Sepak Bola Papua Tengah Dinilai Jalan di Tempat, Ini Dugaan Penyebabnya
PAPUA, iNewsBandungRaya.id - Perkembangan sepak bola di Papua Tengah dinilai jalan di tempat. Salah satu faktor penyebabnya diduga dipengaruhi oleh hilangnya peran kepemimpinan.
Penilaian itu disampaikan Harol Doko Kayame, pegiat sepak bola Papua Tengah, Rabu (28/1/2026).
Saat ini, kata Harol, Vivin Cahyani punya banyak jabatan sehingga membuatnya tidak memperlakukan Papua Tengah dengan baik.
Saat ini, Vivin menjabat sebagai pelaksana tugas (Plt) Ketua PSSI Jawa Barat. Sementara, tidak melakukan progres apa pun untuk Papua Tengah.
"Padahal Askab-Askab PSSI di Papua Tengah telah bersiap untuk bisa jalankan program kompetisi untuk perkembangan sepak bola daerah," kata Harol.
Menurut Harol, kekosongan dan kinerja PSSI yang lambat ini tentu mempengaruhi prestasi sepak bola Papua Tengah.
Saat ini, bakat-bakat Papua Tengah hanya bisa menanti kompetisi dengan rentang waktu cukup, tidak diburu-buru di pengujung waktu.
"PSSI harus mengambil langkah cepat untuk hal ini. Banyak pelaku-pelaku sepak bola di Papua Tengah yang mampu untuk mengembangkan dan memimpin sepak bola Papua Tengah," ujar Harol.
Harol menuturkan, lantaran tidak lagi dipimpin oleh orang yang mengerti kultur sepak bola Papua Tengah, dan tidak berada di daerah itu dalam waktu lama, sehingga tidak bisa menemukan celah agar sepak bola Papua Tengah agar lebih maju.
"Kami berharap Papua Tengah bisa segera bergerak dan memiliki pemimpin di Asprov PSSI Papua Tengah. Tidak diduakan, apalagi diabaikan," tutur Harol.
Editor : Agus Warsudi