Unisba Wisuda 1.280 Lulusan, Mahasiswi Komunikasi Lulus 3 Tahun dengan Cumlaude
BANDUNG, iNewsBandungRaya.id - Universitas Islam Bandung (Unisba) kembali melahirkan generasi baru sarjana melalui Wisuda Gelombang I Tahun Akademik 2025/2026 yang digelar di Aula Utama Unisba, Jalan Tamansari No. 1, Sabtu (14/2/2026). Sebanyak 1.280 lulusan dikukuhkan dalam tiga sesi prosesi wisuda.
Rektor Unisba, Prof. Ir. A. Harits Nu’man, M.T., Ph.D., IPU., ASEAN Eng., menjelaskan pembagian sesi dilakukan agar pelaksanaan wisuda lebih tertib dan khidmat.
“Pada gelombang pertama tahun akademik 2025–2026 ini, kita membagi menjadi tiga sesi wisuda. Satu gelombang jumlah lulusan kurang lebih 1.280 orang, dan itu sudah dikelompokkan ke dalam tiga sesi,” ujarnya.
Ia menambahkan, wisuda kali ini memiliki makna khusus karena mencerminkan nilai keterbukaan dan keberagaman di lingkungan kampus.
“Yang lebih menonjol dalam wisuda kali ini adalah adanya mahasiswa non-Muslim. Ini menandakan bahwa Unisba sangat terbuka. Kita mengandung nilai equality, yaitu kesetaraan tanpa melihat suku, agama, maupun perbedaan lainnya. Keberagaman ini menunjukkan bahwa Unisba adalah perguruan tinggi Islam yang ramah,” katanya.
Menurutnya, para lulusan tidak hanya menimba ilmu di bangku kuliah, tetapi juga telah memiliki pengalaman kerja. Sebagian di antaranya bahkan sudah bekerja, berwirausaha, hingga direkrut di tempat magang.
“Program magang menjadi pengalaman penting yang senantiasa kita berikan kepada mahasiswa, sehingga mereka siap terjun ke dunia kerja,” jelasnya.
Pada wisuda kali ini, Unisba juga mencatat prestasi membanggakan melalui salah satu wisudawati, Neysa Amalia Setiawan, Sarjana Ilmu Komunikasi, yang dinobatkan sebagai lulusan tercepat. Ia berhasil menyelesaikan studi dalam waktu 3 tahun, 1 bulan, dan 19 hari, dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,93 dan predikat pujian.
Neysa, yang berasal dari Kabupaten Cianjur, mengungkapkan keberhasilan tersebut berawal dari perencanaan akademik yang matang sejak awal kuliah. Ia aktif berkonsultasi dengan dosen wali untuk memaksimalkan pengambilan SKS.
“Dari awal semester saya sudah konsultasi dengan dosen wali supaya bisa maksimal ambil SKS. Saya juga rutin mengambil semester antara dan mencoba mengambil mata kuliah di atas ketika IPK mencukupi,” ujarnya.
Berkat konsistensi tersebut, Neysa mampu menuntaskan seluruh beban studi lebih cepat dari masa studi normal. Kisahnya menjadi inspirasi bagi mahasiswa lain untuk merancang masa depan sejak dini.
Wisuda ini menjadi momentum penting bagi Unisba dalam mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki pengalaman, keterampilan, serta nilai kemanusiaan. Kampus berharap para lulusan dapat berkontribusi bagi masyarakat, sekaligus membawa semangat kesetaraan dan keberagaman dalam kehidupan profesional mereka.
Editor : Rizal Fadillah