get app
inews
Aa Text
Read Next : Cegah Dokter Predator, Kemenkes Terapkan Tes Kepribadian Ketat!

Kemenkes Imbau Warga Hindari Buah Ini di Tengah Ancaman Virus Nipah

Selasa, 27 Januari 2026 | 18:11 WIB
header img
Ilustrasi virus. (Foto: Ilustrasi/Tumisu dari Pixabay)

BANDUNG, iNewsBandungRaya.id - Lonjakan kasus virus Nipah yang terjadi di India menjadi perhatian serius pemerintah Indonesia. Kementerian Kesehatan RI (Kemenkes) mengingatkan masyarakat untuk lebih waspada, terutama terkait konsumsi buah yang berpotensi terpapar virus dari hewan liar.

Salah satu pesan utama yang ditekankan pemerintah adalah larangan mengonsumsi buah yang menunjukkan tanda-tanda bekas gigitan kelelawar. Hewan tersebut diketahui menjadi salah satu inang alami virus Nipah.

"Tidak mengonsumsi buah dengan bekas gigitan kelelawar," demikian pernyataan Juru Bicara Kemenkes, Widyawati, dalam keterangan pers pada Selasa (27/1/2026).

Tak hanya itu, Kemenkes juga mengeluarkan serangkaian imbauan pencegahan guna menekan potensi penularan virus berbahaya tersebut. Masyarakat diminta memastikan buah dicuci bersih dan dikupas sebelum dikonsumsi, serta menghindari kontak langsung dengan hewan yang diduga terinfeksi.

Upaya menjaga daya tahan tubuh juga menjadi sorotan. Pemerintah mengingatkan pentingnya menerapkan pola hidup bersih dan sehat, mulai dari rutin mencuci tangan dengan sabun, mengonsumsi makanan bergizi, beristirahat cukup, hingga aktif bergerak.

Bagi warga yang memiliki rencana perjalanan ke India atau negara lain yang melaporkan kasus virus Nipah, Kemenkes meminta agar selalu mematuhi protokol kesehatan yang ditetapkan otoritas setempat. Selain itu, masyarakat diminta segera memeriksakan diri ke fasilitas layanan kesehatan jika mengalami gejala seperti demam, batuk, pilek, sesak napas, muntah, hingga penurunan kesadaran atau kejang dalam kurun waktu 14 hari setelah kembali dari wilayah terjangkit.

Berdasarkan laporan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), hingga 23 Januari 2026 tercatat dua kasus konfirmasi dan tiga kasus suspek virus Nipah di wilayah West Bengal, India. Meski demikian, belum ada laporan korban meninggal dunia akibat kasus tersebut.

Sementara di dalam negeri, pemerintah memastikan situasi masih terkendali. "Hingga saat ini belum dilaporkan adanya kasus konfirmasi penyakit virus Nipah di Indonesia," ujar Widyawati.

Langkah Antisipasi Pemerintah

Menanggapi perkembangan global tersebut, Kemenkes telah menyiapkan sejumlah langkah antisipatif. Pemerintah secara aktif memantau dinamika kasus virus Nipah di India dan negara lain melalui kanal resmi serta pemantauan media.

Kemenkes juga telah menerbitkan peringatan dini atau disease alert yang dapat diakses publik melalui laman infeksiemerging.kemkes.go.id. Selain itu, pengawasan terhadap orang, barang, dan alat angkut dari wilayah terdampak turut diperketat.

Setiap pelaku perjalanan internasional yang tiba di Indonesia diwajibkan melapor melalui aplikasi All Indonesia. Langkah ini bertujuan untuk mendeteksi dini pelaku perjalanan yang bergejala atau memiliki riwayat dari negara terjangkit, sebelum dilakukan pemeriksaan lanjutan.

Penguatan sistem kewaspadaan juga dilakukan melalui pemantauan berbasis event surveillance, Sistem Kewaspadaan Dini dan Respons (SKDR), PHEOC, serta Sistem Informasi Kekarantinaan Kesehatan (SINKARKES).

Di tingkat layanan kesehatan, Kemenkes meningkatkan pengamatan melalui surveilans sentinel di rumah sakit serta memperluas penyebaran materi komunikasi, informasi, dan edukasi (KIE) terkait virus Nipah, seperti FAQ, poster, dan pedoman resmi.

Deteksi dini juga terus diperkuat di fasilitas kesehatan, khususnya terhadap pasien bergejala yang memiliki faktor risiko, seperti riwayat perjalanan ke India dalam dua pekan terakhir, kontak dengan hewan terinfeksi, atau konsumsi nira dan aren mentah.

Editor : Agung Bakti Sarasa

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut