BANDUNG, iNewsBandungRaya.id - Dua wakil Universitas Negeri Sebelas Maret (UNS) Solo menjadi juara nasional di nomor ganda putra dan ganda putri di ajang Campus League 2026 Badminton The Nationals bergulir di GOR Bandung, Jalan Jakarta Kota Bandung, mulai 21 hingga 25 September 2026.
Dalam turnamen bergengsi ini, sebanyak 161 student-athlete dari 26 universitas berlaga di lapangan baik di sektor beregu maupun individu. Mereka berasal dari berbagai kampus di Surabaya, Semarang, Yogyakarta, Surakarta Bandung, Cimahi, Jakarta dan Depok yang berhasil meraih tiket ke The Nationals. Di sektor individu, enam nomor pertandingan digelar yakni tunggal putra, tunggal putri, ganda putra, ganda putri, ganda campuran, dan 3v3.
Dalam partai final sektor individu yang digelar Rabu (23/9/2026), ganda putra utusan UNS, Adna Farrell Nugroho/Muhammad Khalil M Abdullah meladeni perlawan Demorza Naafi/Muhammad Halim As Sidiq dari Universitas Negeri Jakarta. Sempat tertinggal dua angka di menit awal set pertama, Nugroho-Abdullah langsung tancap gas meninggalkan lawan 5-2 hingga berakhir dengan skor 15-9. Pada babak kedua, Nugroho-Abdullah bermain cepat lalu meninggalkan rival mereka 9-2. Babak kedua berakhir telak 15-6 untuk kemenangan UNS.
Pertandingan paling alot terjadi di nomor ganda putri. Duta UNS, Lintang Ari Rahmawati/Tanaya Yafiyah Darojat menjamu unggulan pertama Binus University, Feodora H. Eltriannisa/Veren Irvana Daula. Set pertama diwarnai aksi saling menyamakan kedudukan hingga 11 kali dari 1-1 sampai 5-5. Sempat meninggalkan UNS 7-5, Binus disusul rival 7-7. UNS “membersamai” Binus dari 7-7 hingga 12-12, lalu ketinggalan 12-15. Set kedua kembali diwarnai nilai kembar dari 1-1 sampai 4-4.
Perlahan, UNS meninggalkan Binus hingga membalik keadaan dengan menang 15-9. Rubber-set pun terjadi. Susul menyusul angka tak terhindarkan. Mulanya, kubu Binus unggul. Namun setelah skor kembar 5-5, UNS selangkah demi selangkah meninggalkan Binus hingga menang dengan poin ketat 15-13. Merespons kekalahan pada set pertama, Lintang mengaku tegang dan tengah berupaya membaca pola permainan lawan seraya menemukan rasa percaya dirinya.
“Tipe permainan Binus beda dengan kami. Kalau kami, lebih banyak main loop dan chop. Binus kebanyakan pakai teknik menyerang. Saya sempat kurang siap dan tidak percaya diri dengan kualitas pertahanan kami,” ungkap Lintang, mengapresiasi performa lawan.
Tanaya menambahkan, kunci kemenangan mereka adalah menjaga motivasi dan menjernihkan komunikasi dengan rekan kerja. Ia bersyukur, menang di tingkat regional maupun nasional. “Saya senang bisa membawa nama UNS ke tingkat nasional,” imbuh Tanaya.
Beralih ke tunggal putri, Alfira Deanika (Universitas Islam Indonesia) menjamu unggulan kedua Universitas Padjadjaran, Maria Veronica Ngadien Prawesti. Di luar dugaan, Prawesti takluk dua set langsung, 15-9 dan 15-6. Deanika pun melenggang ke podium tertinggi.
Di sisi lain, nomor ganda campuran menjelma medan tempur bagi dua kampus Jakarta. Khaddhaffy A Ramadhan/Alya Ardelia (Universitas Budi Luhur) kontra Muhammad Halim As Sidiq/Citra Murdiningrum Surono (Universitas Negeri Jakarta), berlangsung dalam tiga set. Ramadhan-Ardelia berhasil memaksa rival berhenti di posisi runner-up dengan skor 15-17, 15-8, dan 15-9.
Rubber set juga terjadi pada pertandingan tunggal putra. Akmal Zaidan Pamuji (Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto) merentang kesabaran kala menghadapi permainan agresif Muhammad Bagus Suyarto (Universitas Budi Luhur Jakarta). Unggul di set pertama, Pamuji tumbang di set kedua, lalu kembali menemukan kekuatannya lagi pada babak pamungkas.
Ia memupus impian Suyarto untuk bertakhta di podium tertinggi, dengan skor 10-15, 15-11, dan 13-15. Pamuji mengakui Suyarto lawan tangguh. Ia pun menguak apa yang sebenarnya terjadi di set kedua. Berkaca pada laga final Campus League 2026 Badminton The Nationals, Pamuji belajar banyak soal membaca permainan lawan, pentingnya daya tahan, dan menyusun strategi.
“Set kedua, saya akui terlalu santai akhirnya jadi ragu sendiri. Cuma di set ketiga saya diingatkan coach Gery, untuk lebih fokus pada medan depan karena shuttlecock dari lawan sangat kencang. Jadi pertahanan depan harus dijaga,” Pamuji memaparkan.
Pelatih tim Unsoed, Eranio Gery Sudiro SPd membenarkan bahwa Campus League Badminton menjadi wadah para student-athlete belajar banyak hal. Bukan mengejar angka semata.
“Dulu saya sering ikut turnamen seperti ini. Campus League adalah yang terbaik. Ada banyak manfaat dari turnamen ini. Pertama, eksposur luar biasa. Kalau ada yang positif seperti ini, prestasi di bidang olahraga, jadi viral. Kedua, para student-athlete makin terlecut semangatnya dalam berlatih dan memahami pentingnya berkompetisi di level regional juga nasional,” ulas Gery.
Yang tak kalah menarik, babak final 3v3. Rangga Arda Rheta/Agnia Sri Rahayu/Deandra Ikhsan Gunawan (STKIP Pasundan Cimahi) dan tim Muhammad Irsya Mubarok/Alya Zafira/Ardha Tanu Widarma (Universitas Gunadarma) berebut gelar juara di lapangan. Trio dari Cimahi akhirnya memetik kemenangan dalam dua set, 15-7 dan 15-8.
Head of Media and Publication Campus League Hedi Novianto memberikan keterangan pers seusai pertandingan final kategori individu Campus League 2026 Badminton Nationals di GOR Bandung, Jalan Jakarta Kota Bandung, Rabu (23/9/2026). (foto: istimewa)
Musim Depan Campus League Badminton Digelar di 5 Regional
Head of Media and Publication Campus League, Hedi Novianto, membeberkan fakta bahwa tiga dari enam partai bergulir dalam rubber-set menyiratkan panasnya persaingan dalam memperebutkan gelar juara.
“Persaingannya sengit. Sebagian student-athlete yang tampil di The Nationals sudah terbiasa tampil di sirnas (sirkuit nasional). Peta kekuatan mereka tidak beda jauh, makanya terjadi banyak rubber-set,” urainya.
Hedi menambahkan, Campus League 2026 di cabor badminton langkah awal untuk menyemai bibit-bibit pebulutangkis unggulan. Bandung dan Semarang telah memperlihatkan semangat kompetisi sekaligus sportivitas. Ke depan, Campus League Badminton akan melibatkan lebih banyak regional di Indonesia.
“Kami merencanakan empat regional untuk Campus League Badminton tahun depan. Kami selalu di awal merencanakan lebih dari tiga atau empat regional di Pulau Jawa. Kemungkinan, tahun depan di Surabaya, Semarang, Yogyakarta, Bandung, dan Jakarta. Kami mesti meriset ulang apakah Yogyakarta dan Semarang bisa disatukan atau terpisah,” beri tahu Hedi.
Sebelumnya, Campus League Badminton Regional 2026 digelar di dua kota, Semarang dan Bandung dengan mempertandingkan kategori individu, beregu, serta 3v3. Campus League Badminton menyapa Semarang mulai 26 sampai 29 Agustus 2026 di Polytron Stadium, Universitas Diponegoro, dengan melibatkan 149 student-athlete dari 17 kampus.
Sementara itu, di Kota Kembang, Campus League 2026 - Badminton mencapai puncaknya di GOR Bandung, dari 15 sampai 18 September 2026. Sekitar 150 student-athlete dari 23 kampus di Bandung dan sekitarnya adu kemampuan hingga strategi di arena. The National berlanjut dengan mempertandingan kategori beregu. Babak penyisihan yang dibagi dalam 3 grup, dimulai pada Rabu (23/9/2026) hingga Kamis (24/9/2026), dan babak final pada Jumat (25/9/2026) mendatang.
Pemenang Kategori Individu Campus League 2026 Badminton The Nationals
Tunggal Putra
Juara : Akmal Zaidan Pamuji (Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto)
Runner-up : Muhammad Bagus Suyarto (Universitas Budi Luhur Jakarta)
Peringkat 3 : Nopriansyah Adi Gunawan (Universitas Bhayangkara Jakarta Raya Bekasi)
Tunggal Putri
Juara : Alfira Deanika (Universitas Islam Indonesia Yogyakarta)
Runner-up : Maria Veronica Ngadien Prawesti (Universitas Padjadjaran Bandung)
Peringkat 3 : Aura Ihra Aulia (Univesitas Bina Nusantara Jakarta)
Ganda Putra
Juara : Adna Farrell Nugroho/Muhammad Khalil M Abdullah (Universitas Negeri Sebelas Maret Solo)
Runner-up : Demorza Naafi/Muhammad Halim As Sidiq (Universitas Negeri Jakarta)
Peringkat 3 : Muhammad Syadad A-Faruq/Defri Faudi Ghilman (Universitas Widyatama Bandung)
Ganda Putri
Juara : Lintang Ari Rahmawati/Tanaya Yafiyah Darojat (Universitas Negeri Sebelas Maret Solo)
Runner-up : Feodora H Eltriannisa/Veren Irvana Daula (Binus University Jakarta)
Peringkat 3 : Ayuningtyas Putri Nur Setyowati/Maghfiro Ah Arista (Universitas Negeri Sebelas Maret Solo)
Ganda Campuran
Juara : Khaddhaffy A Ramadhan/Alya Ardelia (Universitas Budi Luhur)
Runner-up : Muhammad Halim As Sidiq/Citra Murdiningrum Surono (Universitas Negeri Jakarta)
Peringkat 3 : Deandra Ikhsan Gunawan/Agnia Sri Rahatyu (STKIP Pasundan Cimahi)
3v3
Juara : Rangga Arda Rheta/Agnia Sri Rahayu/Deandra Ikhsan Gunawan (STKIP Pasundan Cimahi)
Runner-up : Muhammad Irsya Mubarok/Alya Zafira/Ardha Tanu Widarma (Universitas Gunadarma)
Peringkat 3 : Ryan Adi Wicaksono/Ayu Dian Pertiwi/Muhammad Rafael Ramadhani (Universitas Negeri Semarang). (*)
Editor : Abdul Basir
Artikel Terkait
