Wujud Toleransi, Barongsai Kini Jadi Teman Ngabuburit yang Dinanti
BANDUNG, iNewsBandungRaya.id - Suasana gemuruh dan antusiasme pengunjung menyelimuti Festlink Mall pada perayaan Tahun Baru Imlek 2026.
Mengusung semangat kebersamaan, mal favorit warga Bandung ini menyuguhkan deretan hiburan khas mulai dari parade belasan Barongsai hingga atraksi akrobatik yang memukau.
Head of Marketing Communication Department Festlink Mall, Clarissa Leimena mengatakan bahwa Barongsai telah menjadi agenda tahunan terbesar yang paling dinanti oleh para pengunjung, atau yang akrab disapa Festive People.
Kemeriahan tahun ini terasa berbeda dengan skala pertunjukan yang lebih besar. Pada Minggu (15/2/2026), Festlink Mall menghadirkan performa spesial yang menjadi magnet utama bagi pengunjung.
"Dari 15 Barongsai dalam satu hari, hingga Double Tonggak special performance hari ini spesial untuk seluruh Festive People. Suasana begitu ramai dan meriah. Melihat ekspresi pengunjung membuat kami berkomitmen untuk terus memberikan yang terbaik," kata Clarissa.
Selain atraksi Barongsai yang ikonik, rangkaian acara tahun ini juga dimeriahkan oleh Dewa Uang yang berkeliling menyapa pengunjung.
Kemudian, ada alunan musik tradisional Harmony Chinese dan Guzheng performance. Lalu, seni mengubah wajah yang legendaris, Bian Lian, yang hadir setiap minggu.
Uniknya, perayaan Imlek tahun ini berdekatan dengan menyongsong bulan suci Ramadhan. Festlink Mall pun telah menyiapkan transisi konsep dari Prosperity in Harmony menjadi Ramadhan in Harmony.
Momentum ini menjadi simbol toleransi dan harmoni yang indah bagi seluruh pengunjung. Sebagai penutup rangkaian Imlek sekaligus menyambut suasana Ramadhan, pertunjukan Barongsai masih akan terus menemani pengunjung.
"Penampilan Barongsai closing sambil menemani waktu ngabuburit akan tetap hadir kembali sampai dengan tanggal 22 Februari 2026," ungkapnya.
Di tempat yang sama, Idrian Sopanji selaku Head Barongsai dari komunitas Gongsi Indonesia menilai bahwa penampilan barongsai di pusat perbelanjaan bukan sekadar rutinitas musiman, melainkan sebuah misi budaya yang spesial.
Kehadiran Gongsi Indonesia di Feslink tahun ini menandai tahun kedua berturut-turut mereka menghibur pengunjung mall tersebut. Idrian mengungkapkan bahwa antusiasme masyarakat tetap tinggi karena kesempatan untuk melihat atraksi barongsai berkualitas tergolong langka.
"Ini momennya setahun sekali, dan tidak banyak mall yang bisa menampilkan pertunjukan seperti ini. Kami bersyukur sudah dua tahun berturut-turut dipercaya tampil di Feslink," kata Idrian.
Ada hal menarik yang disoroti Idrian mengenai perkembangan barongsai di era modern. Jika dulu barongsai identik dengan komunitas tertentu, kini batasan itu telah luruh.
Barongsai telah menjelma menjadi hiburan universal yang dikagumi oleh berbagai lapisan masyarakat.
"Barongsai ini dipercaya sebagai penolak bala dan pembawa keberuntungan. Apalagi sekarang zaman sudah berubah; barongsai banyak dikagumi oleh kaum pribumi. Kalau kita lihat di mall sekarang, bahkan 90% penontonnya adalah orang pribumi," tuturnya.
Menghadapi perayaan Tahun Baru Imlek, Idrian dan tim Gongsi Indonesia tidak memasang target yang muluk-muluk. Baginya, esensi dari penampilan mereka adalah memberikan kebahagiaan bagi masyarakat luas.
"Harapan saya, tim bisa tetap stabil dan terus mengukir prestasi ke depannya. Untuk Imlek tahun ini, fokus kami sederhana: bisa menghibur masyarakat di sini dengan maksimal," tandasnya.
Editor : Rizal Fadillah