Perkuat Literasi Keuangan Digital, 10.000 Mahasiswa Baru Unpad Ikut Program Fintech Academy
BANDUNG, iNewsBandungRaya.id - OVO bersama Bank Indonesia dan iNews Media Group melanjutkan komitmen dalam memperkuat literasi keuangan generasi muda melalui roadshow Fintech Academy di kampus Universitas Padjadjaran (Unpad), Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Selasa-Rabu (11-12/8/2026).
Kegiatan edukasi dan literasi keuangan tersebut yang terselenggara berkat kolaborasi OVO dengan MoneyFestasi itu dihadiri sekitar 10.000 mahasiswa baru Unpad.
Roadshow Fintech Academy berlangsung dalam rangkaian Penerimaan Raya Mahasiswa Baru Universitas Padjadjaran (Prabu Unpad) 2026.
Dengan tema “Literasi Digital untuk Generasi Muda, Bijak di Media Sosial dan Bertransaksi di Era Digital”, edukasi literasi keuangan ini membekali peserta dengan pemahaman mengenai pengelolaan keuangan dan keamanan bertransaksi digital sejak awal masa perkuliahan.
Selain itu, program Fintech Academy bertujuan memperluas akses edukasi keuangan digital dengan pendekatan yang lebih relevan bagi generasi muda.
Melalui program yang menjangkau berbagai kampus di Indonesia ini, OVO berharap edukasi keuangan digital dapat hadir lebih merata di berbagai daerah.
Guna mengupas tuntas materi tersebut, talk show interaktif ini menghadirkan pembicara Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Jawa Barat Junanto Herdiawan.
Kemudian, Presiden Direktur OVO Karaniya Dharmasaputra; dan Financial Planner Rista Zwestika sebagai pembicara. Hadir pula Direktur Operasional IDX Channel & Pemimpin Redaksi Okezone Masirom.
Edukasi ini menjadi relevan di tengah kesenjangan sebesar 14,05 poin persentase antara tingkat inklusi dan literasi keuangan, berdasarkan hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2025 yang dirilis Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Badan Pusat Statistik (BPS).
Ini menunjukkan bahwa tingginya pemanfaatan layanan keuangan belum sepenuhnya diikuti oleh kemampuan untuk memahami manfaat, risiko, dan cara penggunaannya secara tepat.
Ketimpangan tersebut menjadi semakin penting untuk diatasi di tengah maraknya kejahatan digital.
Kementerian Komunikasi dan Digital mencatat lebih dari 572.000 laporan rekening penipuan melalui layanan CekRekening.id sepanjang 2017 hingga 2024, serta memblokir lebih dari 13.000 nomor telepon yang terindikasi penipuan hingga Mei 2026.
Kondisi ini mempertegas pentingnya membekali mahasiswa baru, yang mulai memasuki fase hidup lebih mandiri, dengan kemampuan mengelola keuangan sekaligus melindungi diri saat beraktivitas di ruang digital.
Presiden Direktur OVO Karaniya Dharmasaputra mengatakan, masa awal perkuliahan merupakan momentum penting untuk membangun kebiasaan finansial dan digital yang sehat.
“Mahasiswa baru sedang memasuki fase yang menuntut kemandirian dalam mengelola keuangan dan memanfaatkan layanan digital," kata Karaniya.
Karaniya berharap melalui kolaborasi bersama Bank Indonesia, MoneyFestasi dan Unpad, inisiatif Fintech Academy by OVO ini, dapat menjadi bekal bagi mahasiswa untuk mengenali risiko.
Mahasiswa dapat bertransaksi secara aman dan membangun kebiasaan finansial yang bertanggung jawab sejak awal perkuliahan hingga memasuki dunia kerja nantinya.
Kepala Kantor Perwakilan BI Jabar Junanto Herdiawan mengatakan, generasi muda memiliki peran penting dalam membangun ekosistem digital yang sehat, aman, dan produktif.
“Di era digital, apa yang kita lakukan di ruang digital, baik melalui media sosial maupun transaksi digital, perlu dilakukan secara bijak dan bertanggung jawab," kata Junanto.
Saring sebelum sharing, ujar Junanto, jaga data pribadi, dan pastikan setiap transaksi dilakukan dengan aman.
"Kalau ragu, stop dulu, jangan panik, lakukan verifikasi melalui kanal resmi. Generasi muda harus menjadi agen literasi cerdas agar manfaat ekosistem digital dapat dirasakan secara optimal dan aman,” ujar Junanto.
Selama sesi talk show interaktif ini, para mahasiswa baru juga dibekali pemahaman tentang tiga aspek utama literasi keuangan dan keamanan digital.
Pembekalan tersebut mencakup kemampuan mengenali ciri dan red flags produk keuangan ilegal. Kewaspadaan terhadap modus social engineering yang mengincar data sensitif.
Seperti PIN dan kode OTP, serta strategi praktis untuk mengelola uang kiriman secara bijak agar terhindar dari perilaku konsumtif.
"Mahasiswa tidak perlu menunggu memiliki penghasilan besar untuk mulai mengatur keuangan. Biasakan menyusun prioritas, mengelola uang sesuai kebutuhan, dan menyisihkan dana sejak awal," kata kata Financial Planner Rista Zwestika.
Begitu pula saat memilih produk keuangan atau berinvestasi, ujar Rista, pastikan setiap keputusan didasarkan pada tujuan, manfaat, risiko, dan kemampuan. "Bukan sekadar mengikuti tren atau Fear of Missing Out (FOMO),” ujar Rista.
Program edukasi Fintech Academy by OVO terus memperluas jangkauannya di lingkungan perguruan tinggi sebagai upaya untuk membangun generasi muda yang lebih cakap secara finansial di era digital.
Sepanjang 2026, program ini telah hadir di Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed), Universitas Sebelas Maret (UNS), dan Universitas Padjadjaran (Unpad).
Total lebih dari 10.400 mahasiswa mengikuti program edukasi ini. Program akan berlanjut di tiga kampus lain yang akan menjangkau total 600 mahasiswa di sepanjang 2026.
Jumlah ini akan menambah total partisipan Fintech Academy sejak pertama kali diluncurkan di tahun 2021, menjadi lebih dari 16.000 mahasiswa di seluruh Indonesia.
Melalui kolaborasi bersama MoneyFestasi, OVO berharap edukasi ini dapat membantu mahasiswa membangun kebiasaan finansial sehat.
Serta memanfaatkan layanan digital secara bijak dan bertanggung jawab seiring meningkatnya kebutuhan mereka akan berbagai layanan keuangan di era digital.
Editor : Abdul Basir