Revolusi Bandung Zoo: Faunaland Punya Rencana Besar, Macan Tutul Jawa Bakal Jadi Ikon Internasional?
BANDUNG, iNewsBandungRaya.id - Wajah baru Kebun Binatang Bandung (Bandung Zoo) segera ditentukan. Salah satu kandidat kuat pengelola, Faunaland, resmi menyatakan kesiapannya untuk membawa standar konservasi urban kelas dunia ke jantung Kota Kembang.
Tak sekadar mengelola, lembaga yang sukses menaungi Faunaland Ancol dan Cibubur ini membawa visi besar: mengawinkan teknologi modernisasi display satwa dengan kentalnya akar budaya Sunda.
CEO Faunaland, Danny Gunalen, mengungkapkan bahwa pihaknya telah membedah sejarah panjang Bandung Zoo. Salah satu gebrakan yang disiapkan adalah mengangkat kembali eksistensi satwa endemik yang mulai terlupakan sebagai daya tarik utama.
"Satwa yang sudah terlupakan, seperti macan tutul Jawa sangat penting, penyebarannya sekarang lebih banyak di pegunungan sekitar Bandung. Itu akan kami jadikan maskot biar masyarakat menyadari bahwa mereka memiliki maskot internasional," ujar Danny, Rabu (13/5/2026).
Selain Macan Tutul Jawa, Danny membidik satwa langka lainnya seperti babi kutil (babi hutan terlangka di dunia) untuk menjadi sarana edukasi bagi warga.
Faunaland berencana melakukan perombakan besar pada arsitektur kandang (enclosure). Rencananya, Bandung Zoo akan disulap menjadi pusat rekreasi interaktif yang aman, namun tetap mempertahankan permintaan Pemkot Bandung untuk menjaga nilai historis.
Museum Kultur: Rencana pembangunan pusat sejarah Jawa Barat dari era kolonial hingga modern.
Arsitektur Sunda: Desain kandang satwa endemik yang akan mengadopsi estetika budaya lokal.
Koleksi Eksotis: Penambahan spesies mancanegara untuk meningkatkan daya tarik wisatawan global.
Danny menambahkan, pihaknya membuka pintu lebar-lebar untuk bermitra dengan tokoh-tokoh Jawa Barat.
"Bahkan kita juga bisa bikin culture center sejarahnya Bandung, dan museum kultur Jawa Barat dari zaman penjajahan sampai sekarang," katanya.
Meski visi Faunaland tampak menjanjikan, Pemerintah Kota Bandung menegaskan bahwa proses seleksi dilakukan dengan sangat ketat. Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menyebutkan bahwa hingga saat ini tim masih melakukan evaluasi kelayakan terhadap seluruh peserta lelang.
"Artinya ini bukan gagal, tapi memang belum lulus tahap seleksi. Kita tidak bisa menyederhanakan proses ini karena menyangkut banyak aspek penting," tegas Farhan.
Targetnya, siapa yang akan memegang tonggak kepemimpinan baru Bandung Zoo akan diumumkan pada akhir Mei 2026. Publik kini menanti, apakah Bandung Zoo akan bertransformasi menjadi konservasi modern di bawah bendera Faunaland atau muncul kejutan dari kandidat lainnya.
Editor: Agung Bakti Sarasa