get app
inews
Aa Text
Read Next : Pameran Aurora Arazzi di ArtSociates, Menemukan Makna Lewat Setiap Langkah

Duo Seniman Muda Bandung Pamerkan Karya Seni Deformatif Of The Unknown Creatures

Minggu, 01 Februari 2026 | 09:02 WIB
header img
ArtSociates Gallery Cafe menggelar pameran duo seniman muda asal Bandung, pemenang Bandung Contemporary Art Award #8 (2023), bertajuk Of The Unknown Creatures. Sabtu (31/1/2026). (Foto:Istimewa)

BANDUNG, iNewsBandungRaya.id - ArtSociates Gallery Cafe menggelar pameran duo seniman muda asal Bandung, pemenang Bandung Contemporary Art Award #8 (2023), bertajuk Of The Unknown Creatures. 

Pameran menampilkan karya Dzikra Afifah dan Hentyette Louise, dikuratori oleh Heru Hikayat ini berlangsung hingga 27 Februari 2026 di gedung Lawangwangi, ArtSociates Gallery, Cafe,Bandung.

Pembukaan pameran dilakukan oleh kolektor seni Syakieb Sungkar,di gedung Lawangwangi, Bandung, Jumat (31/1/2026) sore.

Penggagas ArtSociates Gallery Cafe, Andonowati mengatakan, pertemuannya dengan Dzikra Afifah dan Hentyette Louise kali pertama dalam pameran ArtBook di Galeri Rumah Teh, dan pameran Hentyette Louise di Gedung Yayasan Kebudayaan.

"Karya Louise dengan material gypsum luar biasa. Saya relate bener dengan emosi karya Louise, itu sebabnya saya mau membuat namanya besar di art market. Dan Heru Hikayat sebagai kurator mengikuti proses kreatif duo seniman ini dengan sangat baik sedari awal hingga terlaksana pameran ini, " kata Andonowati.

Kurator pameran, Heru Hikayat mengatakan proses kurasi pameran ‘Of The Unknown Creature’ dari duo seniman ini sangat kontras dari aspek material kekaryaan mereka.

Dikutip dari catatan kurasi pameran, Heru Hikayat menyebut bahwa, ada penjelajahan visualnya, baik Dzikra dan Louise tetap merujuk pada sosok yang berasal dari alam nyata, pun berasal dari khazanah cerita atau literatur tertentu.

“Namun sosok yang terwujud di karya mereka, selalu dalam keadaan terpiuh dan/atau terfragmentasi, seperti ada sesuatu yang selaku mendorong mereka untuk menggambar makhluk tidak dalam keadaan utuh ataupun terpadu,” 

Judul pameran ini berangkat dari proses ‘identifikasi’. Dzikra dan Louise menjelajahi material yang berbeda-beda, gypsum, tanah liat, logam, tinta,pastel,dan lain-lain. Aspek material adalah ‘jalan’, ‘cara’  sekaligus persoalan itu sendiri.

Kolektor seni yang juga meresmikan pameran ini, Syakieb Sungkar mengatakan, karya henryette Louise merupakan sebuah chaos, deformatif, dan seperti raga yang bercampur antara bentuk binatang dan yang lain. 

 

“Karya Dzikra lebih meruang, Jadi perlu pemikiran untuk menyimpannya dimana. Di dalam tatanan seni rupa Indonesia Banyak dipengaruhi oleh budaya Asia Timur, gambar-gambar Jepang yang matanya besar-besar. Sementara karya Dzikra dan Louise berbeda dan di luar tatanan itu. Tapi duo seniman ini akan masuk ke zona arus utama nanti, selama ada konsistensi dalam berkarya," kata, Syakieb Sungkar. (*)

Editor : Abdul Basir

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut