Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Digitalisasi SPMB 2026 Menjadi Kunci Transparansi Penerimaan Murid Baru
Advertisement . Scroll to see content

Gelorakan Jiwa Nasionalisme Pelajar Tionghoa, MTP-YDSP Gelar Upacara HUT Kemerdekaan RI di Sekolah

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:53 WIB
  • author Agus Warsudi
Gelorakan Jiwa Nasionalisme Pelajar Tionghoa, MTP-YDSP Gelar Upacara HUT Kemerdekaan RI di Sekolah
Upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI di SD Bintang Mulya, Mekarwangi, Kota Bandung berlangsung khidmat. (FOTO: AGUS WARSUDI)

BANDUNG, iNewsBandungRaya.id - Masyarakat Tionghoa Peduli (MTP) dan Yayasan Dana Sosial Priangan (YDSP) menggelar upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan RI di SD Bintang Mulya, Mekarwangi, Kota Bandung, Senin (17/8/2026).

Upacara yang bertujuan menggelorakan jiwa nasionalisme itu berlangsung khidmat. Hadir ratusan siswa dari beberapa sekolah di Kota Bandung. Direktur Pengembangan (Dirbang) Riset RSPAD Gatot Soebroto Brigjen TNI dr Jonny bertindak sebagai inspektur upacara.

Sedangkan pasukan pengibar bendera merah putih mayoritas siswa SMA beretnis Tionghoa. Saat mengibarkan bendera merah putih, mereka disiplin dengan langkah tegap menuju tiang bendera. 

Pasukan pengibar bendera cekatan membentangkan bendera kebangsaan tersebut hingga mencapai puncak tertinggi. Setelah itu, inspektur upacara memberikan sambutan.

"Indonesia ini berdiri di atas perbedaan etnis dan budaya, termasuk di dalamnya etnis Tionghoa. Namun perbedaan kultur dan budaya jangan sampai menjadi alasan untuk terpecah belah. Semangat nasional harus terus tertanam dan tumbuh di hati setiap individu," kata Brigjen TNI Djoni.

Upacara ditutup dengan doa bersama. Hadir enam pemuka agama, dari Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Budha, dan Konghucu. Doa dipimpin oleh tokoh agama Islam.

Ketua YDSP Herman Widjaya mengatakan, upacara peringatan HUT Kemerdekaan RI ini merupakan kegiatan rutin yang digelar MTP dan YDSP setiap tahun.

Kegiatan ini dilaksanakan secara bergilir di sekolah-sekolah yang muridnya mayoritas beretnis Tionghoa. Tujuannya, menggelorakan jiwa nasionalisme di kalangan pelajar.

Selain itu, wujud komitmen MTP dan YDSP dalam merawat persatuan serta menghargai jasa para pahlawan yang memperjuangan kemerdekaan Indonesia.

Karena itu, MTP dan YDSP menggandeng Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) Jawa Barat dalam menggelar safari kebangsaan. Selain sekolah, kegiatan ini menyasar perguruan tinggi. 

"MTP dan YDSP telah lima kali menggelar upacara HUT Kemerdekaan RI sejak pandemi Covid-19 yang lalu," kata Ketua YDSP seusai upacara.

Herman menyatakan, upacara bertujuan membangkitkan memori historis generasi muda akan beratnya perjuangan para pahlwan dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia.

"Upacara ini juga membangun disiplin dan karakter cinta tanah air kepada anak-anak sekolah," ujar Herman.

Menurut Herman, sekolah dipilih sebagai lokomotif utama kegiatan ini agar pewarisan nilai-nilai kebangsaan dapat menyentuh para penerus bangsa.

"Kami laksanakan secara bergilir dari sekolah ke sekolah dengan tujuan membangkitkan semangat nasionalisme anak-anak. Menumbuhkan disiplin dan mengingatkan mereka akan jasa para pahlawan yang telah berkorban demi kemerdekaan negeri ini," tutur Herman.

Selain upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI, MTP dan YDSP juga memberikan kadeudeuh kepada para veteran dan penyandang disabilitas.


Ketua YDSP Herman Widjaya memberikan kadeudeuh kepada veteran. (FOTO: AGUS WARSUDI)

Sementara itu, Ketua DPD LVRI Jawa Barat Mayor Jenderal TNI (Purnawirawan) Nandang Herawan mengapresiasi kegiatan yang diinisiasi oleh MTP dan YDSP.

Ketua DPD LVRI Jabar menegaskan, pesan mendasar dari kegiatan ini adalah, kedaulatan Indonesia lahir dari tetesan darah dan pertempuran fisik, bukan hadiah cuma-cuma dari penjajah.

"Kemerdekaan Indonesia tidak diperoleh secara cuma-cuma atau diberi. Melainkan direbut dengan perjuangan. Kami para veteran berjuang sejak masa revolusi fisik hingga hari ini untuk tetap menjaga, mempertahankan, dan mengisi kemerdekaan," kata Ketua DPD LVRI Jabar.

Mayjen TNI (Purnawirawan) Nandang menyatakan, medan perjuangan veteran masa kini telah bertransformasi. Jika pada masa revolusi menggunakan senjata api, kini fokus pada transfer intelektual dan moral melalui sosialisasi Jiwa Semangat Nilai-Nilai 1945 ke institusi pendidikan.

"Kerja sama kami dengan yayasan pendidikan di tingkat SMP, SMA, hingga perguruan tinggi bertujuan membentuk generasi muda memiliki jiwa dan karakter nasionalisme kokoh. Cinta tanah air, dan memiliki rasa memiliki yang mendalam terhadap bangsa ini," tutur Mayjen TNI (Purnawirawan) Nandang.

Editor: Abdul Basir

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut