Gedung Sate Molek Lagi: Proyek Rp15,8 Miliar Bakal Satukan Area Kantor Gubernur dengan Gasibu
BANDUNG, iNewsBandungRaya.id - Simbol kebanggaan warga Jawa Barat, Gedung Sate, tengah bersiap menyambut babak baru. Kawasan perkantoran yang dikenal dengan ornamen tusuk sate ini bakal bertransformasi menjadi plaza publik terintegrasi yang menyambung langsung hingga ke Lapangan Gasibu. Proyek ambisius senilai Rp15,8 miliar ini diproyeksikan mengubah wajah pusat Kota Bandung menjadi lebih ramah bagi pejalan kaki.
Revitalisasi ini bukan sekadar polesan taman biasa. Pemerintah Provinsi Jawa Barat berencana menghapus sekat-sekat ruang yang selama ini memisahkan area cagar budaya tersebut dengan fasilitas publik di seberangnya, menciptakan satu kesatuan lanskap yang luas dan megah.
Konsep utama dari perombakan ini adalah pembangunan plaza yang memungkinkan masyarakat menikmati keindahan arsitektur Gedung Sate dari sudut pandang yang lebih terbuka. Gubernur Jawa Barat menegaskan bahwa prioritas utama proyek ini adalah kenyamanan warga.
"Kami ingin Gedung Sate bukan hanya sebagai pusat perkantoran pemerintah, tetapi juga sebagai ruang terbuka yang bisa dinikmati oleh seluruh lapisan masyarakat dengan fasilitas yang lebih terintegrasi dan ramah pejalan kaki," jelas pihak pemerintah dalam keterangan resminya.
Dengan adanya plaza terintegrasi ini, wisatawan tidak perlu lagi berdesakan di trotoar sempit untuk sekadar berswafoto, melainkan tersedia area lapang yang didesain khusus sebagai ruang interaksi sosial.
Meski menggelontorkan dana belasan miliar untuk modernisasi lanskap, pihak pengelola menjamin bahwa nilai sejarah bangunan peninggalan Belanda ini tetap terjaga. Tidak akan ada perubahan pada bangunan utama yang didirikan sejak tahun 1920 tersebut.
"Proses renovasi ini tetap mengedepankan prinsip konservasi bangunan bersejarah. Tidak ada struktur utama bangunan peninggalan Belanda yang diubah, fokus kami murni pada penataan area luar dan peningkatan aksesibilitas publik," tegas tim teknis proyek tersebut.
Anggaran yang bersumber dari APBD 2024 ini mencakup beberapa titik krusial:
Penyatuan Jalur: Integrasi fisik antara gerbang depan Gedung Sate dengan trotoar Lapangan Gasibu.
Penataan Taman: Modernisasi taman samping dan depan agar lebih estetik dan fungsional.
Fasilitas Baru: Penambahan area duduk, sistem pencahayaan artistik untuk malam hari, serta perbaikan sistem drainase kawasan.
Transformasi ini diharapkan menjadi pemantik ekonomi kreatif di sekitar kawasan tersebut. Wajah baru Gedung Sate diprediksi akan menjadi daya tarik utama dalam peta pariwisata Bandung tahun 2026, memperkuat citra kota sebagai destinasi sejarah yang tetap relevan mengikuti zaman.
Editor : Agung Bakti Sarasa