Peringatan Dini BMKG: Gelombang Laut dan Banjir Rob Mengintai Pesisir Jabar
BANDUNG, iNewsBandungRaya.id - Aktivitas di kawasan pantai selatan Jawa Barat berpotensi terganggu dalam beberapa hari ke depan. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat akan risiko banjir rob yang diperkirakan berlangsung hingga 22 Januari 2026, bersamaan dengan ancaman gelombang laut berukuran besar.
BMKG menjelaskan, kondisi ini dipengaruhi oleh fenomena astronomi saat fase Bulan Purnama bertepatan dengan Perigee, yaitu momen ketika jarak Bulan berada paling dekat dengan Bumi. Situasi tersebut dapat menyebabkan permukaan air laut naik lebih tinggi dari kondisi normal.
Dalam keterangannya, BMKG menyebutkan bahwa periode pasang laut tertinggi diperkirakan terjadi antara 19 hingga 22 Januari 2026, terutama pada malam hari sekitar pukul 20.00 hingga 23.00 WIB.
Kabupaten Sukabumi menjadi salah satu daerah yang mendapat perhatian khusus. Tiga kawasan pesisir di wilayah ini, yakni Palabuhanratu, Ciracap, dan Ujung Genteng, dinilai memiliki potensi tinggi terdampak banjir rob dan gelombang laut besar.
BMKG Maritim juga mencatat bahwa sejak 20 Januari 2026, perairan selatan Jawa Barat berpeluang mengalami gelombang dengan ketinggian mencapai 2,5 hingga 4 meter. Kondisi tersebut diperkirakan masih berlanjut hingga 22 Januari 2026.
Tak berhenti di situ, gelombang tinggi kembali berpotensi muncul pada 25 Januari 2026 di wilayah Samudra Hindia selatan Jawa Barat.
Selain Sukabumi, beberapa wilayah pesisir selatan Jawa Barat lainnya juga masuk dalam kategori rawan banjir rob, di antaranya:
Kabupaten Cianjur: Agrabinta dan Sindangbarang
Kabupaten Garut: Pameungpeuk dan Cikelet
Kabupaten Tasikmalaya: Cipatujah dan Cikalong
Kabupaten Pangandaran: Kalipucang dan Pangandaran
BMKG turut mengingatkan adanya potensi pembentukan awan Cumulonimbus di wilayah tersebut. Awan jenis ini dapat memicu hujan lebat, angin kencang, serta meningkatkan tinggi gelombang laut secara tiba-tiba.
Dampak dari kondisi cuaca dan laut ini diperkirakan dapat memengaruhi berbagai sektor, mulai dari aktivitas masyarakat pesisir, operasional pelabuhan, kegiatan bongkar muat, hingga usaha perikanan.
BMKG mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati, mengurangi aktivitas di area pantai saat pasang laut tinggi, serta memastikan saluran air di lingkungan tempat tinggal berfungsi dengan baik guna mengantisipasi genangan.
Masyarakat juga dianjurkan untuk rutin memantau pembaruan cuaca melalui kanal resmi BMKG agar memperoleh informasi terbaru dan peringatan dini secara akurat.
Editor : Agung Bakti Sarasa