Ditekuk Singapura 2-0 di Kandang, Pelatih Timnas Putri Indonesia Minta Maaf
BANDUNG, iNewsBandungRaya.id -Timnas Putri Indonesia harus mengakui keunggulan timnas Putri Singapura, setelah kalah 0-2 pada laga FIFA Women's Matchday 2026 di Stadion Arcamanik, Kota Bandung, Rabu (3/6/2026) malam.
Dua gol Singapura pada laga persahabatan internasional bertajuk Garuda Champonship Series tersebut, diciptakan Danelle Tan pada menit 19, dan Nicole Lim Yanxiu menit 22.
Mengomentari hasil laga kali ini, Pelatih timnas Putri Indonesia, Satoru Mochizuki menyampaikan permintaan maaf kepada fans Garuda, karena timnya kalah pada laga yang digelar di kandang tersebut.
"Saya ingin meminta maaf dan saya merasa sangat sedih karena walaupun kita bermain di home, tetapi kita kalah dalam pertandingan hari ini. Pemain sudah berjuang dengan baik dan keras, dengan tambahan saran dari pelatih seharusnya kedudukan bisa berbalik." buka Coach Mochi dalam sesi konferensi pers seusai laga di Stadion Arcamanik.
Menurut Coach Mochi, kekalahan tim Garuda Pertiwi dari Singapura tersebut, di antaranya karena para pemain bermain kurang tenang. Skuat timnas pun kehilangan ritme permainan, setelah terjadinya gol pertama di menit 19.
"Kita mau bedah lebih jelas lagi mungkin agak sulit dijelaskan. Kalau dilihat dari latihan terakhir, pemain sudah bisa bermain dan membawa bola dengan baik, tetapi hari ini kesusahan memulai pertandingan untuk mendapatkan ritme yang bagus. Memang dalam sepak bola, ketika kita sudah kehilangan ritme, susah untuk membangun ritme kembali," jelas Mochi.

Pada laga pertama ini, pelatih asal Jepang ini lebih memilih memasang lebih banyak pemain yang berada di Indonesia. Baru pada babak kedua setelah Indonesia tertinggal skor, Coach Mochi memasukkan sejumlah pemain diaspora dari 8 kuota pergantian pemain yang ada. Di antarannya, kiper Iris Joska yang masuk menggantikan Alleana Ayu Arumy. Juga Isabel Corian Kopp, Paulin Ejeanne Te Van de Pol, dan Isabelle Nottet.
Coach Mochi beralasan, para pemain diaspora tersebut baru dimasukkan pada babak kedua, karena kondisi kebugaran fisiknya yang belum mencapai puncak. Pasalnya mereka baru bergabung dengan tim, 2 hari sebelum pertandingan.
Sudah banyak pemain yang ikut TC dari lama sebulan dan kondisinya menaik dan sedang bagus makanya kita memainkan pemain dengan kondisi yang sedang baik.
"Kita lihat juga kondisi pemain diaspora, dan memang kita siapkan mereka main di babak kedua. Kita punya 8 slot pergantian pemain, dan kita ingin juga memberikan pengalaman bermain kepada pemain lainnya, bukan hanya bermain di uji coba atau latihan. Dengan pertandingan intersional seperti inilah mereka bisa berkembang," jelas Mochi.

Sementara Pelatih timnas Putri Singapura Mihoko Ishida menyebutkan, pada babak pertama timnya bisa menguasai permainan dan mencetak 2 gol. Namun memasuki babak kedua, Indonesia justru lebih banyak memegang bola.
"Di babak kedua, banyak juga peluang yang didapat oleh Indonesia. Saya respect dengan pemain Indonesia dan juga support yang ditunjukkan terhadap tim Indonesia," ungkap Coach Ishida dalam sesi konferensi pers seusai laga.
Ishida mengakui, masuknya sejumlah pemain diaspor Indonesia di babak kedua, cukup banyak mengubah permainan, sehingga tim Garuda Pertimi bisa lebih menguasai permainan. "Perbedaan bisa dirasakan sejak awal babak kedua. Tapi sejauh ini, kami senang karena bisa menunjukkan permainan yang selama ini diasah selama latihan. Kami senang dengan penampulan timnas Singapura, juga Indonesia," ujar Coach Ishida.
Seusai laga ini, pihaknya akan melakukan evaluasi, agar bisa tampil lebih baik pada laga berikutnya menghadapi Kamboja, Sabtu (6/6/2026) pukul 19.00 WIB. Sementara tim Garuda Pertiwi, akan berhadapan dengan Kamboja pada Selasa (9/6/2026) pukul 16.00 WIB.
Susunan Pemain
Indonesia (4-4-2)
Alleana Ayu Arumy/Iris Joska de Rouw; Allya Putri Afianti/Isabel Corian Kopp , Emily Yulia Freda, Gea Yumanda/Paulin Ejeanne Te Van de Pol, Safira Ika; Felicia Victoria de Zeeuw/Isabelle Nottet, Rosdilah Siti Nurmah/Aulia Al Mabruroh, Viny Siflianus; Estella Raquel Loupattij/Reva Oktaviani, Marsela Yuliana Awi/Isa Guusje Warps, Sheva Imut Furyzcha.
Pelatih: Satoru Mochizuki.
Singapura (3-4-3)
Nur Izairida Shakira; Irsalina Binte Irwan/Daniyah Qasimah, Siti Rosnani Binte Azman (C), Yasmine Binte Zaharin; Lim Ying Xuan Venetia, Nur Ain Binte Salleh/Nur Frahannah, Nur Syazwani Binte Mohamad Ruzi/Kyra Elise; Danelle Tan Liern, Farah Nurzahirah Binte Abdul Fattah/Ee Pei Yeng, Nicole Lim Yanxu, Yuvika Suresh/Nasriah Binte Ibrahim.
Pelatih: Mihoko Ishida.
Editor : Abdul Basir