Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Wali Kota Bandung Kecam Penyerangan Persib U-18, Desak Polisi Usut Tuntas
Advertisement . Scroll to see content

Hara, Anak Harimau Benggala di Bandung Zoo Mati, Wali Kota Sebut Terinfeksi Virus dari Induk

Rabu, 25 Maret 2026 | 18:02 WIB
  • author Agi Ilman
Hara, Anak Harimau Benggala di Bandung Zoo Mati, Wali Kota Sebut Terinfeksi Virus dari Induk
Dua bayi harimau Benggala lahir dari induk Jelita dan jangan Shah Rukh Khan di Bandung Zoo, Sabtu (12/7/2025) - Foto Dok Bandung Zoo.

BANDUNG, iNewsBandungRaya.id - Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengungkap penyebab kematian seekor anak Harimau Benggala bernama Hara di Kebun Binatang Bandung (Bandung Zoo).

Ia menyebut, kematian satwa tersebut diduga akibat infeksi virus yang diturunkan dari induknya.

Farhan menjelaskan, induk harimau tersebut merupakan carrier atau pembawa virus khas keluarga kucing besar. Kedua anaknya telah terinfeksi sejak lahir, namun hanya satu yang berhasil bertahan.

“Anak harimau. Jadi begini, induknya menjadi carrier virus. Ini virus khas keluarga kucing besar. Keduanya sudah terinfeksi sejak lahir. Yang satu tidak terselamatkan, yang satu sedang kita upayakan,” kata Farhan, Rabu (25/3/2026).

Ia menegaskan, kematian Hara bukan disebabkan oleh faktor kelalaian perawatan. Menurutnya, kondisi ini murni karena infeksi virus bawaan dari induk.

“Bukan karena tidak terawat, tapi karena virus yang dibawa induknya,” ujarnya.

Farhan juga menyebut anak harimau yang masih hidup yakni Huru telah dipisahkan dari induknya dan kini dalam penanganan intensif.

Ia mengidentifikasi virus tersebut sebagai Panleukopenia, penyakit yang umum menyerang keluarga felin dan dapat menurunkan sel darah putih.

“Namanya panleukopenia, penyakit virus yang menyerang keluarga kucing besar seperti harimau dan kucing,” katanya.

Meski sempat kritis, kondisi anak harimau yang masih hidup dilaporkan mulai membaik. 

Berdasarkan laporan tim dokter hewan, satwa tersebut telah melewati fase kritis 72 jam dan menunjukkan perkembangan positif.

“Kondisi terbaru membaik dibanding kemarin. Diare sudah tidak ada, tidak muntah, dan lebih aktif,” kata Farhan.

Ia menambahkan, penanganan dilakukan secara intensif oleh tim dokter, termasuk pemberian antibiotik, antiemetik, cairan rehidrasi, suplemen imun, hingga antivirus. Asupan makan juga mulai diberikan secara bertahap dengan bantuan keeper.

Farhan memastikan pengawasan terhadap satwa di kebun binatang dilakukan secara penuh. Ia juga menyebut kasus ini menjadi perhatian bersama lintas pemerintah agar tidak terulang.

“100 persen standby, semua informasi terpantau, tidak ada yang ditelantarkan,” ujarnya.

Ia mengaku prihatin atas kejadian tersebut dan berencana meninjau langsung ke lokasi dalam waktu dekat.

“Saya sangat prihatin dan sedih, tetapi ini harus menjadi perhatian agar tidak terulang,” katanya.

Editor: Rizal Fadillah

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut