get app
inews
Aa Text
Read Next : Industri Tahu Bandung Tertekan, Farhan Ungkap Solusi Hadapi Lonjakan Harga Kedelai Impor

Dari Modal Pribadi hingga SDM, Ini Tantangan Nyata Pelaku UMKM saat Ini

Kamis, 18 Juni 2026 | 22:25 WIB
header img
Polytron bersama Populix meluncurkan riset UMKM di Bandung. Foto: Mulki Albar.

BANDUNG iNews Bandung Raya.id – Polytron bersama Populix meluncurkan riset bertajuk “UMKM Handbook: Panduan UMKM Naik Level” dalam kegiatan pelatihan UMKM yang digelar di Bandung, Kamis (10/4/2026). Riset tersebut mengungkap berbagai tantangan yang dihadapi pelaku usaha kuliner sekaligus membongkar sejumlah mitos yang selama ini dipercaya sebagai kunci kesuksesan bisnis.

Berdasarkan hasil penelitian, sebanyak 80 persen pelaku UMKM merupakan kelompok perintis usaha. Mayoritas terdorong oleh keinginan untuk mandiri dan melihat peluang pasar yang menjanjikan. Dari sisi demografi, pelaku usaha didominasi generasi muda, yakni Gen Z dan milenial dengan porsi mencapai 65 persen.

Riset juga menunjukkan sebagian besar UMKM masih mengandalkan tabungan pribadi sebagai modal usaha. Sebanyak 63 persen pelaku usaha menggunakan dana pribadi untuk memulai bisnis, sementara 46 persen mengembangkan usaha secara bertahap dari keuntungan yang diperoleh.

Dalam peluncuran handbook tersebut, Polytron dan Populix menyoroti lima mitos yang dinilai masih menjadi penghambat pertumbuhan UMKM. Salah satunya adalah anggapan bahwa usaha harus memiliki banyak cabang untuk dianggap sukses. Faktanya, 25 persen pelaku usaha justru mengalami kesulitan karena sistem dan standar operasional belum tertata dengan baik. Sebanyak 48 persen UMKM bahkan masih melakukan pencatatan transaksi secara manual.

Mitos lain yang dibongkar adalah anggapan bahwa keuntungan dapat ditingkatkan hanya dengan menaikkan harga produk. Riset menemukan tantangan terbesar justru berada pada pengelolaan sumber daya manusia. Sebanyak 35 persen pelaku usaha mengaku kesulitan mengelola SDM, sementara mayoritas usaha mikro hanya memiliki satu hingga dua karyawan yang harus menangani berbagai pekerjaan sekaligus.

Selain itu, riset juga mengungkap fenomena hidden cost atau biaya tersembunyi yang sering luput diperhitungkan pelaku usaha. Kerusakan alat akibat penggunaan yang tidak tepat disebut menjadi salah satu penyebab kerugian operasional yang berujung pada terhambatnya aktivitas bisnis.

Sebagai solusi, Polytron memperkenalkan konsep baru UMKM “naik level” yang bertumpu pada empat pilar utama, yakni penguatan konsep usaha, pembenahan sistem kerja, investasi aset jangka panjang, dan ekspansi yang terukur.

Pelatihan tersebut turut menghadirkan pakar Sistem Operasional Industri dan Digital Marketing dari Telkom University, Dr. Ir. Yati Rohayati, M.T., yang menekankan pentingnya digitalisasi operasional bagi UMKM kuliner. Menurutnya, pengelolaan usaha yang efisien harus didukung dengan standar operasional yang jelas serta integrasi berbagai kanal penjualan secara digital.

“UMKM kuliner perlu mulai mendigitalisasi alur kerja dari dapur hingga ke meja konsumen agar bisnis lebih efisien, minim kesalahan, dan mudah dipantau,” ujarnya.

Pengalaman praktis juga dibagikan oleh Owner Terve Chocolate dan Let’s Go Gelato, Aprilia Melisa. Ia menyoroti pentingnya mengintegrasikan toko fisik dengan marketplace serta layanan pesan antar untuk menjaga konsistensi pelayanan dan meningkatkan loyalitas pelanggan.

Sebagai tindak lanjut, Polytron meluncurkan program “UMKM Naik Level bareng Polytron” yang menawarkan berbagai dukungan bagi pelaku usaha. Program tersebut mencakup penyediaan perangkat usaha, kelas edukasi gratis, kesempatan promosi bersama food vlogger nasional, hingga akses menjadi tenant dalam berbagai kegiatan berskala nasional.

Melalui program tersebut, Polytron berharap pelaku UMKM dapat mengambil keputusan bisnis yang lebih terukur, meningkatkan efisiensi operasional, dan mengembangkan usaha secara berkelanjutan di tengah persaingan yang semakin ketat.

Editor : Rizal Fadillah

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut