Akses Penyeberangan di Gasibu Bandung Bikin Warga Waswas, Trotoar Tinggi Jadi Sorotan

Bennazir
Fasilitas jalan dan akses penyeberangan serta pembatas penyeberangan, serta trotoar yang terlampau tinggi menyulitkan mobilitas warga di kawasan Lapangan Gasibu, Kota Bandung. (Foto:Istimewa)

BANDUNG, iNewsBandungRaya.id - Pejalan kaki mengeluhkan fasilitas jalan dan akses penyeberangan serta pembatas penyeberangan, serta trotoar yang terlampau tinggi dianggap menyulitkan mobilitas warga di kawasan Lapangan Gasibu, Kota Bandung. 

Herawan (50 tahun), mengungkapkan rasa waswasnya saat harus menyeberang jalan. Kendati terbantu oleh keberadaan lampu lalu lintas (traffic light), laju kendaraan yang tinggi kerap membahayakan penyeberang.

"Keluhannya penyeberangan agak susah sekarang mah. Kendaraannya pada kencang, jadi harus ekstra hati-hati. Untung masih ada setopan (lampu lalu lintas)," ujar Herawan saat ditemui kawasan Gasibu, Bandung, Selasa (1/9/2026).

Selain masalah laju kendaraan, kontur akses penyeberangan jalan dan trotoar berundak atau ber-"jendolan" tinggi yang sempat viral di media sosial turut dikeluhkan. 

Menurutnya, ketinggian trotoar serta akses penyeberangan yang tidak rata sangat menyulitkan pejalan kaki perempuan, lansia, hingga ibu-ibu, terutama saat kawasan tersebut dipadati warga di akhir pekan.

"Ngerasa terkendala. Harusnya di situ (Trotoar) dibuat rata. Kalau laki-laki mungkin enggak terlalu masalah, tapi kalau untuk cewek atau ibu-ibu yang sering menyeberang kan susah, apalagi kalau hari Minggu ramai," tuturnya.

Ia berharap dalam proses perbaikan dan penataan fasilitas di kawasan Gasibu ini, pemerintah memperhatikan asas kenyamanan dan aksesibilitas bagi seluruh pengguna jalan kaki yang beraktivitas di sana setiap harinya.

"Ya penginnya mah nyaman buat pengguna jalan seperti saya yang tiap pagi lewat sini. Biar aman dan enggak menyusahkan," pungkasnya.

Senada dengan Herawan, warga lainnya, Rini (35) juga mengeluhkan fasilitas trotoar di sekitar Lapangan Gasibu yang dinilai terlalu tinggi untuk dipanjat pejalan kaki.

​"Bagi saya perempuan, untuk naik trotoar terlalu tinggi, Kang. Harapan sih ada perbaikan, ya, supaya pengguna jalan nyaman dan tidak susah," ungkap Rini.

​Ia menambahkan, perombakan akses jalan yang kini menjadi dua jalur membuat pejalan kaki harus meningkatkan kewaspadaan ekstra saat hendak menyeberang. Ketinggian trotoar semakin memperlambat pergerakan warga saat berupaya menyelamatkan diri dari arus lalu lintas.

​"Selain itu, sekarang jalannya dua jalur, kita harus hati-hati. Mau naik trotoar juga lama (karena terlalu tinggi)," tegasnya. (*)

 

Editor : Abdul Basir

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network