Kupas Tuntas Strategi Blue Ocean, Akademisi Ajarkan Cara Ciptakan Pasar Digital Tanpa Kompetitor
BANDUNG,iNews BandungRaya.id - Indonesia dengan populasi besar dan penetrasi internet yang terus meningkat memiliki potensi ekonomi digital yang luar biasa.
Namun potensi itu hanya bisa direalisasikan jika ada technopreneur visioner yang mampu berpikir strategis dan berinovasi.
“Kita tidak boleh hanya menjadi konsumen teknologi. Kita harus mampu menjadi pencipta inovasi yang memberi manfaat luas bagi masyarakat,” kata Prof. Dr. Achmad Tjachja Nugraha dalam keterangannya, Rabu (25/2/2026).
Menurutnya, melalui pendekatan inovatif, bisnis teknologi bisa membangun keunggulan berkelanjutan di tengah derasnya gelombang digitalisasi.
Bagaimana memanfaatkan teknologi bukan sebagai konsumen, tapi sebagai pencipta inovasi yang menguntungkan dan peluang yang menjanjikan secara ekonomi.
Pertanyaan itu dijawab oleh Prof. Dr. Achmad Tjachja Nugraha, melalui buku terbarunya yang dirilis Februari 2026, “Technopreneurship: Teori, Aplikasi, dan Implementasi dalam Bisnis Berbasis Teknologi”.
Buku setebal lebih dari 600 halaman ini tidak sekadar panduan akademik, tapi juga “peta jalan” bagi siapa pun yang ingin menaklukkan dunia bisnis teknologi secara sistematis.
Prof Achmad yang juga Guru Besar Ekonomi Pertanian UIN Syarif Hidayatullah Jakarta menekankan bahwa technopreneurship jauh melampaui sekadar mendirikan startup atau membuat aplikasi digital.
Ia adalah seni berpikir strategis, menemukan peluang, merancang model bisnis, dan memastikan keberlanjutan usaha di tengah persaingan global.
“Teknologi hanyalah alat. Nilai tambahnya muncul ketika inovasi dipadukan dengan strategi bisnis yang tepat,” ucapnya.
Buku ini membongkar rahasia langkah demi langkah membangun bisnis teknologi. Mulai dari merumuskan ide yang lahir dari masalah nyata, menyusun perencanaan usaha yang matang, hingga menganalisis risiko di dunia digital yang bergerak cepat.
Pembaca diajak memahami bahwa strategi pemasaran digital dan branding bukan sekadar trend, tapi kunci bertahan di pasar yang kian kompetitif. Salah satu bagian yang menarik adalah pembahasan strategi pengembangan Blue Ocean.
Prof Achmad sebagai pengajar mata kuliah Technopreneurship menunjukkan bagaimana pelaku usaha bisa keluar dari persaingan sengit pasar padat, dan justru menciptakan ruang pasar baru yang minim kompetitor.
Sebagai akademisi sekaligus praktisi, Prof Achmad memadukan teori dan praktik secara seimbang. Konsep-konsep berat dijabarkan secara aplikatif, membuat buku ini relevan untuk mahasiswa, dosen, peneliti, maupun praktisi yang ingin memperkuat fondasi bisnis teknologi.
Peluncuran buku ini bukan sekadar peluncuran literatur baru. Ini adalah upaya nyata membangun ekosistem technopreneurship di Indonesia, mendorong generasi muda untuk berani mengambil langkah strategis di dunia bisnis berbasis teknologi.
Dengan bahasa yang runtut, pendekatan sistematis, dan isi yang mendalam, Technopreneurship diproyeksikan menjadi referensi utama bagi mereka yang ingin menjadi pionir bisnis inovatif di era digital. (*)
Editor : Rizki Maulana