Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Sampaikan Pidato Kenegaraan, Presiden Prabowo: Desa Jadi Kekuatan Ekonomi, Kopdes Perkuat Kesejahter
Advertisement . Scroll to see content

Tolak Pendekatan Militer, Panglima Yudo Masih Kedepankan Jalur Damai Selamatkan Pilot Susi Air

Senin, 17 Juli 2023 | 12:40 WIB
  • author Rizal Fadillah
Tolak Pendekatan Militer, Panglima Yudo Masih Kedepankan Jalur Damai Selamatkan Pilot Susi Air
Panglima TNI, Yudo Margono. (Foto: Antara)

BANDUNG, iNewsBandungRaya.id - Tentara Nasional Indonesia (TNI) menolak untuk menggunakan pendekatan militer dalam proses penyelamatan Pilot Susi Air, Kapten Phillips Mertens, yang hingga kini masih ditahan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Papua pimpinan Egianus Kogoya.

Panglima TNI Laksamana, Yudo Margono menegaskan, pihaknya tetap mengedepankan negosiasi dengan cara melibatkan tokoh masyarakat dan pimpinan di aparatur pemerintahan.

Sebab menurutnya, jika diambil pendekatan militer, dikhawatirkan masyarakat turut menjadi jadi korban.

"Saya nggak mau menggunakan militer untuk itu, karena dampaknya akan kepada masyarakat, korbannya pasti masyarakat," ucap Yudo di Sesko TNI, Kota Bandung, Senin (17/7/2023).

Yudo mengatakan, sejauh ini tokoh masyarakat dan pejabat pemerintahan di Papua masih berkomitmen dan menyanggupi untuk melakukan penyelamatan lewat jalur negosiasi. Kini, pihaknya masih menunggu hasil dari negosiasi yang dilakukan.

"Kita prioritaskan untuk secara damai, nah ini Pj Bupati Nduga masih sanggup, dan beliau saat ini masih melakukan negosiasi itu, kita tunggu," ungkapnya.

Sebelumnya, KKB Papua pimpinan Egianus Kogoya yang menyandera pilot Susi Air, Kapten Philips Mertens meminta uang tebusan sebesar Rp5 miliar.

"Saat di awal penyanderaan minta (tebusan) Rp5 M," ujar Kabid Humas Polda Papua, Kombes Ignatius Benny saat dihubungi, Jumat (30/6/2023).

Editor: Rizal Fadillah

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut