Belasan Hektare Kebun Teh Malabar Dibabat! Rajiv Minta Polisi Ungkap Dalangnya
BANDUNG, iNewsBandungRaya.id - Anggota Komisi IV DPR RI, Rajiv, meminta aparat kepolisian mengusut tuntas kasus perusakan kebun teh milik PTPN I Regional II Malabar di Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung. Ia menekankan bahwa penyidikan harus dilakukan menyeluruh, tidak hanya berhenti pada pelaku lapangan, tetapi juga menelusuri pihak-pihak yang diduga menjadi aktor intelektual atau bohir di balik aksi terencana tersebut.
Rajiv menegaskan bahwa skala kerusakan yang mencapai belasan hektare menunjukkan adanya pola dan pendanaan besar.
“Kerusakan belasan hektare ini bukan pekerjaan kecil. Ada pola, ada pendanaan, dan ada kepentingan besar di baliknya. Saya minta polisi mengungkap siapa dalangnya,” ujarnya.
Ia meminta kepolisian memastikan transparansi proses penyidikan.
“Publik berhak tahu siapa yang menggerakkan dan siapa yang menikmati manfaat dari kerusakan ini. Jangan hanya berhenti pada pelaksana di lapangan,” tegasnya.
TKP Ungkap Kerusakan Parah di Tiga Blok Kebun Teh
Pernyataan Rajiv disampaikan setelah menerima laporan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) yang dilakukan pada Kamis (27/11/2025) di Desa Margamulya, Kecamatan Pangalengan. Tim gabungan dari Polresta Bandung dan Polsek Pangalengan turun langsung ke lokasi perkebunan teh yang rusak.
Hasil pemeriksaan menunjukkan kerusakan serius di tiga blok lahan:
Blok Bojong Waru, Kampung Bojong Waru: sekitar 5 hektare tanaman teh rusak dengan batang dipotong dari pangkal.
Blok Cipicung I, Kampung Babakan Tirtasari: kerusakan lebih parah, mencapai lebih dari 8 hektare.
Blok Cipicung II, Kampung Sukatinggal: sekitar 1 hektare tanaman teh ikut hancur.
Seorang petugas PTPN VIII yang enggan disebut namanya mengungkap bahwa pola perusakan ini bukan kejadian spontan.
“Banyak bekas potongan rapi. Ini bukan kerja satu-dua orang. Aksi dilakukan malam hari, berbulan-bulan, diam-diam, dan jelas terencana,” ujarnya.
Diduga Ada Kepentingan Besar di Balik Perusakan
Berdasarkan pola kerusakan, Rajiv menduga kuat adanya tujuan tertentu yang ingin dicapai para pelaku.
“Ini jelas ada tujuan jangka panjang. Apakah itu penguasaan lahan, perubahan fungsi lahan, atau kepentingan bisnis tertentu. Jika diperlukan, saya bawa ini ke rapat dengan Kementerian BUMN,” katanya.
Ia juga meminta agar pemeriksaan lintas lembaga tidak berhenti pada formalitas.
“Saya ingin hasil nyata. Negara tidak boleh kalah oleh pihak-pihak yang mencoba menguasai lahan BUMN secara ilegal,” tuturnya.
Ajak Masyarakat Ikut Mengawasi
Rajiv mengimbau masyarakat Pangalengan turut menjaga kebun teh Malabar dan segera melapor jika melihat aktivitas mencurigakan.
“Ini menyangkut kesejahteraan banyak keluarga. Masyarakat harus berani melapor,” ucapnya.
Ia pun mengirim pesan tegas kepada para pelaku dan aktor yang diduga berada di balik aksi perusakan.
“Siapa pun yang bermain di balik kerusakan ini, tidak akan lolos. Ini aset negara. Tidak boleh dipermainkan,” tegasnya.
Hingga kini proses penyidikan masih berlangsung. Kepolisian menargetkan dapat mengungkap seluruh pelaku serta jaringan yang terlibat dalam perusakan belasan hektare kebun teh PTPN tersebut.
Editor : Rizal Fadillah