Tren Adopsi Kendaraan Listrik Meningkat di Jabar, Pengamat Soroti Pentingnya Fasilitas Rumah

Aga Gustiana
Ilustrasi Home Charging. (Foto: Ist)

BANDUNG, iNewsBandungRaya.id - Transformasi ekosistem kendaraan listrik (EV) di Tanah Air tidak cukup hanya bertumpu pada masifnya penjualan unit kendaraan, melainkan sangat bergantung pada ketersediaan sarana pendukungnya. Pengamat sekaligus akademisi bidang Teknik Elektro dari Politeknik Negeri Bandung (Polban), Indra Chandra Joseph Riadi, mengungkapkan bahwa fasilitas pengisian daya di rumah atau home charging memegang peranan krusial sebagai fondasi utama dalam membentuk kultur berkendara yang ramah lingkungan.

"Kalau infrastruktur pengisian daya tersedia dan mudah digunakan, masyarakat akan memiliki pengalaman yang lebih sederhana dalam menggunakan kendaraan listrik. Home Charging menjadi bagian penting dari ekosistem tersebut," ujar Indra.

Lebih lanjut, kebiasaan baru ini dinilai sangat selaras dengan mobilitas modern. Pengisian daya kendaraan dapat dilakukan secara fleksibel tanpa mengorbankan waktu produktif, misalnya saat pemilik sedang beristirahat di malam hari atau ketika kendaraan sedang tidak dipakai untuk beraktivitas.

Lonjakan minat masyarakat terhadap fasilitas pengisian mandiri ini juga tercatat secara signifikan melalui data PT PLN (Persero). Di wilayah Jawa Barat saja, jumlah pelanggan home charging menembus angka 7.125 hingga periode Agustus 2026, yang mana 2.034 di antaranya merupakan pengguna baru terhitung sejak awal tahun.

Tren serupa juga terlihat pada skala nasional. Sepanjang semester pertama tahun 2026, penambahan pelanggan home charging PLN melesat hingga 21.865 akun atau mencatatkan pertumbuhan sebesar 9,04 persen jika disandingkan dengan rentang waktu yang sama tahun sebelumnya. Secara keseluruhan, total akumulasi pengguna layanan ini di seluruh Indonesia bahkan telah melewati angka 92 ribu pada Juni 2026.

Dampak langsung dari peningkatan adopsi tersebut berimbas pula pada lonjakan konsumsi energi listrik. Tercatat sepanjang semester I/2026, pemakaian listrik khusus home charging menyentuh angka 110,55 GWh, melonjak drastis hingga 93,59 persen dibanding periode tahun lalu.

Di samping pengisian daya rumahan, pertumbuhan infrastruktur pendukung publik di Jawa Barat juga terus digenjot. Hingga Desember 2025, PLN UID Jawa Barat mencatat operasional 501 unit Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) yang tersebar di 289 titik strategis.

Kombinasi antara fasilitas pengisian di rumah dan stasiun publik ini dinilai mampu memberikan fleksibilitas penuh bagi para pemilik kendaraan listrik dalam merencanakan perjalanan mereka. Home charging diandalkan untuk memenuhi kebutuhan mobilitas harian di dalam kota, sementara SPKLU siap mengakomodasi perjalanan jarak jauh yang dinamis.

Editor : Agung Bakti Sarasa

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network