Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Berawal dari Energi Persib, Turnamen Balad Melly Mini Soccer Cup 2026 Sukses Lahirkan Juara Baru
Advertisement . Scroll to see content

Laga Klasik Persija vs Persib Siap Digelar di SUGBK Tanpa Kehadiran Bobotoh

Kamis, 10 September 2026 | 17:10 WIB
  • author Niko Prayoga
Laga Klasik Persija vs Persib Siap Digelar di SUGBK Tanpa Kehadiran Bobotoh
Bobotoh Persib Bandung. (Foto: Persib/Barly Isham A)

JAKARTA, iNewsBandungRaya.id — Laga klasik penuh gengsi antara Persija Jakarta dan Persib Bandung dipastikan bakal menghentak Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, pada Sabtu, 12 September 2026 mendatang. Kepastian ini menjadi angin segar bagi publik sepak bola nasional setelah sekian lama duel bertajuk big match tersebut absen dari Ibu Kota.

Kendati diprediksi menyedot perhatian luas, laga ini dipastikan berlangsung tanpa kehadiran pendukung Persib Bandung. PSSI bersama pihak kepolisian dan operator liga sepakat untuk tidak menghadirkan suporter tim tamu—bahkan meski sebatas perwakilan—demi menjaga situasi tetap kondusif di awal musim kompetisi.

Sekretaris Jenderal PSSI, Yunus Nusi, menyampaikan apresiasi mendalam kepada pihak kepolisian yang telah memberikan izin penyelenggaraan pertandingan di SUGBK dengan kehadiran penonton tuan rumah. Menurutnya, izin ini menjadi momentum penting bagi perjalanan Super League musim ini.

“Ini apresiasi yang tak terhingga bagi kami kepada pihak kepolisian atas kepercayaan terselenggaranya pertandingan ini dengan penonton dan di Jakarta. Ini menjadi titik awal dari sebuah pergelaran antara Persija dan Persib Bandung yang diharapkan oleh keluarga besar sepak bola Indonesia, yang insyaallah akan bertanding dengan aman dan sukses," kata Yunus Nusi dalam konferensi pers di Hall Super League, Jakarta, Rabu (10/9/2026).

Yunus menegaskan bahwa rivalitas panas kedua tim sejatinya hanya berlangsung selama 90 menit di atas lapangan. Keputusan untuk mengimbau pendukung Persib tidak hadir—termasuk membatalkan rencana penerjunan perwakilan suporter sebagai simbol perdamaian—diambil untuk mengantisipasi potensi provokasi dari oknum yang tidak bertanggung jawab.

“Kita berharap rivalitas itu berada di 45 x 2 dan tentu kita sangat tidak berharap pertandingan ini mencederai. Maka kami berterima kasih kepada suporter Persib Bandung untuk tidak datang dengan cara itu. Karena khawatir akan ada pihak-pihak yang memanfaatkan momentum perdamaian ini dengan cara-cara yang tentu kita tidak lakukan," jelas dia.

Ia menambahkan, menjaga kondusivitas di awal musim Super League 2026/2027 jauh lebih krusial agar tidak memicu sanksi atau rintangan pada laga-laga berikutnya. PSSI berharap momen ini dapat menjadi pijakan awal bagi perdamaian antarsuporter di seluruh Indonesia, termasuk rivalitas regional lainnya seperti Persebaya vs Arema hingga PSIM vs PSS Sleman.

“Kekhawatiran ini bagi PSSI dan keinginan untuk tidak datang ke Stadion GBK sangat penting karena kita baru masuk ke pertandingan kedua atau minggu kedua untuk penyelenggaraan kompetisi Super League 2026/2027. Kita tidak mau di liga kedua ini mencederai, kemudian yang akan mengakibatkan pertandingan-pertandingan di waktu-waktu yang akan datang juga akhirnya menjadi halangan dan rintangan untuk selanjutnya," tegas Yunus.

Tensi pertandingan sendiri diprediksi bakal membara sejak menit pertama. President Director I.League, Ferry Paulus, membeberkan bahwa laga penuh gengsi ini juga diwarnai ambisi besar dari kedua juru taktik serta manajemen tim.

“Bahwa rivalitas antara Persija dan Persib ini memang memakan perhatian yang sungguh luar biasa. Apalagi di dalam kesehariannya, di dalam keinginan dari kedua klub ini, di mana Persib ingin pertahankan gelar juaranya dan Persija juga tentu ingin merebut gelar juara di Super League tahun ini," ungkap Ferry Paulus.

Dengan izin resmi yang telah dikantongi, pertarungan dua kekuatan besar sepak bola Tanah Air di SUGBK diharapkan tidak hanya menyajikan tontonan berkelas tinggi, tetapi juga menjadi cetak biru baru bagi tata kelola pertandingan berisiko tinggi yang aman, tertib, dan damai

Editor: Vitrianda Hilba Siregar

Related News

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut