5 Tokoh Nasional yang Lahir di Bulan Agustus, Salah Satunya Pendiri Muhammadiyah

Rizal Fadillah
.
Selasa, 09 Agustus 2022 | 11:00 WIB
KH Ahmad Dahlan. (Foto: net)

BANDUNG, INEWSBANDUNGRAYA - Bulan Agustus tak hanya diperingati sebagai bulan Kemerdekaan Republik Indonesia, melainkan juga hari lahir bagi para tokoh nasional.

Terdapat beberapa tokoh nasional yang lahir di bulan yang penuh sejarah bagi bangsa Indonesia ini.

Para tokoh yang dianugerahi gelar Pahlawan Nasional tersebut berasal dari berbagai daerah.

Dikutip dari laman direktoratk2krs.kemsos.go.id, ada sejumlah Pahlawan Nasional yang lahir pada bulan Agustus.

Lantas, siapa saja tokoh nasional yang lahir di bulan Agustus? Berikut ulasannya.

1. KH Ahmad Dahlan

KH Ahmad Dahlan lahir pada 1 Agustus 1868 di Yogyakarta. Ahmad Dahlan merupakan ulama yang mendirikan Muhammadiyah pada 18 November 1912.

Ahmad Dahlan meninggal dunia di Yogyakarta pada 23 Februari 1923. Jenazahnya dimakamkan di Brontokusuman, Mergangsang, Yogyakarta. Ahmad Dahlan dianugerahi gelar Pahlawan Nasional berdasarkan SK Nomor 657 Tahun 1961 tertanggal 27 Desember 1961.

2. Mohammad Hatta

Mohammad Hatta atau lebih dikenal dengan sapaan Bung Hatta lahir di Bukittinggi, Sumatera Barat, pada 12 Agustus 1902. Bersama Soekarno atau Bung Karno, Bung Hatta merupakan Proklamator RI pada 17 Agustus 1945.

Dikutip dari kepustakaan-presiden.perpusnas.go.id, pada tahun 1945 Hatta secara aklamasi diangkat sebagai wakil presiden pertama RI. Sebelumnya, Bung Karno juga diangkat secara aklamasi menjadi presiden RI.

Hatta menjadi wapres hingga 1956. Dia mengundurkan diri dari jabatan tersebut. Hatta meninggal di Jakarta 14 Maret 1980. Jenazahnya dimakamkan di TPU Tanah Kusir, Jakarta Selatan.

Bung Hatta dianugerahi gelar Pahlawan Nasional pada 2012. Gelar tersebut diberikan berdasarkan Keputusan Presiden RI Nomor 84/TK/Tahun 2012 tanggal 7 November.

3. HOS Tjokroaminoto

Haji Oemar Said (HOS) Tjokroaminoto lahir pada 16 Agustus 1882 di Desa Bukur, Madiun, Jawa Timur. Tjokroaminoto merupakan pendiri Sarekat Islam.

Tjokroaminoto meninggal dunia pada 17 Desember 1934 di Yogyakarta. Jenazahnya dimakamkan di Pekuncen, Wirobrajan, Yogyakarta.

Gurunya Soekarno, Muso, Semaun, dan Kartosuwiryo Tjokroaminoto dianugerahi gelar Pahlawan Nasional berdasarkan SK Nomor 590 Tahun 1961 tertanggal 9 November 1961.

4. Fatimah Siti Hartinah Suharto

Fatimah Siti Hartinah Suharto atau yang lebih dikenal dengan sapaan Ibu Tien Soeharto lahir pada 23 Agustus 1923 di Desa Jaten, Surakarta (Solo), Jawa Tengah. Ibu Tien merupakan istri Presiden ke-2 RI Soeharto.

Ibu Tien memprakarsai pendirian Perpustakaan Nasional sebagai upaya peningkatan minat baca generasi penerus bangsa. Ibu Tien juga memprakarsai pembangunan Taman Bunga, Taman Anggrek, serta Taman Buah sebagai wujud perhatiannya untuk meningkatkan kesejahteraan petani khususnya petani bunga dan buah-buahan.

Ibu Tien meninggal dunia pada 28 April 1996 di Rumah Sakit Gatot Subroto, Jakarta. Jenazahnya dimakamkan di Astana Giribangun, Karang Anyar, Jawa Tengah.

Ibu Tien dianugerahi gelar Pahlawan Nasional pada 1996, berdasarkan SK Nomor 060 / TK / 1996 tertanggal 30 Juli 1996.

5. KH Idham Chalid

Idham Chalid lahir di Satui, Kalimantan Selatan, pada 27 Agustus 1921. Dikutip dari kepustakaan-presiden.perpusnas.go.id, Idham Chalid adalah politikus dan Wakil Perdana Menteri II Kabinet Ali Sastroamidjojo II (24 Maret 1956 - 14 Maret 1957).

Idham juga pernah menjabat sebagai Ketua Umum Nahdlatul Ulama (NU). Dalam pemerintahan, ia pernah menjabat Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dan Ketua Dewan Pertimbangan Agung (DPA).

Salah satu perjuangan terbesar yang dilakukan Idham adalah menolak negara federasi Negara Kalimantan bentukan Belanda. Ia pun sempat beberapa kali dipenjara lantaran dituding Belanda menghasut rakyat untuk merdeka saat berceramah.

Idham Chalid meninggal dunia pada 11 Juli 2010 di Jakarta, kemudian dimakamkan di Cisarua, Bogor, Jawa Barat.

Idham Chalid dianugerahi gelar Pahlawan Nasional berdasarkan SK Nomor 113 / TK / Tahun 2011 tertanggal 7 November 2011.

Editor : Rizal Fadillah
Bagikan Artikel Ini