get app
inews
Aa Text
Read Next : SPMB 2026 Kabupaten Bandung Diperketat, Titipan dan Pungli Tak Ditoleransi

KDS Tegaskan Perusahaan Wajib Sediakan Lahan Retensi, Penanganan Banjir Tegalluar Dipercepat

Selasa, 02 Juni 2026 | 18:47 WIB
header img
Bupati Bandung, Dadang Supriatna. Foto: Ist.

BANDUNG, iNewsBandungRaya.id - Bupati Bandung, Dadang Supriatna atau yang akrab disapa KDS, menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Bandung dalam menangani persoalan banjir yang selama bertahun-tahun terjadi di Desa Tegalluar, Kecamatan Bojongsoang.

Salah satu langkah utama yang ditekankan adalah kewajiban seluruh perusahaan di kawasan tersebut untuk menyediakan lahan retensi sesuai dengan ketentuan peraturan yang berlaku.

Penegasan itu disampaikan KDS saat memimpin Rapat Koordinasi Penguatan Pentahelix Penanganan Banjir di Kecamatan Bojongsoang yang digelar di Aula Kantor Desa Tegalluar, Selasa (2/6/2026). Kegiatan tersebut dihadiri jajaran dinas terkait, pelaku usaha, serta masyarakat setempat.

KDS menegaskan bahwa penanganan banjir di Tegalluar tidak bisa terus dibiarkan tanpa keputusan konkret. Ia turun langsung memimpin rapat karena proses koordinasi yang berlangsung selama beberapa bulan belum menghasilkan keputusan final.

“Sudah beberapa bulan ke belakang kita menegaskan kepada para kepala dinas, tetapi belum final. Maka hari ini saya hadir langsung karena persoalan ini harus segera ada penyelesaian,” tegas KDS.

Menurutnya, hasil peninjauan lapangan telah menghasilkan sejumlah langkah strategis untuk mengurangi dampak banjir yang kerap melanda kawasan tersebut.

Pemkab Bandung akan melakukan normalisasi saluran air yang mengalami penyumbatan serta memperlebar aliran sungai agar kapasitas drainase meningkat. Selain itu, pembangunan kolam retensi juga menjadi prioritas untuk menampung debit air saat curah hujan tinggi.

KDS menegaskan bahwa banjir tidak hanya merugikan masyarakat, tetapi juga mengganggu aktivitas dunia usaha di kawasan Tegalluar.

“Setiap musim hujan banjir, perusahaan rugi. Masyarakat juga rugi dan aktivitas terganggu. Kalau kita hanya berbicara kerugian tanpa mencari solusi, persoalan ini tidak akan pernah selesai,” ujarnya.

 

Editor : Rizal Fadillah

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut