get app
inews
Aa Text
Read Next : Pelesir ke Braga, Jangan Lupa Tengok Ruang Nostalgia 9 Dekade Persib Bandung

Transformasi Identitas Kuliner Pedas Setelah Belasan Tahun Menjelajah Rasa

Sabtu, 27 Juni 2026 | 17:18 WIB
header img
Keripik Maicih. (Foto: Ist)

BANDUNG, iNewsBandungRaya.id - Menginjak usia ke-16 tahun sebagai pelopor jajanan pedas legendaris di tanah air, Maicih resmi memulai babak baru perjalanannya. Momen penting ini dirayakan melalui sebuah eksibisi interaktif bertajuk “Petualangan Maicih & Pedas Rempahnya”, sebuah ruang kreatif yang mengawinkan narasi sejarah, eksplorasi kekayaan rempah Nusantara, dan interpretasi seni visual.

Pameran yang digelar mulai 26 Juni hingga 5 Juli 2026 di Grammars, Bandung ini, menjadi tonggak penyegaran (brand rejuvenation) bagi Maicih. Agenda ini sekaligus menjadi refleksi atas konsistensi mereka dalam mengeksplorasi rasa, kebudayaan, serta identitas rempah asli Indonesia.

Selama hampir dua dekade, figur "Emak" yang melekat kuat sebagai ikon Maicih dikisahkan terus mengembara—menjelajahi pelosok negeri hingga ke kancah internasional demi menggali filosofi di balik keberagaman rasa. Dari petualangan panjang inilah lahir kesadaran bahwa rempah bukan cuma urusan dapur, melainkan simbol sejarah dan titik temu berbagai kebudayaan.

Berangkat dari visi tersebut, Maicih kini mengusung identitas baru, yaitu "Pedas Rempah". Transformasi ini tidak sekadar menjadi kiblat rasa bagi deretan produk mereka, namun juga diproyeksikan sebagai pemantik inspirasi bagi industri kreatif.

“Kami sangat bergembira bahwa setelah 16 tahun perjalanan, Maicih dapat diapresiasi oleh berbagai pihak. Tidak hanya teman-teman dari dunia F&B dan retail, tetapi juga pelaku seni dan industri kreatif. Respons ini menjadi energi bagi Maicih untuk terus berkontribusi terhadap keberlanjutan ekosistem bisnis lokal,” ujar Co-founder Maicih sekaligus CEO PT Mamaincu Makmur Selaras, Meiry Anwar, Sabtu, (27/6/2026).

Kolaborasi Lintas Sektor dan Sentuhan Seni Visual

Dalam meluncurkan wajah barunya, Meiry mengungkapkan bahwa Maicih menggandeng sejumlah kolektif kreatif untuk menyajikan pengalaman baru yang lebih segar bagi masyarakat.

"Proses transformasi identitas brand dilakukan bersama POT Branding, yang menerjemahkan kembali semangat petualangan Emak ke dalam identitas yang lebih relevan dan segar tanpa meninggalkan akar cerita yang telah dibangun sejak awal," tambahnya.

Guna memperkuat gaung digital dan interaksi di media sosial, Maicih berpartner dengan Ideabakers untuk mengemas narasi “Petualangan Maicih & Pedas Rempahnya” agar mampu menjangkau audiens muda yang lebih luas.

Menariknya, perayaan ini juga merambah ke wilayah inklusi sosial dan seni melalui kolaborasi bersama Art Therapy Center. Para peserta di lembaga tersebut diajak merespons petualangan karakter Emak serta kekayaan rempah ke dalam medium seni rupa, menghasilkan karya unik yang kaya akan perspektif dan warna.

Bayurengga Mauludy selaku Co-founder & Creative Strategy Director POT Branding House menegaskan bahwa pameran ini membuktikan bagaimana satu ide besar bisa melahirkan banyak makna, sekaligus menunjukkan fleksibilitas identitas baru Maicih di berbagai medium.

“Setahun setelah POT dan Maicih bersama-sama meracik ulang identitas, menggali kembali karakter Emak dan dunia yang dibangunnya, kini publik dapat melihat ekspresi baru dari perjalanan tersebut. Pedas Rempah bukan hanya soal cita rasa, tetapi semangat untuk memperkuat akar budaya sekaligus membuka ruang interpretasi baru,” katanya.

Mengambil tempat di Grammars, eksibisi ini didesain sebagai wadah bertemunya cerita dan inovasi. Para pengunjung yang hadir akan dipandu menyusuri linimasa Pedas Rempah lewat sajian teks, visual memikat, hingga instalasi seni lintas disiplin.

Bagi manajemen Maicih, sinergi ini bukan sekadar proyek musiman, melainkan bagian dari evolusi berkelanjutan demi memberikan pengalaman yang lebih mendalam bagi para penikmat setianya. Lewat agenda ini, Maicih membuktikan bahwa sebuah brand kuliner bisa bertransformasi menjadi ruang eksplorasi budaya yang menghubungkan rasa, narasi, dan karya seni.

"Karena di balik setiap karya, selalu ada sebuah cerita. Dan setiap cerita akan selalu menemukan cara baru untuk dirayakan," pungkas Bayu.

Editor : Agung Bakti Sarasa

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut