get app
inews
Aa Text
Read Next : Akhir Cerita Dimas Drajad di Bandung: Pamit dari Persib Meski Kontrak Masih Berjalan

Jejak Emas di Balik Keputusan Mengejutkan Bojan Hodak Usai Hattrick Juara Persib

Kamis, 28 Mei 2026 | 15:14 WIB
header img
Pelatih Persib, Bojan Hodak. Foto: Dok. Persib.

BANDUNG, iNewsBandungRaya.id - Kisah sukses Bojan Hodak bersama Persib Bandung mencapai garis finis di puncak tertinggi. Setelah tiga tahun berturut-turut mengamankan trofi liga, sang pelatih asal Kroasia memutuskan untuk menanggalkan jabatan sebagai nahkoda utama. Meski tak lagi berdiri di garis tepi lapangan, dampaknya bagi sejarah Maung Bandung telah terpatri permanen.

Perpisahan ini menandai tuntasnya misi "nyaris sempurna" yang ia bangun sejak kedatangannya pada Juli 2023 lalu. Kala itu, Persib sedang dalam fase krisis, berada di posisi ke-16 klasemen, dan dibebani ekspektasi besar Bobotoh yang telah sembilan tahun menanti gelar juara.

Arsitek di Balik Kebangkitan Maung Bandung

Bojan datang sebagai jawaban atas ketidakpastian sepeninggal Luis Milla. Alih-alih melakukan revolusi instan, ia memilih jalan sunyi dengan membangun disiplin taktis dan mentalitas baja. Hasilnya adalah lonjakan performa yang berakhir pada gelar juara di musim 2023/2024, yang kemudian konsisten dipertahankan hingga musim 2025/2026.

Tantangan tersulit justru datang di musim terakhir. Rivalitas dari Borneo FC dan Persija Jakarta membuat kompetisi terasa mencekam hingga hari-hari terakhir liga. Gelar juara musim 2025/2026 menjadi bukti betapa dominannya sistem yang ia bangun.

Mengenang masa-masa awal, Bojan mengungkapkan rasa syukurnya. "Saya beruntung saat pertama kali tiba di sini, saya menemukan sekelompok orang yang sangat baik di dalam klub. Tiba-tiba semua orang mulai bekerja sama dan begitulah cara kami memenangkan trofi pertama dan kedua," ujar Bojan seperti dikutip dari laman resmi klub, Kamis (28/5/2026).

Mengenai perjuangan keras di musim terakhir, ia menambahkan, "Tahun terakhir ini benar-benar sulit bagi kami. Menghasilkan pencapaian seperti ini lagi di tengah ketatnya investasi besar dari kompetitor seperti Borneo FC dan Persija Jakarta adalah sesuatu yang fantastis. Saya sangat senang kami bisa mengumpulkan poin terbanyak dalam tiga tahun ini."

Transisi Menuju Era Baru

Banyak pihak terhenyak ketika Bojan memilih mundur di tengah euforia juara. Namun, ia tidak benar-benar pergi; ia akan mengemban tugas sebagai technical advisor. Ia menekankan bahwa keberlangsungan klub tidak boleh bergantung pada satu figur saja.

"Klub ini lebih besar daripada pelatih manapun atau pemain manapun. Akan selalu ada pemain dan pelatih baru, namun klub akan tetap terus berjalan dengan baik," tegasnya.

Tantangan bagi Igor Tolic

Kini, estafet kepemimpinan beralih ke tangan Igor Tolic, sosok yang selama ini menjadi otak di balik layar bersama Bojan. Ekspektasi publik dipastikan akan melonjak tinggi karena status Persib sebagai target buruan utama tim-tim lawan.

Meski menyadari bahwa tantangan di musim 2026/2027 akan jauh lebih berat, Bojan tetap menaruh kepercayaan penuh pada suksesornya.

"Tekanannya akan lebih besar. Ketika Anda menang tiga kali, semua orang pasti punya motivasi ekstra untuk mengalahkan Anda. Itu normal, tapi saya yakin klub ini mampu mengatasinya," tutupnya dengan optimistis.

Editor : Agung Bakti Sarasa

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut