Kokohkan Nilai Bhinneka Tunggal Ika Sebagai Bekal Masa Depan Pelajar

Rizal Fadillah
.
Jum'at, 05 Agustus 2022 | 17:15 WIB
Anggota MPR RI, Ledia Hanifa saat Sosialisasi 4 Pilar MPR RI yang bertempat di SMA PGRI 2 Bandung. (Foto: Ist)

BANDUNG, INEWSBANDUNGRAYA - Selain sebagai semboyan negara, Bhinneka Tunggal Ika juga lekat dalam kehidupan keseharian setiap masyarakat Indonesia.

Perbedaan dari mulai warna kulit, rambut, bahasa daerah serta ciri lainnya menjadi hal lumrah yang ditemui di sekolah.

Maka, menguatkan nilai “berbeda tetapi tetap satu” sebagai bangsa Indonesia, menjadi satu hal yang perlu untuk terus diingatkan.

Itulah yang disampaikan oleh Anggota MPR RI, Ledia Hanifa dalam Sosialisasi 4 Pilar MPR RI yang bertempat di SMA PGRI 2 Bandung, Selasa (2/8/2022).

“Prinsipnya setiap manusia itu berbeda, biar pun kembar pasti ada bedanya. Berbeda tapi satu, itu prinsipnya dan yang paling penting, jangan sampai kemudian kita menghina perbedaan itu. Perbedaan tidak untuk jadi saling mencela,” ucap Ledia.

Ledia menyebut, para siswa yang hadir saat itu saja pastilah memiliki kesamaan pun perbedaan baik yang terlihat secara kasat mata maupun tidak. Namun, hal itu bukan alasan untuk tidak bisa berteman dan menjalin persahabatan.

“Setiap orang punya hobi dan ciri yang berbeda, karenanya yang paling penting buat kita untuk mengenali dan menghormatinya,” ungkapnya.

Sekretaris Fraksi PKS DPR RI ini menjelaskan, bahwa selain Bhinneka Tunggal Ika, 4 pilar MPR RI itu terdiri dari Pancasila sebagai Dasar dan Ideologi Negara, UUD Negara RI Tahun 1945 sebagai Konstitusi Negara serta Ketetapan MPR RI, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia sebagai Bentuk Negara.

Oleh karena itu, sebagai tumpuan harapan bangsa di masa yang akan datang, para pelajar di seluruh Indonesia perlu untuk mengetahui dan mendalami makna keempat pilar MPR RI sebagai bekal dalam berbangsa dan bernegara.

Terakhir, tidak lupa Ledia menyampaikan tiga pesan penting agar pelajar dan pemuda dapat turut andil dalam membangun bangsa lewat peningkatan kualitas diri, saling tolong menolong dan rajin belajar untuk bisa menjadi penggerak dan pendukung perbaikan di masa depan.

“Kita bisa turut berkontribusi dimulai dari lingkungan terdekat, mulai bergerak, mulai silaturahim, berteman bukan hanya dengan teman sekelasnya. Insya Allah berjejaring itu banyak manfaatnya, bukan hanya sekarang tapi sampai ke depannya,” pungkasnya.

Editor : Rizal Fadillah
Bagikan Artikel Ini