get app
inews
Aa Text
Read Next : Usai Dijebol Penipu dan Dana Raib, SPPG Pangauban yang Lumpuh Tiga Pekan Kembali Beroperasi

Bukan Sekadar Bansos, Wakil Ketua Kadin Jabar Sebut MBG Jadi Game Changer Ekonomi Nasional

Jum'at, 27 Februari 2026 | 09:08 WIB
header img
Wakil Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Barat, Asep Lukman. Foto/Istimewa

BANDUNG,iNews BandungRaya.id - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi salah satu program prioritas dari pemerintahan Prabowo-Gibran.

Meski di lapangan masih ada sejumlah kendala yang ditemukan, MBG bukanlah sekadar program sosial. Melainkan program yang dirancang sebagai motor penggerak ekonomi baru di masyarakat.

"MBG ini memiliki karakter berbeda dibandingkan program bantuan sosial seperti Bantuan Operasional Sekolah (BOS) atau Bantuan Langsung Tunai (BLT)," kata Wakil Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Barat, Asep Lukman dalam keterangannya, Jumat (27/2/2026).

Ia menilai program seperti BOS atau BLT karakternya bantuan satu arah, namun MBG dirancang untuk menciptakan multiplier effect ekonomi di berbagai sektor di level masyarakat.

"Program ini diharapkan mampu membangun ekosistem ekonomi baru yang melibatkan banyak pihak. Mulai dari tenaga kerja, hingga pelaku usaha, dan UMKM lokal," sambungnya.

Asep menyebutkan, berdasarkan data yang diterimanya, hingga saat ini program MBG telah menyerap sekitar 1,5 juta tenaga kerja.

Jumlah itu diperkirakan terus bertambah seiring dengan penambahan mitra dapur atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di berbagai daerah.

Adapun pada 2026 jumlah SPPG ditargetkan mencapai 24.000 unit yang tersebar di seluruh provinsi di Indonesia.

"Dengan ekspansi tersebut, kebutuhan tenaga kerja dan rantai pasok pangan pastinya akan semakin besar," tandasnya.

Selain menyerap tenaga kerja, lanjut Asep, MBG juga disebut dirancang sebagai pusat ekonomi baru yang menyerap bahan pangan lokal.

Petani, peternak, dan nelayan dilibatkan dalam penyediaan bahan baku, sementara pelaku usaha lokal diberi ruang untuk berpartisipasi dalam pengelolaan dan distribusi.

Dalam diskusinya dengan Wakil Kepala Badan Gizi Nasional, Irjen Pol. Sony Sonjaya, Asep memperoleh gambaran bahwa perputaran uang di masyarakat berpotensi meningkat signifikan apabila target program tercapai.

Menurutnya, perputaran uang di tingkat masyarakat bawah dari program MBG diperkirakan bisa mencapai sekitar Rp1 triliun per hari.

Secara kuantitatif, maka program ini disebut berpotensi berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional hingga sekitar 1% pada 2026.

"Hanya saja, realisasi target tersebut bergantung pada konsistensi pelaksanaan program, perluasan jaringan dapur, serta keterlibatan aktif pelaku usaha dan masyarakat di berbagai daerah," pungkasnya. (*)

Editor : Rizki Maulana

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut