya karena selama 22 tahun Persebaya tidak ada gelar juara, 22 tahun. Jadi, saya berharap Bonek dan Bonita menghargai kerja keras para pemain karena mereka layak mendapatkannya," ungkap Coach Tavares dalam wawancara televisi, seusai laga.

"Tidak mudah untuk bertanding tanpa waktu pemulihan yang cukup. Dan menurut saya, malam ini adalah malam yang luar biasa. Terima kasih kepada Bonek dan Bonita, serta terima kasih kepada tim saya karena mereka telah berjuang hingga akhir," lanjut Tavares dengan mata sedikit berkaca-kaca.

Pelatih asal Portugal ini pun menyampaikan rasa hormatnya kepada tim Persib, yang sudah sama-sama berjuang di laga final tersebut. Karena, menurutnya, kalah lewat adu penalti di partai final itu sangat berat, seperti yang pernah ia alami.

“Untuk Persib, mereka juga telah berjuang keras dan sama-sama layak mendapatkan apresiasi. Namun sayangnya hanya satu tim yang bisa keluar sebagai pemenang. Saya mendoakan kesuksesan mereka di kompetisi AFC, karena sangat penting bagi Indonesia untuk mengumpulkan poin,” ucap Tavares.

Kiper Reza Arya mewakili pemain, juga menyampaikan rasa syukurnya atas pencapaian Persebaya di turnamen pramusim ini. Bagi Reza, ini merupakan trofi keduanya bersama Coach Tavares. Sebelumnya saat membela PSM Makassar, ia bersama Tavares meraih gelar juara Liga 1 2022-2023.

“Alhamdulillah malam ini kita bisa meraih kemenangan. Impian panjang tim Persebaya akhirnya bisa terwujud. Dan saya sangat berterima kasih kepada teman-teman hari ini sangat bekerja keras karena kita tahu kita tidak mempunyai banyak waktu untuk istirahat,” ujarr Reza.

Menurut Reza, gelar juara ini baru awal dari perjuangan timnya karena ini baru pramusim, sedangkan pertarungan sebenarnya akan terjadi di Super League 2026-2027 mendatang. “Yang paling penting nanti kita bisa menjalani Liga dengan bagus, karena Liga ini sangat panjang. Kita ini masih pemanasan tapi alhamdulillah bisa menjadi juara. Dan semoga nanti di Liga kita bisa tampil konsisten,” kata Reza.

 


Penyerang Persib Uilliam Barros berebut bola dengan bek Persebaya Yuran Fernandes dalam duel udara pada laga final Piala Presiden 2026 di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar Bali, Kamis (6/8/2026) malam. (Foto: Dok. Piala Presiden 2026).
 

Persib Alihkan Fokus ke AFC Champions League Two

Sementara itu, Pelatih Persib Igor Tolic menyampaikan ucapan selamat kepada tim Persebaya yang telah berhasil meraih gelar juara. Persib sendiri akhirnya harus puas menempati posisi runner-up, dengan mendapat hadiah sebesar Rp3,5 miliar. Menurut Tolic, tim Bajul Ijo yang tampil baik sepanjang turnamen, sangat layak tampil sebagai juara. Ia mengaku timnya banyak mendapatkan pelajaran dan pengalaman dari turnamen pramusim ini.

“Kami berhasil mencapai babak final dengan kondisi skuat yang tidak lengkap. Kami banyak mengandalkan pemain muda, dan pada akhirnya kami kalah lewat adu penalti. Bahkan saat harus bermain dengan satu pemain lebih sedikit (setelah Peralta dikartu merah), kami mampu bertahan dengan baik. Jadi, ada banyak hal positif yang bisa dipetik dari pertandingan-pertandingan ini,” ujar Coach Tolic dalam sesi konferensi pers seusai laga.

Ia pun tak terlalu mempersoalkan kekalahan timnya yang terjadi karena adu penalti. “Adu penalti memang seperti lotere. Tapi hari ini meski sempat tertinggal 1-0, kami berhasil menyamakan kedudukan menjadi 1-1, bahkan saat harus bermain dengan satu pemain lebih sedikit.

