get app
inews
Aa Text
Read Next : Korban Tewas Longsor di Cisarua KBB yang Ditemukan Terus Bertambah, 11 Teridentifikasi

Tiga Sekolah di Desa Pasirlangu Jadi Fasilitas Pendukung Penanganan Longsor, Siswa Belajar Daring

Senin, 26 Januari 2026 | 17:22 WIB
header img
Plt Kepala Dinas Pendidikan, KBB, Asep Dendih. Foto/Inews Bandung Raya

BANDUNG BARAT,iNews BandungRaya.id - Siswa tiga sekolah di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB), harus berlajar secara daring.

Pasalnya tiga bangunan sekolah tersebut, yakni SD Pasirlangu 1, SD Karya Bakti, dan Cinta Bakti, dijadikan fasilitas pendukung untuk penanganan bencana tanah longsor yang terjadi pada Sabtu (24/1/2026) dini hari.

"Untuk siswa dari tiga sekolah di SD Pasirlangu 1, SD Karya Bakti, dan Cinta Bakti sekarang belajar daring karena sekolah mereka dipergunakan untuk membantu penanganan longsor," kata Plt Kepala Dinas Pendidikan, KBB, Asep Dendih saat ditemui usai rapar koordinasi dengan guru dan kepala sekolah di SD Pasirlangu 1, Senin (26/1/2026).

Secara rinci siswa di SDN Pasirlangu 1 jumlah peserta didik sebanyak 190 atau 6 rombongan belajar (rombel). Di SDN Cintabakti jumlah peserta didik 80 atau 6 rombel, dan di SDN Karya Bakti sebanyak 140 dengan jumlah siswa 6 rombel.

Asep mengatakan, tiga sekolah itu memang tidak terdampak langsung oleh bencana tanah longsor. Namun karena lokasinya berdekatan dengan Kantor Desa Pasirlangu yang jadi pusat operasi penanganan longsor maka fasilitas sekolah ikut digunakan.

Seperti untuk posko petugas penyelamat, posko logistik, posko relawan, dan dapur umum. Penggunaan sekolah sebagai fasilitas penanggulangan bencana disesuaikan dengan kebutuhan darurat.

"Semua fasilitas sekolah ini digunakan dan disesuaikan dengan kebutuhan di lapangan," ujarnya.

Ia memastikan, meskipun kegiatan belajar mengajar (KBM) sementara harus dialihkan ke daring sementara, namun proses pendidikan tidak terganggu. Adapun guru tetap aktif mendampingi siswa yang belajar dari rumah.

Ditanya sampai kapan pelaksanaan belajar daring akan diterapkan, Asep menyebutkan hal itu disesuaikan dengan kondisi.

Kebijakan belajar daring ini juga diambil dengan mempertimbangkan psikologis siswa terdampak. Anak-anak yang terdampak perlu dukungan khusus, sehingga mereka bisa kembali bangkit dan fokus pada pendidikan.

Namun jika tempat tidak lagi dipergunakan untuk keperluan penanggulangan bencana, siswa akan kembali belajar di sekolah.

"Kalau trauma healing akan dilaksanakan secara bersama antara Kementerian Pendidikan dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Keluarga Berencana, dan Pemberdayaan Masyarakat KBB," ucapnya.

Pihaknya juga menyampaikan belasungkawa dan duka mendalam terhadap para korban. Termasuk dua siswa perempuan SD Karyabakti yang meninggal dalam bencana longsor tersebut.

"Kami turut berbelasungkawa, alhamdulillah dari Disdik KBB dan Direktorat Sekolah Dasar Kemedikdasmen dan Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan telah memberikan santunan kepada para korban," pungkasnya. (*)

Editor : Rizki Maulana

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut