Usung Semangat Women Support Women, Gerakan Perempuan Berlari 2026 Bakal Digelar di KBP
BANDUNG, iNewsBandungRaya.id - Gerakan Perempuan Berlari 2026 kembali hadir dengan membawa semangat Women Support Women. Setelah sebelumnya digelar di kawasan Senayan dan Bintaro, kegiatan tersebut kini memilih Kota Baru Parahyangan (KBP) sebagai lokasi event utama yang akan berlangsung pada 18 Oktober 2026.
Semangat tersebut disampaikan dalam konferensi pers Perempuan Berlari 2026 yang digelar di Marketing Gallery Kota Baru Parahyangan, Senin (24/8/2026). Kegiatan ini tidak hanya mengajak perempuan menjalani pola hidup sehat melalui olahraga, tetapi juga menjadi ruang untuk saling mendukung, berbagi edukasi, hingga terlibat dalam kegiatan sosial.
Penyelenggara Perempuan Berlari, Dhini Aminarti, mengatakan pemilihan Kota Baru Parahyangan menjadi bagian dari rencana pengembangan event ke Bandung. Menurutnya, keputusan tersebut turut dipengaruhi masukan dari Sonya Fatmala dan Hengky Kurniawan yang merekomendasikan kawasan KBP.
“Pas presscon yang kemarin di Bintaro, salah satu target tempat yang mau kita tuju adalah Bandung. Kita mikir Bandung apa ya. Terus ngobrol sama Sonya sama Hengky, mereka bilang coba dong di KBP, udaranya enak banget,” ujar Dhini saat ditemui di Marketing Gallery Kota Baru Parahyangan, Senin (24/8/2026).
Menurut Dhini, Kota Baru Parahyangan juga dinilai memiliki tempat yang memadai untuk penyelenggaraan kegiatan. Setelah melalui proses persiapan, event utama Perempuan Berlari dijadwalkan berlangsung sekitar dua bulan setelah konferensi pers.
Untuk pelaksanaan di Bandung, penyelenggara menargetkan sekitar 3.000 peserta. Jumlah tersebut masih berada di kisaran target peserta pada penyelenggaraan sebelumnya.
“Kita masih tetap stabil di segitu, tetap insyaallah pengennya di 3.000. Karena memang kita menyesuaikan juga dengan kondisi satu dan lain hal,” katanya.
Sementara itu, Sonya Fatmala optimistis jumlah peserta di Kota Baru Parahyangan berpotensi melampaui target tersebut.
“Kalau di sini bisa lebih dari 3.000,” kata Sonya.
Berbeda dengan konsep lomba lari yang berorientasi pada pencapaian waktu atau podium, Perempuan Berlari menyediakan kategori 5 kilometer dan 10 kilometer. Peserta juga tidak diwajibkan mengejar prestasi kompetitif karena kegiatan dirancang agar dapat diikuti perempuan dari berbagai kelompok usia dan kemampuan.
Sonya mengatakan peserta dapat memilih jarak sesuai kemampuan masing-masing, termasuk mengikuti kegiatan dengan berjalan santai.
“Perempuan ini kan banyak sekali, ada anak-anak, ada remaja, ada orang tua, ada lansia juga. Disesuaikan saja mampunya seberapa dan nanti enggak harus ngejar podium, bisa jalan-jalan santai juga,” ujarnya.
Bukan Sekadar Lari
Dhini menegaskan Perempuan Berlari tidak dirancang sekadar sebagai kegiatan olahraga. Konsep Women Support Women menjadi pesan utama yang ingin dibangun melalui kegiatan tersebut.
Menurutnya, perempuan perlu memiliki ruang untuk saling menguatkan tanpa harus saling membandingkan. Dukungan dapat diwujudkan melalui hal-hal sederhana, seperti memberikan semangat, mendengarkan cerita, maupun mengapresiasi pencapaian perempuan lain.
“Women support women itu bukan berarti kita harus selalu setuju satu sama lain. Tapi bagaimana kita bisa memberikan ruang untuk perempuan lain menjadi dirinya sendiri, tanpa merasa harus dibandingkan,” kata Dhini.
Selain olahraga, Perempuan Berlari juga menghadirkan berbagai kegiatan edukasi yang berkaitan dengan kesehatan dan kecantikan. Gerakan tersebut juga diarahkan pada kegiatan sosial melalui bidang kemanusiaan, kesehatan, pendidikan, dan sosial.
Dhini mengatakan pesan kesehatan menjadi salah satu alasan utama gerakan tersebut dibangun. Ia berharap perempuan dapat menjaga kesehatan fisik sekaligus memiliki kondisi mental dan pola pikir yang sehat.
“Kalau kita pengen semua perempuan di Indonesia itu sehat. Di saat mereka sehat, mereka pasti bisa punya pemikiran yang sehat juga,” tuturnya.
Ia menilai kesehatan perempuan memiliki dampak yang lebih luas karena perempuan juga memiliki peran penting dalam keluarga dan lingkungan sosial.
“Makanya dengan adanya Perempuan Berlari ini, kita berharap kita harus hidup sehat supaya pola pikirnya sehat,” katanya.
Dukungan terhadap gerakan tersebut juga datang dari Panin Dubai Syariah Bank. Head of National Funding Panin Dubai Syariah Bank, Elvi Budiari, mengatakan nilai yang dibawa Perempuan Berlari sejalan dengan semangat perusahaan untuk memberikan kontribusi positif kepada masyarakat.
“Event ini bukan hanya tentang olahraga, tetapi juga tentang bagaimana perempuan bisa saling mendukung, menginspirasi, dan tumbuh bersama,” ujar Elvi.
Dengan mengusung semangat Women Support Women, Perempuan Berlari 2026 diharapkan menjadi ruang bagi perempuan dari berbagai latar belakang untuk bergerak bersama, menjaga kesehatan, sekaligus membangun jejaring dukungan yang positif.
Rangkaian kegiatan akan berlanjut menuju event utama pada 18 Oktober 2026 di Kota Baru Parahyangan dengan target sekitar 3.000 peserta.
Editor : Agung Bakti Sarasa