Jadi, meski kami bukan juara, saya rasa para penggemar bisa merasa senang dengan apa yang mereka saksikan. Serta melihat bagaimana penampilan tim dan gambaran permainan kami untuk musim depan,” papar Tolic.

Coach Tolic sendiri menilai, secara umum penampilan anak-anak asuhnya cukup baik selama turnamen. Namun Tolic lebih menekankan pada tingginya motivasi dan semangat juang para pemainnya sepanjang pertandingan.

“Sebagian pemain sangat bagus, sementara yang lain mungkin kurang maksimal. Namun yang tidak bisa disanggah soal motivasi, cara mereka bermain, semangat saat turun ke lapangan, maupun hasrat mereka untuk menang. Kami mempertahankan mentalitas pemenang hingga akhir,” tegas Tolic.

Seusai Piala Presiden ini, tegas Tolic, tim akan kembali fokus mempersiapkan diri menggadapi laga-laga berikutnya, dengan yang terdekat yakni kualifikasi AFC Champions League Two, menghadapi Manila Digger FC pada 31 Agustus mendatang. Namun sebelumnya, tim Maung Bandung akan melakukan pemusatan latihan di Pulau Bali, yang juga akan diisi dengan laga uji coba di ajang Dewata Challenge Series 2026, bersama Bali United dan Sabah FC.

“Saya berharap kami bisa mempersiapkan diri untuk Liga, kualifikasi Liga Champions, dan segala tantangan yang ada di depan mata. Serta berharap para pemain terus bermain dengan performa seperti ini,” pungkas pelatih asal Kroasia ini.

 


Pemain Persebaya Francisco Rivera terpilih sebagai Pemain Terbaik Piala Presiden 2026. (Foto: instagram/ officialpialapresiden).
 
Persija Raih Peringkat Ketiga, Francisco Rivera Pemain Terbaik

Sementara itu, tim Persija Jakarta akhirnya meraih gelar peringkat 3 setelah berhasil mengalahkan Arema FC 3-1 pada laga perebutan tempat ketiga yang digelar Kamis (6/8/2026) mulai pukul 15.30 WIB. Tiga gol tim Macan Kemayoran disumbangkan Witan Sulaeman (6), Arlyansyah Abdulmanan (72), dan Victor Detha (86), sementara gol tunggal Arema dicetak Salim Tuharea (27).

Dengan keberhasilan meraih peringkat 3 tersebut, Persija berhak atas hadiah sebesar Rp2,5 miliar, sementara Arema sebagai peringkat 4 mendapatkan Rp1,5 miliar. Selain menyerahkan hadiah dan trofi kepada tim pemenang, Steering Committee Piala Presiden 2026 pun memberikan penghargakan individu kepara para pemain terbaik, serta suporter terbaik.

Tiga penghargaan prestius disabet pemain dari tim yang masuk 4 Besar. Selain menyabet gelar juara, Persebaya juga mendapatkan penghargaan individu lewat Francisco Rivera sebagai Pemain Terbaik, serta Bonek sebagai Suporter Terbaik. Sedangkan untuk penghargaan Pemain Muda Terbaik disabet Arlyansyah Abdulmanan dari Persija yang merupakan tim peringkat 3. Sementara untuk Top Skorer atau pencetak gol terbanyak diraih Gustavo Henrique dari Arema yang mengemas 4 gol dalam 3 laga yang dilakoninya di fase penyisihan grup. Para pemenang penghargaan tersebut mendapatkan hadiah masing-masing sebesar Rp100 juta.

Daftar Penerima Penghargaan Piala Presiden 2026:

Juara: Persebaya Surabaya

Runner-up: Persib Bandung

Peringkat ketiga: Persija Jakarta

Peringkat keempat: Arema FC

Pemain Terbaik: Francisco Rivera (Persebaya Surabaya)

Pemain Muda Terbaik: Arlyansyah Abdulmanan (Persija Jakarta)

Pencetak Gol Terbanyak: Gustavo Henrique (Arema FC)

Suporter Terbaik: Persebaya Surabaya.

Editor : Abdul Basir

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network