Awalnya Tak Curiga, Tetiba Istri Syok Liat Suami Tergantung Tali di Kayu Plafon Kamar
Disclaimer: Artikel ini membahas topik tentang bunuh diri yang mungkin dapat memicu trauma atau tidak nyaman bagi sebagian orang. Jika Anda merasakan dorongan serupa, mengalami krisis emosional, atau membutuhkan teman bicara, jangan ragu untuk segera mencari bantuan profesional seperti psikolog, psikiater, atau layanan kesehatan mental terdekat.
BANDUNG BARAT,iNews BandungRaya.id - Seorang istri berinisial NR syok ketika mendapati suaminya tewas tergantung di dalam kamar Senin (8/6/2026) malam.
Korban yang diketahui berinisial GM (32) ditemukan sekitar pukul 18.50 WIB menggantung di salah satu kamar rumahnya yang berlokasi di Kampung Bantar Gedang, Desa Mekarsari, Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat (KBB).
"Korban pertama kali ditemukan oleh istrinya sekitar pukul 18.50 WIB, dan setelah menerima laporan kami langsung mendatangi Tempat Kejadian Perkara (TKP) bersama tim penyidik, petugas reskrim, serta babinkamtibmas," terang Kapolsek Padalarang, AKP Kusmawan saat dihubungi, Selasa (9/6/2026).
Pihaknya langsung mengamankan lokasi dan meninta keterangan dari sejumlah saksi mata serta keluarga.
Dari keterangan istri korban, kejadian bermula saat ia hendak masuk ke kamar dan terkejut karena mendapati suaminya tergantung menggunakan tali dari sabuk yang dikaitkan pada kayu plafon kamar.
Saksi langsung berteriak memanggil orang tua dan warga, lalu segera melaporkan ke polisi.
Petugas menduga peristiwa tersebut merupakan tindakan bunuh diri, mengingat korban diketahui memiliki riwayat gangguan kesehatan dan pernah beberapa kali mencoba mengakhiri hidupnya.
Korban diketahui tidak bekerja dan menderita stroke ringan. Kondisi kesehatannya sering membuatnya murung, melamun, hingga kerap mengeluh kesakitan dan menyampaikan keinginan untuk mengakhiri hidup.
"Beberapa kali korban pernah mencoba tindakan serupa, namun berhasil dicegah oleh keluarga," ucapnya.
Hal yang sama juga dibenarkan oleh ibu mertua korban, yang menyebut korban memang sering terlihat tertekan akibat kondisi fisiknya.
Sementara itu, berdasarkan hasil pemeriksaan di TKP yang dilakukan tim Inafis Polres Cimahi tidak menemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban maupun barang-barang yang hilang di sekitar lokasi.
Adapun pihak keluarga menyampaikan keinginan untuk segera memakamkan jenazah dan secara tertulis menolak dilakukan visum atau autopsi. Pihak kepolisian juga menghormati keputusan dan keinginan dari pihak keluarga.
“Tidak ditemukan jejak kekerasan fisik maupun indikasi adanya orang lain yang terlibat dalam kejadian ini, dan keluarga juga menolak dilakukan autopsi," tutup Kusmawan.
Editor: Rizki Maulana