PKC PMII Jabar Soroti Paradoks Pembangunan, Desak Pemerintah Berpihak pada Rakyat
BANDUNG, iNewsBandungRaya.id - Pengurus Koordinator Cabang (PKC) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Jawa Barat menggelar diskusi publik bertajuk "Paradoks Indonesia, Paradoks Jawa Barat: Ke Mana Arah Keberpihakannya?". Forum kritis yang berlangsung di Angkringan Langkah, Jalan Cijawura III, Buah Batu, Kota Bandung pada Selasa (16/6/2026) ini membedah berbagai ketimpangan kebijakan yang dirasakan masyarakat.
Acara strategis tersebut dihadiri langsung oleh Ketua PKC PMII Jawa Barat Rusli Hermawan, ratusan kader PMII se-Jawa Barat, serta perwakilan komunitas pengemudi ojek online (ojol) yang hadir sebagai representasi kelompok masyarakat terdampak langsung oleh kebijakan publik.
Ketua Pelaksana Kegiatan, Riki Ramdhan Fadilah, menegaskan bahwa diskusi ini menjadi ruang konsolidasi untuk mengawal isu-isu kerakyatan di tengah situasi nasional dan daerah yang penuh kontradiksi.
"Diskusi ini kami gagas karena melihat adanya jurang pemisah yang lebar antara pertumbuhan ekonomi dengan realitas kesejahteraan masyarakat. Kita melihat di tingkat nasional, warisan keadilan sosial Bung Karno belum sepenuhnya membumi,” ucap Riki.
“Sementara di Jawa Barat, sebagai provinsi dengan penduduk terbesar, kita justru menghadapi rapor merah dengan angka Anak Tidak Sekolah (ATS) tertinggi secara nasional berdasarkan data Kemendikdasmen," tambah Riki yang juga menjabat sebagai Ketua Biro Komunikasi, Hubungan Pemerintah, dan Advokasi Kebijakan Publik PKC PMII Jabar.
Lebih lanjut, Riki memaparkan bahwa forum ini menyoroti tajam arah kebijakan di era pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
“Beberapa isu krusial yang dibedah di antaranya adalah pelemahan nilai tukar rupiah, kenaikan harga BBM yang menekan daya beli masyarakat informal seperti ojol, hingga karut-marut implementasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dinilai masih minim pengawasan dan menyisakan kasus keracunan di daerah,” jelasnya.
Tidak hanya fokus pada isu ekonomi dan sosial, diskusi ini juga merefleksikan dinamika internal gerakan mahasiswa nasional, salah satunya merespons insiden penolakan dialog oleh mahasiswa UGM saat kunjungan Presiden ke kampus beberapa waktu lalu.
“Peristiwa tersebut memicu perdebatan penting mengenai bagaimana mahasiswa hari ini harus memosisikan diri, apakah tetap menjaga jarak kritis atau mengoptimalkan ruang dialog sebagai instrumen pengawasan,” imbuhnya.
Melalui momentum ini, PKC PMII Jabar di bawah kepemimpinan Rusli Hermawan berkomitmen penuh untuk terus bergerak sebagai motor konsolidasi gagasan yang berpihak pada kaum mustad'afin (masyarakat yang tertindas).
“Bagi PMII, ukuran keberhasilan pembangunan bukanlah deretan angka statistik makroekonomi, melainkan sejauh mana keadilan dan keberpihakan negara dapat dirasakan nyata oleh masyarakat di akar rumput,” tandasnya.
Editor : Agung Bakti Sarasa