8 Rekomendasi Kuliner Bandung dengan Konsep Unik yang Sedang Jadi Favorit
BANDUNG, iNewsBandungRaya.id - Bandung selalu punya cara untuk membuat orang jatuh cinta berulang kali. Bukan hanya karena udara sejuknya yang setia menemani, tetapi juga karena denyut kreativitas warganya yang terasa hidup hingga ke dapur-dapur restoran. Memasuki penghujung 2025 dan awal 2026, lanskap kuliner Kota Kembang kembali bergeliat dengan hadirnya tempat-tempat makan baru yang tak sekadar memanjakan lidah, namun juga menyuguhkan suasana yang menenangkan mata dan pikiran.
Dari restoran bernuansa alam dengan hamparan sawah, ruang makan tenang di dalam perpustakaan mini, hingga spot kuliner modern yang dirancang layaknya galeri visual—semuanya menawarkan pengalaman bersantap yang lebih personal. Berikut delapan destinasi kuliner Bandung yang sedang naik daun dan layak masuk daftar kunjunganmu.
Berada di kawasan Cimanuk, Fondness hadir sebagai ruang makan yang memadukan dapur Asia modern dengan desain interior penuh karakter. Sejak pertama kali dibuka pada Desember 2025, tempat ini langsung mencuri perhatian berkat tata ruangnya yang detail dan fotogenik di hampir setiap sudut.
Menu yang disajikan tak kalah menarik. Nasi goreng dengan pinggiran renyah dan topping sei sapi beraroma asap menjadi favorit banyak pengunjung. Sementara iga sapi galbi jjigae menawarkan sensasi kuah kaya rempah yang hangat. Untuk pencuci mulut, buko pandan dan hallo-hallo dingin jadi penutup yang pas di udara Bandung yang bersahabat.
Di balik pintu sederhana di Jalan Sumbawa, tersembunyi sebuah restoran steak dengan konsep yang tak biasa. Bttr Bandung menjadikan butter sebagai elemen utama yang membedakan mereka dari steakhouse lain.
Interiornya lapang dan elegan, kontras dengan fasad luar yang minimalis. Pengalaman makan semakin menarik ketika chef melakukan proses torching butter—mulai dari truffle hingga blue cheese—langsung di atas steak pesanan. Picanha MB5 menjadi menu unggulan dengan harga relatif bersahabat, ditambah kentang goreng yang bisa diisi ulang. Jangan lewatkan tiramisunya yang lembut dan nyaris meleleh.
Mengusung konsep ramah keluarga, Hakuna Matata membuka cabangnya di Jalan Ciliwung, Cihapit. Tempat ini menawarkan suasana hangat dengan sentuhan estetik, lengkap dengan area bermain anak yang membuat orang tua bisa bersantap lebih santai.
Menu yang disajikan mengarah ke comfort food dengan pendekatan modern. Ramen laksa dengan kuah kaya rasa menjadi salah satu pilihan unik, begitu pula ayam goreng basah yang gurih. Cheesecake-nya hadir sebagai penutup yang lembut dan memuaskan, cocok untuk dinikmati bersama keluarga tercinta.
Habitaas di kawasan Talaga Bodas tampil dengan konsep yang jarang ditemui: ruang makan di dalam perpustakaan mini. Nuansanya sunyi, hangat, dan artistik—ideal untuk bekerja, membaca, atau berbincang pelan tanpa hiruk pikuk.
Menu Asia modernnya menawarkan kombinasi rasa yang berani, seperti salmon lodeh yang menyatukan teknik Barat dengan rempah Nusantara, serta dongpo beef belly yang empuk dan kaya rasa. Ditemani hotteok hangat, suasana di sini terasa begitu menenangkan hingga membuat waktu berjalan lebih lambat.
Bagi yang rindu suasana pedesaan, RM Abah Harja di kawasan Halimun menghadirkan pengalaman bersantap bernuansa alam. Restoran ini mengusung konsep farm-to-table dengan bahan baku yang berasal dari sawah dan peternakan milik sendiri.
Ayam bekakak yang dimarinasi rempah dan dipanggang perlahan menjadi menu andalan, disajikan bersama nasi liwet hangat dari beras giling sendiri. Duduk menghadap sawah sambil menikmati sambal khas dan hembusan angin sejuk terasa seperti pulang ke kampung halaman.
Makio Sushi Bar di Rasamala, Cihapit, menjadi pilihan aman dan nyaman bagi pencinta sushi. Dengan komitmen tanpa babi, lemak babi, maupun mirin, restoran ini tetap menjaga cita rasa Jepang yang autentik.
Salmon segar dengan tekstur lembut menjadi bintang utama, baik dalam bentuk nigiri, inari, maupun volcano sushi yang creamy. Meski ruangannya tidak besar, pelayanan yang ramah membuat pengalaman makan terasa hangat dan personal.
Bakso tak pernah kehilangan penggemar, dan Baso Asia Afrika membuktikan bahwa kuliner legendaris ini bisa tampil dengan wajah modern. Berlokasi di Banceuy, Braga, bangunan oranye cerahnya langsung mencuri perhatian.
Konsepnya kekinian, namun soal rasa tetap setia pada pakem. Kuah kaldu sapi yang gurih, bakso urat kenyal, serta yamin manis menjadi kombinasi yang memuaskan. Makan bakso di tempat ini terasa berbeda—lebih segar, lebih visual, tapi tetap akrab di lidah.
Sebagai penutup, ada Ayam Goreng Harum Galuh di Jalan Pajajaran yang siap menemani siapa pun yang lapar di jam berapa pun. Buka 24 jam, bangunan kuningnya menjadi penanda jelas bagi pencari makan malam hingga dini hari.
Ciri khasnya terletak pada serundeng berbumbu lengkuas dan jahe, serta taburan bawang goreng renyah. Ditambah fasilitas kuah gulai sepuasnya, sepiring nasi hangat dengan ayam atau bebek goreng di sini terasa seperti teman setia di dinginnya malam Bandung.
Dari restoran berkonsep artistik hingga warung legendaris yang beradaptasi dengan zaman, Bandung kembali menunjukkan bahwa dunia kulinernya tak pernah kehabisan ide. Setiap tempat menawarkan lebih dari sekadar makanan—ada suasana, cerita, dan kenangan yang siap dibawa pulang.
Jadi, sudah siap menyusun agenda kuliner berikutnya? Bandung selalu punya alasan untuk dikunjungi kembali.
Editor : Agung Bakti Sarasa