Bukan Sekadar Turnamen! TTIBT 2026 Jadi Ajang Pelaku Industri Tekstil Bangun Relasi Bisnis
BANDUNG, iNewsBandungRaya.id - Turnamen Bulutangkis Industri Tekstil atau The Textile Industry Badminton Tournament (TTIBT) 2026 kembali mencatatkan antusiasme tinggi dari para pelaku industri tekstil dan produk tekstil (TPT) nasional. Memasuki penyelenggaraan tahun kedua, jumlah peserta melonjak hingga melebihi kuota yang disiapkan panitia.
Ajang yang digagas Ikatan Alumni ITT/STTT/Politeknik STTT Bandung ini kini berkembang bukan sekadar kompetisi olahraga, melainkan menjadi wadah silaturahmi, memperluas jaringan (networking), serta bertukar ide bisnis antarperusahaan tekstil dari berbagai daerah di Indonesia.
Meningkatnya jumlah peserta menjadi sinyal bahwa industri tekstil nasional masih memiliki optimisme untuk terus berkembang meski tengah menghadapi berbagai tantangan.
Peserta TTIBT 2026 Membludak, Tujuh Perusahaan Terpaksa Ditolak
Ketua Pelaksana TTIBT 2026, Okta Sakti Eka Kusumawan, mengatakan minat perusahaan mengikuti turnamen tahun ini jauh melampaui ekspektasi panitia.
"Tahun lalu pesertanya sekitar 29 industri. Tahun ini kami membuka kuota untuk 32 industri, ternyata over. Bahkan ada sekitar tujuh industri yang terpaksa kami tolak karena kuotanya sudah penuh," ujar Okta, Senin (20/7/2026).
Menurutnya, hampir seluruh perusahaan yang mengikuti TTIBT pada 2025 kembali mengirimkan tim pada penyelenggaraan tahun ini. Hal tersebut menjadi indikator bahwa turnamen perdana berhasil memberikan pengalaman positif bagi para peserta.
"Kami melihat peserta tahun lalu kembali mendaftar tahun ini. Artinya mereka merasa puas terhadap penyelenggaraan event ini," katanya.
Diikuti 32 Perusahaan dari Berbagai Daerah Indonesia
TTIBT 2026 diikuti oleh 32 perusahaan tekstil yang berasal dari berbagai wilayah, mulai dari Bandung, Solo, Pekalongan, Serang, Tangerang, hingga sejumlah daerah lainnya.
Setiap perusahaan mengirimkan delapan atlet dan dua ofisial sehingga total peserta mencapai sekitar 320 orang. Jika ditambah suporter dan tamu undangan, jumlah orang yang hadir pada hari pertama penyelenggaraan diperkirakan mencapai sekitar 700 orang.
Besarnya partisipasi tersebut menunjukkan bahwa TTIBT mulai menjadi agenda tahunan yang dinantikan oleh pelaku industri tekstil nasional.
Tak Sekadar Bertanding, Jadi Tempat Networking dan Bertukar Ide Bisnis
Ketua Ikatan Alumni ITT/STTT, Riady Madyaditana, menjelaskan tingginya antusiasme peserta tidak lepas dari peran alumni yang tersebar di berbagai perusahaan tekstil.
Mereka menjadi penghubung untuk mengajak perusahaan masing-masing berpartisipasi sehingga cakupan turnamen semakin luas dan kini telah berkembang menjadi kegiatan berskala nasional.
"Sebaran alumni kita cukup banyak di perusahaan tekstil. Mereka ikut membantu menyosialisasikan kegiatan ini sekaligus mengajak perusahaan masing-masing untuk ikut berpartisipasi. Akhirnya turnamen ini menjadi kegiatan berskala nasional," katanya.
Menurut Riady, kegiatan seperti ini memiliki nilai lebih karena menghadirkan ruang informal bagi para pelaku industri untuk saling mengenal, memperkuat relasi, hingga berdiskusi mengenai peluang kerja sama bisnis.
Di tengah kondisi industri tekstil yang masih menghadapi berbagai tekanan, momen kebersamaan seperti ini dinilai mampu membangun optimisme baru.
"Setidaknya kegiatan ini mampu mencairkan tekanan yang dirasakan dalam aktivitas industri tekstil. Paling tidak secara psikologis bisa membangkitkan kembali semangat untuk terus bekerja sama dan berjuang," ujarnya.
Tahun Depan Kuota Ditargetkan Naik Menjadi 48 Perusahaan
Melihat besarnya animo peserta, panitia berencana meningkatkan kapasitas penyelenggaraan pada tahun mendatang.
Kuota peserta yang saat ini berjumlah 32 perusahaan ditargetkan bertambah menjadi 48 perusahaan agar lebih banyak pelaku industri dapat berpartisipasi.
Langkah tersebut diharapkan mampu mengakomodasi perusahaan-perusahaan yang belum sempat mengikuti TTIBT 2026 akibat keterbatasan kuota.
Didukung 30 Sponsor, Anindia Jadi Sponsor Utama
Keberhasilan penyelenggaraan TTIBT 2026 juga tidak terlepas dari dukungan berbagai sponsor.
Okta mengungkapkan, sekitar 30 sponsor ikut mendukung penyelenggaraan turnamen, dengan Anindia sebagai sponsor utama.
Menurutnya, dukungan sponsor menjadi faktor penting karena biaya pendaftaran peserta belum mampu menutup seluruh kebutuhan operasional kegiatan.
"Kalau hanya mengandalkan biaya pendaftaran, kegiatan ini tidak akan bisa terlaksana. Alhamdulillah ada sekitar 30 sponsor yang mendukung, dengan Anindia sebagai sponsor utama," ujarnya.
Industri Tekstil Dinilai Masih Punya Masa Depan
Riady berharap tingginya antusiasme peserta dalam TTIBT dapat menjadi pesan bagi pemerintah maupun sektor perbankan bahwa industri tekstil Indonesia masih memiliki daya tahan dan prospek untuk berkembang.
Menurutnya, selama ini industri tekstil kerap dipandang sebagai sektor yang mulai mengalami penurunan sehingga akses terhadap pembiayaan menjadi semakin sulit.
"Selama ini industri tekstil sering dipandang sebagai industri yang sedang sunset, sehingga dukungan pembiayaan tidak mudah. Padahal kami ingin menunjukkan bahwa industri ini masih hidup, masih bergerak, dan masih punya semangat untuk berkembang," katanya.
Ia juga meminta pemerintah terus memberikan perhatian terhadap industri tekstil yang merupakan salah satu sektor padat karya terbesar di Indonesia.
"Jangan pernah mengabaikan industri tekstil, karena ini merupakan industri padat karya yang menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar," tegasnya.
PT Primatexco Juara TTIBT 2026
Pada penyelenggaraan The Textile Industry Badminton Tournament (TTIBT) 2026, PT Primatexco berhasil keluar sebagai juara pertama.
Sementara posisi runner-up diraih PT Trisulatex, disusul PT Sheba Indah di peringkat ketiga. Adapun penghargaan Suporter Terbaik diberikan kepada PT Kahatex.
Editor : Rizal Fadillah