Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Indonesia dan Thailand Adu Kekuatan di Final FIFA ASEAN Cup 2026, Ini Jadwalnya
Advertisement . Scroll to see content

Komentari Jersey Baru Timnas Indonesia, Coach Justin Kritik Logo hingga Kualitas

Sabtu, 30 Maret 2024 | 15:26 WIB
  • author Putri Mutia Rahman
Komentari Jersey Baru Timnas Indonesia, Coach Justin Kritik Logo hingga Kualitas
Coach Justin komentari jersey reguler baru Timnas Indonesia. (Youtube/Registaco)

BANDUNG, iNewsBandungRaya.id - Pandit senior, Justinus Lhaksana atau Coach Justin memberikan pandangannya terhadap jersey model replika baru Timnas Indonesia. 

Review jersey ini dibahas dalam sosial media Youtube “Registaco” bersama Pangeran Siahaan dan Hanif Thamrin pada Jumat (29/3/2024).

Sebelumnya, Timnas Indonesia memiliki jersey terbaru yang diluncurkan Erspo selaku penyedia apparel resmi skuad Garuda, pada Senin (18/3/2024). Namun, hadirnya seragam baru Skuad Garuda tidak mendapatkan respon positif dari publik.

Ramainya pembicaraan tersebut, juga membuat Coach Justin turut menanggapi soal desain jersey terbaru timnas tersebut. Menurut Justin penampilan dari jersey replika tersebut biasa saja dan tidak memiliki ciri khas yang spesial.

“Menurut gue C aja [biasa aja], gue pernah bilang jangan judge sebelum liat, sayangnya ini bukan jersey player issue, pasti ada pembanding dan itu Mils,” jelas Justin.

Lalu Justin mengomentari desain logo yang ada pada jersey tersebut. Ia menyebut model logo yang saat ini digunakan terlihat murah.

“Ini logonya murah banget keliatannya. Liat lekukannya aja keliatan, kedua lingkarannya ga perlu, ini ada offside, shieldnya gak langsung,dan kalo lo liat dari jerseynya ini kesannya cuma ditempel doang, ya ga ada eklusifnya sama sekali,” jelas pandit senior tersebut.

Bahkan, Justin menyebut dengan kualitas seperti itu, jersey timnas tidak layak untuk dijual dengan harga Rp. 600 ribu di pasaran.

“Untuk gue, ini di jual 600 ya, menurut gue pego [Rp 150 Ribu] doang ini mah,” ucanya.

Ia juga menyayangkan filosofi yang diambil oleh Erspo hanya melihat dari satu referensi saja yaitu friendly match lawan Jepang di tahun  1981.

“Menurut gue sangat menyedihkan, kalo lu ambil filosofi hanya dari satu friendly match yang kebetulan menang lawan Jepang, kaya sepak bola kita ga ada filosofi lain,” jelas Justin. 

Editor: Zhafran Pramoedya

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut