5 Amalan yang Dianjurkan Rasulullah di Hari Jumat

Rizal Fadillah
.
Jum'at, 05 Agustus 2022 | 10:00 WIB
Ilustrasi. (Foto: net)

BANDUNG, INEWSBANDUNGRAYA - Hari Jumat merupakan hari yang istimewa bagi umat muslim. Keistimewaan hari Jumat disebutkan dalam sebuah hadits dari Abu Hurairah ra. Rasulullah SAW bersabda:

خَيْرُ يَوْمٍ طَلَعَتْ عَلَيْهِ الشَّمْسُ يَوْمُ الْجُمُعَةِ فِيهِ خُلِقَ آدَمُ وَفِيهِ أُدْخِلَ الْجَنَّةَ وَفِيهِ أُخْرِجَ مِنْهَا وَلاَ تَقُومُ السَّاعَةُ إِلاَّ فِي يَوْمِ الْجُمُعَةِ

Artinya: "Sebaik-baiknya hari yang padanya terbit matahari adalah hari Jumat. Pada hari itulah saat diciptakannya Adam, dimasukkannya ia ke surga, dan dikeluarkannya dari surga." (HR Muslim).

Karenanya, Rasulullah SAW menganjurkan umatnya untuk melakukan sejumlah amalan di hari yang juga disebut sebagai sayyidul ayyam (tuan segenap hari).

Berikut 5 amalan yang dianjurkan Rasulullah di hari Jumat. 

1. Membaca Surat Al-Kahfi

Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam menganjurkan umatnya membaca Surah Al-Kahfi sebagaimana hadis berikut:

عن ابي سعيد الخدري ان النبي صلى الله عليه وسلم قال مَنْ قَرَأَ سُورَةَ الْكَهْفِ فِى يَوْمِ الْجُمُعَةِ أَضَاءَ لَهُ مِنَ النُّورِ مَا بَيْنَ الْجُمُعَتَيْنِ

Dari Abu Said Al Khudri bahwa Nabi bersabda: "Barang siapa yang membaca Surat Al-Kahfi pada hari Jumat, maka dia akan disinari oleh cahaya sejauh di antara dua Jumat." (HR Al Baihaqi dalam As Sunan Al Kubra, Al Hakim dalam Al Mustadrak. katanya: shahih).

Dari Abu Sa’id Al Khudri juga secara mauquf:

 من قرأ سورة الكهف يوم الجمعة أضاء له النور ما بينه وبين البيت العتيق

"Barang siapa yang membaca Surat Al-Kahfi pada hari Jum’at, maka dia akan disinari oleh cahaya sejauh di hadapan dirinya sampai Baitul 'Atiq (Ka’bah)." (HR Al Baihaqi, Syu’abul Iman Ad Darimi, Syaikh Husein Salim Asad mengatakan: isnadnya shahih. Syaikh Al Albani juga menshahihkannya. Lihat Shahihul Jami’ No. 6471).

2. Berhias Bagi Kaum Laki-laki (mandi, potong rambut, menyisir, memakai wewangian)

Dari Salman Al-Farisi radhiyallahu 'anhu, Nabi bersabda:

لاَ يَغْتَسِلُ رَجُلٌ يَوْمَ الجُمُعَةِ، وَيَتَطَهَّرُ مَا اسْتَطَاعَ مِنْ طُهْرٍ، وَيَدَّهِنُ مِنْ دُهْنِهِ، أَوْ يَمَسُّ مِنْ طِيبِ بَيْتِهِ، ثُمَّ يَخْرُجُ فَلاَ يُفَرِّقُ بَيْنَ اثْنَيْنِ، ثُمَّ يُصَلِّي مَا كُتِبَ لَهُ، ثُمَّ يُنْصِتُ إِذَا تَكَلَّمَ الإِمَامُ، إِلَّا غُفِرَ لَهُ مَا بَيْنَهُ وَبَيْنَ الجُمُعَةِ الأُخْرَى

"Tidaklah seorang laki-laki mandi pada hari Jumat, dia bersuci sebersih-bersihnya, dia memakai minyak rambut, atau memakai minyak wangi yang ada di rumahnya, lalu dia keluar menuju masjid tanpa membelah barisan di antara dua orang, kemudian dia salat sebagaimana dia diperintahkan, lalu dia diam ketika imam berkhuthbah, melainkan akan diampuni sejauh hari itu dan Jum’at yang lainnya." (HR Al-Bukhari).

3. Salat Jumat Menghapus Dosa di Antara Dua Jumat Selama Tidak Melakukan Dosa Besar.

Dari Abu Hurairah bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:

الصَّلَوَاتُ الْخَمْسُ، وَالْجُمْعَةُ إِلَى الْجُمْعَةِ، وَرَمَضَانُ إِلَى رَمَضَانَ، مُكَفِّرَاتٌ مَا بَيْنَهُنَّ إِذَا اجْتَنَبَ الْكَبَائِرَ

"Salat yang lima, Salat Jumat ke Jumat selanjutnya, puasa Ramadhan ke Ramadhan selanjutnya, sebagai penghapus dosa di antaranya, jika meninggalkan dosa-dosa besar." (HR Muslim No. 233).

4. Memperbanyak Shalawat

Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam memerintahkan umatnya agar memperbanyak shalawat terutama di malam Jumat dan hari Jumat. Beliau bersabda:

أَكْثِرُوا عَلَىَّ مِنَ الصَّلاَةِ فِى كُلِّ يَوْمِ جُمُعَةٍ فَإِنَّ صَلاَةَ أُمَّتِى تُعْرَضُ عَلَىَّ فِى كُلِّ يَوْمِ جُمُعَةٍ ، فَمَنْ كَانَ أَكْثَرَهُمْ عَلَىَّ صَلاَةً كَانَ أَقْرَبَهُمْ مِنِّى مَنْزِلَةً

"Perbanyaklah salawat kepadaku pada setiap Jumat. Karena shalawat umatku akan diperlihatkan padaku pada setiap Jumat. Barangsiapa yang banyak bersalawat kepadaku, dialah yang paling dekat denganku pada hari Kiamat nanti." (HR Al-Baihaqi).

5. Memperbanyak Berdoa

Berdoa di hari Jumat maupun malam Jumat merupakan sunnah yang sangat dianjurkan Rasulullah. Hari Jumat merupakan hari mustajab untuk memanjatkan doa. Berikut sabda beliau:

فِيهِ سَاعَةٌ لاَ يُوَافِقُهَا عَبْدٌ مُسْلِمٌ ، وَهْوَ قَائِمٌ يُصَلِّى ، يَسْأَلُ اللَّهَ تَعَالَى شَيْئًا إِلاَّ أَعْطَاهُ إِيَّاهُ

"Di hari Jumat terdapat suatu waktu yang tidaklah seorang hamba muslim yang ia berdiri melaksanakan shalat lantas dia memanjatkan suatu doa pada Allah bertepatan dengan waktu tersebut melainkan Allah akan memberi apa yang dia minta." (HR Al-Bukhari, Muslim).

Dalam hadis lain disebutkan: "Di hari Jumat terdapat suatu waktu, dimana jika ada seorang hamba muslim yang memanjatkan doa kepada Allah bertepatan dengan waktu tersebut, Allah akan memberi apa yang dia minta. Waktu tersebut adalah setelah Ashar." (HR Ahmad).

Editor : Rizal Fadillah
Bagikan Artikel Ini