Mengenal Teknologi Piro-Tex, Inovasi Jaket Motor Diklaim Mampu Jaga Suhu Tubuh Ideal Pengendara
BANDUNG, iNewsBandungRaya.id - Peta persaingan perlengkapan berkendara (riding gear) di tanah air dipastikan bakal kembali meriah. Merek legendaris Respiro Indonesia secara resmi mengumumkan comeback mereka ke pasar otomotif nasional dengan mengusung identitas baru yang jauh lebih segar dan adaptif terhadap perkembangan teknologi.
Setelah sempat vakum dari hiruk-pikuk industri selama belasan tahun, brand lokal ini kembali menyapa konsumen lewat rangkaian produk inovatif. Kali ini, fokus utama mereka tidak lagi sekadar memproduksi pakaian penahan angin atau pelengkap visual berkendara, melainkan menekankan integrasi antara proteksi maksimal dan kenyamanan tingkat tinggi.
Business Head Respiro Indonesia, Ayi Sunandar, mengungkapkan bahwa seluruh lini produk teranyar mereka menempatkan aspek keselamatan di kasta tertinggi. Berbeda dengan pakaian pelindung konvensional, jaket motor buatan mereka sudah dipersenjatai dengan kompartemen pelindung (protektor) struktural di area vital seperti bahu, siku, hingga punggung demi mereduksi impak benturan saat terjadi insiden di jalan raya.
“Banyak orang mengira jaket hanya berfungsi menahan angin, tapi kami mengembangkannya agar tetap nyaman dipakai, namun tetap menjadikan keselamatan sebagai prioritas utama,” kata Ayi saat ditemui di Respiro Office Cimahi, Selasa (9/6/2026).
Langkah taktis Respiro dalam merebut kembali hati pasar tidak hanya bertumpu pada keunggulan material semata. Ayi menambahkan, pihaknya kini tengah gencar merajut kembali kedekatan emosional dengan para pencinta roda dua melalui strategi berbasis komunitas.
“Kami ingin mengajak seluruh komunitas pengendara untuk bergabung dan berbagi dampak positif bagi keselamatan berkendara di Indonesia. Ini bukan sekadar menjual barang, tapi membangun gerakan bersama,” tuturnya.
Menyoal strategi harga, manajemen Respiro memastikan tarif yang dibanderol bakal sangat rasional dan sebanding dengan nilai fungsionalitas serta durabilitas yang ditawarkan kepada konsumen.
“Melihat fitur lengkap dan material khusus yang kami gunakan, harganya tetap sangat bersahabat dan layak dijadikan investasi jangka panjang bagi keselamatan diri sendiri dan orang lain,” katanya.
Bagi para penjelajah aspal atau pencinta aktivitas touring, Ayi membagikan kiat penting dalam menentukan jenis jaket yang ideal. Ia mengimbau agar pengendara jeli melihat peruntukan pakaian, mengingat kebutuhan untuk mobilitas harian (commuting) tentu sangat kontras dengan kebutuhan di medan ekstrem.
“Pastikan ukuran pas, sesuai dengan jenis kendaraan, dan yang paling penting memiliki standar keamanan. Jangan lupa, selain perlengkapan, kondisi kendaraan juga harus selalu diperiksa sebelum berangkat,” ujarnya.
Sebagai pondasi awal dari peta ekspansi bisnisnya, Respiro telah mendirikan flagship store perdana di Madiun sekaligus sebagai upaya menstimulasi perputaran ekonomi regional. Di sisi lain, penetrasi pasar juga tengah digenjot lewat kolaborasi intensif bersama simpul-simpul komunitas motor di area Jakarta dan Bandung.
“Kebangkitan kami dimulai dari aktivasi komunitas di tiga kota ini, selanjutnya akan kami perluas secara bertahap ke seluruh Indonesia,” paparnya.
Sementara itu, Marketing Manager Respiro Indonesia, Salman Akbar Kusuma, menimpali bahwa di tengah ketatnya peta persaingan usaha dan dinamika ekonomi nasional, Respiro memilih jalur pembeda lewat edukasi keselamatan dan riset material yang masif.
Salah satu terobosan fundamental yang mereka perkenalkan adalah penggunaan bahan eksklusif hasil riset internal yang diberi label Piro-Tex. Teknologi tekstil ini diklaim mampu mengondisikan suhu tubuh pengguna agar tetap konstan di angka ideal, yakni antara 36 hingga 38 derajat celsius. Format ini membuat pengendara tidak akan merasa gerah ataupun menggigil meski harus membelah cuaca ekstrem dalam durasi yang lama.
“Dengan suhu tubuh yang stabil, pengendara bisa lebih fokus dan waspada. Ini menjadi nilai tambah dari sisi keamanan yang tidak dimiliki banyak merek lain," kata Salman.
"Kami ingin menunjukkan bahwa berkendara bisa menyenangkan asalkan didukung perlengkapan yang tepat,” sambungnya.
Editor: Agung Bakti Sarasa