get app
inews
Aa Read Next : Perihnya Perjuangan Warga De Marrakesh Bandung Tagih Hak Sertifikat Rumah dari Bank BUMN

34 WNA Ditangkal Masuk Jabar, Orang Malaysia Paling Banyak Langgar Aturan Keimigrasian

Sabtu, 30 Desember 2023 | 08:35 WIB
header img
Puluhan WNA ditangkal masuk Jabar karena bermasalah, melanggar aturan keimigrasian. (FOTO: ILUSTRASI/ISTIMEWA)

BANDUNG, iNews.BandungRaya.id - Sepanjang 2023, Kantor Imigrasi Kelas I TPI Bandung telah menangkap 34 Warga Negara Asing (WNA) masuk ke Jawa Barat (Jabar). Para pelanggar aturan keimigrasian paling banyak berasal dari Malaysia.

"Kami juga melakukan penegakan hukum keimigrasian atau administratif kepada 51 WNA. Selain itu, Imigrasi melakukan detensi dan di tempat lain terhadap WNA sebanyak 37 orang," kata Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Bandung Agung Pramono kepada wartawan, Jumat (29/12/2023). 

Agung menyatakan, jumlah WNA yang dideportasi dari Jabar ke negara asal sebanyak 38 orang, pembatalan izin tinggal 1, dan pengenaan biaya beban karena tinggal melebihi waktu yang ditentukan 13.

"Lima negara yang warganya paling banyak melanggar aturan keimigrasian, yaitu, Malaysia 10 orang, China 8, Vietnam 4, Yordania 3, dan Turki 3," ujar Agung.

Pelanggaran yang dilakukan WNA itu, tutur Agung, seperti, mengganggu ketertiban umum, bekerja tanpa izin, dan tidak mampu membayar biaya beban karena melebihi masa tinggal.

"Sepanjang 2023, kami menerbitkan izin tinggal terbatas bagi 5.387 orang asing. WNA yang diberikan izin tinggal terbatas paling banyak bekerja sebagai tenaga kerja," tuturnya.

Mayoritas izin tinggal yang diberikan didominasi oleh WNA asal negara China, Korea Selatan, dan India. Terdapat 237 WNA yang mendapatkan izin tinggal kunjungan. 

WNA yang datang dengan izin tinggal kunjungan memiliki tujuan mengunjungi keluarga dan berwisata. Selain itu, Kantor Imigrasi Bandung juga menerbitkan izin tinggal tetap bagi 1.068 orang dengan alasan penyatuan keluarga.

WNA pemegang izin terbanyak selama 2023 dari China, Korea Selatan, dan India. "Izin tinggal berbagai macam. Di Kota Bandung (WNA) mahasiswa dan pengajar. Di Subang tenaga kerja," ucap Agung.

Agung menyatakan, jumlah permohonan pembuatan paspor pada November dan Desember 2023 meningkat dibandingkan bulan-bulan sebelumnya. Lonjakan permohonan pembuatan paspor karena libur Natal dan tahun baru.

"Di data, di Bandung bulan lain hanya satu bulan 12.000. Di November Desember meningkat 13.000," ujar dia.

Editor : Ude D Gunadi

Follow Berita iNews Bandungraya di Google News Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut