BANDUNG, iNewsBandungRaya.id – Di balik riuhnya arus lalu lintas yang menghubungkan Bandung dan Jakarta, Kabupaten Purwakarta kerap terlewat begitu saja dari radar para traveler.
Padahal, begitu roda kendaraan Anda melipir keluar gerbang tol, daerah yang identik dengan kuliner Sate Maranggi ini menyimpan lanskap alam yang teramat kontras: deretan tebing granit menjulang, hamparan hutan pinus sejuk, hingga oase air terjun tersembunyi.
Bagi Anda yang mendambakan short escape tanpa perlu menghabiskan waktu berjam-jam di jalan, Purwakarta menyajikan paket lengkap liburan akhir pekan. Berikut rekomendasi 7 wisata alam paling eksotis dan instagramable di Purwakarta yang siap menyegarkan pikiran Anda:
1. Gunung Parang: Menjajal Via Ferrata dan Hotel Gantung Tertinggi
Bagi para pemburu adrenalin, Gunung Parang adalah ikon wisata ekstrim yang sangat tersohor. Gunung batu granit menjulang tinggi ini menawarkan jalur climbing unik berteknologi tangga besi (Via Ferrata) yang aman didampingi pemandu profesional.
Tak hanya panjat tebing, di sini juga terdapat Skylodge atau hotel gantung yang bertengger di tebing batu pada ketinggian ratusan meter. Dari atas ketinggian, panorama Waduk Jatiluhur dan hamparan hijau Purwakarta akan membuat siapa saja terpana.
2. Sasak Panyawangan (Pasir Panjau): Spot Foto Instagramable Berlatar Dua Gunung
Ingin menikmati pemandangan perbukitan yang asri tanpa harus mendaki berat? Sasak Panyawangan yang berlokasi di Sukamulya, Tegalwaru, adalah jawabannya.
Destinasi ini menyuguhkan wahana jembatan kayu yang membentang menyeberangi lembah di antara Gunung Lembu dan Gunung Parang. Udara sejuk perbukitan dipadu dengan view bentang alam yang dramatis membuat tempat ini sangat digemari anak muda untuk berburu swafoto (selfie).
3. Curug Tilu: Oase Hijau dengan Kolam Alami Berwarna Kehijauan
Purwakarta juga kaya akan wisata air terjun atau curug. Salah satu yang paling eksotis adalah Curug Tilu yang terletak di Desa Ciririp, Kecamatan Sukasari.
Nama "Tilu" berasal dari bahasa Sunda yang berarti "tiga", merujuk pada tiga tingkatan undakan air terjun yang mengalir di tempat ini. Airnya yang bersih berwarna hijau toska dikelilingi tebing batu dan pepohonan rimbun, sangat cocok untuk basah-basahan atau sekadar healing meresapi kesegaran alam.
4. Gunung Lembu: Pesona Pemandangan Sunset dan Waduk Jatiluhur dari Atas
Jika Anda mencari lokasi camping seru dengan trek pendakian yang ramah untuk pemula, Gunung Lembu wajib dicoba. Meskipun tingginya hanya sekitar 792 mdpl, pemandangan dari puncaknya terbilang luar biasa.
Daya tarik utama Gunung Lembu terletak pada spot Batu Lembu—sebuah batu besar menjulang di dekat puncak—di mana pengunjung bisa menyaksikan megahnya lanskap Waduk Jatiluhur dari ketinggian, terutama saat momen matahari terbenam (sunset).
5. Ujung Aspal Wanayasa (Hutan Pinus Lambok): Ketenangan di Bawah Naungan Pinus
Berada di lereng Gunung Burangrang, kawasan Ujung Aspal Wanayasa menawarkan suasana hutan pinus yang sangat asri dan sejuk. Suasana tenang berpadu deretan pohon pinus yang menjulang tinggi menjadikan lokasi ini favorit untuk kegiatan camping, hammocking, atau piknik keluarga.
Di area ini juga terdapat wahana Curug Cipurut yang bisa dijangkau dengan berjalan kaki santai (trekking) menyusuri rute hutan yang menenangkan.
6. Curug Cipurut: Gemericik Air Sejuk di Kaki Burangrang
Masih berada dalam kawasan cagar alam Gunung Burangrang, Curug Cipurut menyajikan air terjun berundak yang jernih dan dingin. Terdapat tiga bagian air terjun utama di lokasi ini dengan tebing batu yang sering dimanfaatkan pengunjung untuk meluncur alami (natural water slide).
Perjalanan menyusuri perkebunan teh milik warga sebelum sampai di lokasi curug menjadi bonus pemandangan indah yang menyegarkan mata sepanjang rute.
7. Tebing Boyong (Batu Tumpang): Pesona Geowisata Unik
Bagi pencinta pemandangan geologi unik, kawasan tebing batu di Purwakarta seperti Batu Tumpang atau daerah tebing sekitar Plered dan Tegalwaru menawarkan pemandangan eksotis yang tak banyak ditemukan di daerah lain. Formasi batuan purba berpemandangan sawah dan perbukitan hijau memberikan latar belakang lanskap khas pedesaan Sunda yang autentik.
Editor : Rizal Fadillah
Artikel Terkait
