Bukan Cuma Cari Gaji, Pelamar Job Fair Bandung Wajib Tagih 5 Jaminan Proteksi Ini ke Perusahaan
BANDUNG, iNewsBandungRaya.id - Gelombang perburuan kerja memadati GOR KONI di Jalan Jakarta, Kota Bandung. Ribuan pencari kerja datang berbondong-bondong untuk mengadu nasib dalam ajang Job Fair Future Connect Bandung 2026 yang digulirkan oleh Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kota Bandung. Siasat strategis ini sengaja diambil guna menjembatani para pemburu kerja dengan sekitar 2.000 lowongan yang disediakan oleh 20 perusahaan terkemuka.
Ajang berskala besar ini turut disokong oleh BPJS Ketenagakerjaan Bandung Suci sebagai sponsor utama. Keterlibatan institusi penjamin sosial tersebut menjadi langkah nyata dalam menyebarkan edukasi mengenai vitalnya perlindungan ketenagakerjaan sejak hari pertama seseorang menapaki gerbang dunia kerja.
Pps. Kepala BPJS Ketenagakerjaan Bandung Suci, Suarni, melayangkan apresiasi tinggi atas kegigihan Pemkot Bandung dalam memfasilitasi para pencari kerja. Kendati demikian, Suarni mengingatkan bahwa penyerapan tenaga kerja yang masif wajib dibarengi dengan komitmen perusahaan terhadap aspek perlindungan hukum pekerja.
"Program ini akan menjadi lebih baik jika dibarengi dengan pengawasan kepatuhan kepada pemberi kerja atas jaminan keselamatan kerja dari risiko kecelakaan kerja, jaminan kematian, jaminan hari tua, jaminan pensiun, serta jaminan kehilangan pekerjaan," tegas Suarni.
Ia membeberkan bahwa mengabaikan hak jaminan sosial bagi para pekerja pemula bisa memicu efek domino yang buruk bagi kesejahteraan keluarga di kemudian hari.
"Efek dari tidak terlindunginya tenaga kerja akan menimbulkan kemiskinan baru, terhentinya pendidikan anak, serta ketidakpastian keberlangsungan hidup keluarga karena tulang punggung keluarga tidak terdaftar atau dijamin oleh BPJS Ketenagakerjaan." tambah Suarni.
Guna mencairkan ketegangan para pelamar, pihak BPJS Ketenagakerjaan juga membagikan aneka hadiah menarik lewat sesi doorprize. Salah satu rezeki tersebut jatuh ke tangan Doriman (48), seorang pria asal Baleendah yang tak menyangka bisa membawa pulang hadiah di tengah perjuangannya mencari nafkah.
Di lokasi yang sama, Kepala Disnaker Kota Bandung, Yayan Ahmad Brilyana, melempar motivasi sekaligus kritik membangun bagi generasi muda. Yayan menyoroti fenomena pelamar kerja masa kini yang cenderung pilih-pilih posisi aman dan enggan merangkak dari level bawah. Padahal, kematangan karier seorang profesional kerap kali ditempa dari pengalaman lapangan yang keras.
"Jangan menganggap pekerjaan marketing itu sepele. Banyak bos besar memulai karier dari sana. Yang penting masuk dulu ke dunia kerja dan terus mengembangkan kemampuan," sentil Yayan.
Menjawab tantangan masa depan, Yayan menjelaskan bahwa Disnaker kini tengah gencar merancang program pelatihan vokasi mutakhir. Salah satu sektor masa depan yang dibidik adalah pencetakan tenaga ahli di bidang ekosistem kendaraan listrik.
“Kota Bandung memiliki potensi besar menjadi pusat penghasil tenaga mekanik kendaraan listrik karena didukung perguruan tinggi, industri, serta sumber daya manusia yang memadai. Disnaker pun mulai menjajaki kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk kalangan akademisi," papar Yayan.
Tak hanya di dalam negeri, Disnaker Bandung juga membuka lebar-lebar akses penempatan kerja internasional, seperti ke Jepang, yang ditunjang dengan fasilitas pembiayaan serta pengurusan berkas dari pemerintah.
Meskipun bursa kerja ini dibanjiri antusiasme publik, Ketua DPRD Kota Bandung, Asep Mulyadi, menegaskan pihak legislatif akan tetap kritis. Asep menekankan bahwa tolok ukur kesuksesan penanganan pengangguran tidak boleh dihitung dari seberapa sering sebuah acara seremonial diadakan, melainkan dari angka penyerapan tenaga kerja yang nyata di lapangan.
DPRD Kota Bandung berencana melakukan evaluasi menyeluruh terhadap seluruh lini program, mulai dari job fair, pelatihan keterampilan, hingga sistem magang agar anggaran daerah benar-benar efektif memangkas angka kemiskinan dan pengangguran di Kota Kembang.
Editor : Agung Bakti Sarasa