Pelesir ke Braga, Jangan Lupa Tengok Ruang Nostalgia 9 Dekade Persib Bandung
BANDUNG, iNewsBandungRaya.id - Klub raksasa sepak bola tanah air, Persib Bandung, melebarkan sayapnya ke dunia seni dan budaya. Bergandengan tangan dengan Grey Art Gallery, Maung Bandung resmi menginisiasi sebuah ruang eksibisi bertajuk Cultura PERSIB. Agenda ini dirancang khusus untuk memotret warisan historis, garis waktu perjalanan, serta identitas mendalam Persib yang telah menyatu dengan urat nadi masyarakat Bandung.
Mengambil tempat di kawasan estetik Braga, Kota Bandung, ruang pameran ini dijadwalkan menyapa publik mulai 9 Juni hingga 10 September 2026. Sebanyak 95 instalasi seni dan objek bersejarah dipajang demi menggambarkan epos perjalanan klub, identitas Kota Kembang, hingga dinamika kultur sub-bobotoh dari generasi ke generasi.
Eksibisi ini terasa kian emosional lantaran dibuka tepat setelah Pangeran Biru mengukuhkan dominasi absolut di kancah sepak bola nasional. Persib baru saja menuntaskan misi sejarah sebagai tim pertama di era Liga 1 yang sukses menyabet gelar juara tiga musim beruntun (three-peat) pada musim 2023/2024, 2024/2025, dan 2025/2026.
Komisaris sekaligus Manajer Tim PT Persib Bandung Bermartabat, Umuh Muchtar, menegaskan bahwa perhelatan ini merupakan bentuk apresiasi tertinggi atas loyalitas tanpa batas yang ditunjukkan oleh para suporter setianya.
“Pencapaian yang diraih PERSIB dalam beberapa musim terakhir bukan hanya milik klub, melainkan milik seluruh Bobotoh dan masyarakat yang selama ini tumbuh bersama PERSIB. Karena itu, Cultura PERSIB kami hadirkan sebagai ruang untuk merayakan perjalanan tersebut bersama-sama,” kata Umuh.
Umuh menambahkan, melalui narasi visual ini, masyarakat diajak untuk melihat Maung Bandung dari kacamata yang lebih luas—bukan sekadar kesebelasan yang bertanding di lapangan hijau, melainkan simbol harga diri warga Jawa Barat.
“Di balik setiap pertandingan dan trofi, terdapat sejarah, nilai, kreativitas, serta ikatan emosional yang telah membentuk hubungan kuat antara PERSIB, Kota Bandung, dan masyarakatnya,” ujarnya.
Sinergi ini disambut hangat oleh Elia Yoesman selaku pemilik Grey Art Gallery. Ia menilai sang pangeran biru telah bertransformasi menjadi sebuah institusi kultural masif yang pengaruhnya meluas ke berbagai lini kehidupan urban.
“Kami melihat PERSIB sebagai salah satu fenomena budaya paling berpengaruh yang dimiliki Kota Bandung. Kehadirannya tidak hanya dirasakan di stadion, tetapi juga hidup dalam berbagai ruang sosial dan kreatif masyarakat,” kata Elia.
Cultura PERSIB tidak hanya menawarkan pengalaman visual yang pasif. Sepanjang tiga bulan ke depan, galeri seni ini akan dihidupkan dengan berbagai program interaktif untuk menjaring kedekatan publik, di antaranya:
Diskusi panel dan talkshow edukatif.
Gathering serta ruang temu lintas komunitas Bobotoh.
Lokakarya dan kolaborasi kreatif yang melibatkan seniman lokal serta masyarakat umum.
Bagi masyarakat yang ingin mengapresiasi dan menapaki kembali rekam jejak sembilan dekade perjalanan klub kebanggaan Jawa Barat ini, akses masuk pameran dibanderol dengan harga berikut:
Hari Kerja (Weekday): Rp25.000
Akhir Pekan (Weekend): Rp35.000
Melalui tajuk Cultura PERSIB ini, pihak manajemen dan Grey Art Gallery menaruh harapan besar agar masyarakat luas dapat memetik nilai-nilai perjuangan serta memahami bagaimana klub ini mengakar menjadi identitas Kota Bandung selama lebih dari 90 tahun.
Editor : Agung Bakti Sarasa